Ide pemangkasan hari kerja sudah ada sejak 20 tahun lalu di Prancis. Sebagai seseorang berstatus karyawan di instansi atau perusahaan, pernahkah Anda merasa libur weekend 2 hari dalam seminggu masih kurang? 

Hal ini nampaknya dirasakan oleh banyak negara di dunia, sebab itu muncullah studi tentang keterkaitan antara waktu kerja dengan produktivitas karyawan yang disusun melalui uji coba 4 days work week (kerja 4 hari seminggu).

Uji coba 4 hari kerja ini telah dilakukan oleh beberapa negara seperti Islandia, Jepang, Selandia Baru, Spanyol dan Skotlandia. Islandia merupakan negara pelopor uji coba kerja 4 hari seminggu tersebut, disusul partisipasi perusahaan besar seperti Unilever hingga Microsoft. Mereka memangkas jam kerja karyawan hingga menjadi 32 jam per minggu, tanpa dipotong gaji.

Baca Juga: Manfaat Terapkan Jam Kerja Fleksibel Bagi Karyawan

Berdasarkan berbagai uji coba yang dilakukan, sistem empat hari kerja dinilai positif memberikan manfaat kepada karyawan dan perusahaan. Siapa yang tidak tertarik kerja 4 hari seminggu tapi dengan kompensasi full? Nah, bisakah sistem tersebut diterapkan menjadi sistem kerja di Indonesia?

Berikut poin-poin penting yang perlu Anda ketahui lebih jauh mengenai sistem kerja empat hari seminggu bagi perusahaan.

Dampak Positif Sistem Empat Hari Kerja

Tingginya minat banyak negara dan perusahaan terhadap sistem kerja empat hari tersebut tidak terlepas dari manfaat yang bisa didapatkan, di antaranya : 

Meningkatkan Produktivitas Kerja

Sejak Agustus 2019, Microsoft di Jepang juga ikut menerapkan sistem empat hari kerja terhadap 2.300 karyawan untuk mengukur produktivitas kerja mereka. Hasilnya, produktivitas mereka meningkat 40 persen dan penjualan melonjak 39,9 persen per orang. Unilever pun melakukan hal yang sama sejak Desember 2020 lalu.

Sekilas memang terlihat tidak mungkin, namun peningkatan produktivitas kerja karyawan tersebut erat kaitannya dengan keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi mereka. Dengan waktu libur yang cukup, mereka menjadi lebih fresh dalam bekerja sehingga produktivitas pun meningkat.

Karyawan menjadi Lebih Bahagia

Perpetual Guardian merupakan perusahaan pertama dari Selandia Baru yang menerapkan sistem empat hari kerja untuk meneliti manfaat sistem tersebut terhadap karyawan dan perusahaan. Untuk mempromosikan sistem tersebut, mereka membentuk komunitas 4 Day Week

Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa pengurangan jam kerja ternyata membantu 24 persen karyawan mendapatkan kehidupan pribadi dan pekerjaan yang lebih seimbang dan 78 persen karyawan merasa lebih bahagia dan stresnya berkurang (tingkat stres menurun 7 persen).

Efisiensi Pengeluaran Perusahaan

Selain berdampak positif bagi kesehatan mental dan produktivitas karyawan, sistem empat hari kerja juga berpengaruh positif terhadap perusahaan, yaitu menjadi lebih hemat. 

Selama masa uji coba, penelitian dari Microsoft menunjukkan penurunan konsumsi listrik perusahaan sebanyak 23,1 persen dan karyawan mencetak kertas 59% lebih sedikit dari biasanya. Tambahannya, untuk perusahaan yang menerapkan sistem upah per jam atau per hari bisa menghemat pembayaran upah juga. 

Baca Juga:  Inilah Cara Mengukur Produktivitas Kerja Karyawan

Risiko Penerapan Sistem Empat Hari Kerja

Selain memiliki banyak dampak positif, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menerapkan sistem empat hari kerja :

Ketidakpuasan Pelanggan

Bagaimanapun, dampak pemangkasan hari kerja tidak hanya dirasakan oleh perusahaan dan karyawan di dalamnya saja, namun juga dirasakan oleh pelanggan Anda. Apabila sistem empat hari kerja diterapkan, maka otomatis waktu pelayanan pelanggan juga ikut berkurang.

Hal ini berisiko menimbulkan banyak keluhan dan mengurangi kepuasaan pelanggan karena kantor tutup pada hari Jumat. Pelayanan tidak mungkin hanya 4 hari saja. Diperlukan sebuah teknologi seperti penjawab pesan otomatis atau web yang mengandalkan AI yang memungkinkan pelanggan mendapatkan pelayanan tanpa mengandalkan karyawan di kantor.

Peningkatan Beban Kerja

Efektifitas sistem empat hari kerja masih dalam tahap uji coba dalam jangka waktu yang sementara. Hingga batas tertentu, sistem ini bisa menjadi biasa dan justru mengurangi manfaat awalnya. Masih ditemukan pendekatan yang salah dalam penerapan sistem ini terkait standar jam kerja efektif per harinya. 

Misal, pekerjaan yang dikompresi tidak selalu bisa diselesaikan dengan cepat. Alih-alih mengeliminasi waktu kerja, malah bisa lembur terus-terusan selama 4 hari karena target yang belum tercapai. Jika seperti itu, kehidupan pribadi karyawan selama hari kerja juga ikutt terganggu, bukan?

Tumpang Tindih dalam Shift Kerja

Untuk perusahaan yang menerapkan sistem shift, sistem kerja empat hari akan berdampak pada tumpang tindihnya pengaturan shift kerja karyawan. Sebab, durasi jam kerja karyawan dalam sehari memanjang sedangkan perusahaan yang beroperasi 24 jam biasanya menerapkan sistem 3 shift

Tidak mungkin membuat karyawan bekerja 10 jam per hari dan tidak mungkin juga menerapkan 3 shift karena akan ada penumpukan pada jam-jam transisi. Sehingga, metode 4 hari kerja nampaknya belum cocok diterapkan pada semua bidang pekerjaan.

Mungkinkah diterapkan kerja 4 hari seminggu di Indonesia?

Untuk saat ini, sistem empat hari kerja masih rumit dilakukan di Indonesia, sebab berbenturan dengan aturan dalam UU Cipta Kerja. Jam kerja yang disepakati pemerintah adalah 40 jam per minggu untuk 5-6 hari kerja (7-8 jam per hari). Diluar aturan yang sudah disepakati dihitung sebagai lembur.

Namun, sistem kerja empat hari bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Pasca pandemi COCID-19 melanda seluruh dunia, kebanyakan usaha/bisnis beralih menerapkan jam kerja fleksibel tanpa harus memangkas hari kerja, yaitu sistem kerja WFH dan WFO

Ada yang melakukan sistem remote working/work from home (WFH) secara penuh dan ada juga yang menerapkan sistem WFO dan WFH bergantian. Sistem kerja seperti ini tidak kalah efektif bagi karyawan dan perusahaan, hal ini disebabkan adanya fleksibilitas dalam bekerja sehingga memungkinkan karyawan mendapatkan work-life balance

Tiada sistem tanpa kendala. Dalam penerapan WFH, kehadiran karyawan sangat penting untuk dipehatikan, sebab pemantauan harus dilakukan untuk memastikan karyawan benar-benar “hadir” dan bekerja. Umumnya, karyawan melakukan absensi di kantor, salah satu contoh absensi kerja yang sering ditemui ialah absen fingerprint

Oleh karena itu, hal terpenting dalam penerapan sistem WFO dan WFH adalah teknologi yang mendukung, seperti aplikasi penunjang yang praktis dan mudah digunakan.

Aplikasi Penunjang Produktivitas Kerja Karyawan

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, Anda memerlukan teknologi untuk mendukung pelaksanaan sistem kerja di perusahaan Anda, baik sistem WFO atau WFH, sistem shift ataupun sistem empat hari kerja.

Anda dapat memercayakan Hadirr, aplikasi absensi karyawan online terbaik di Indonesia, untuk membantu perusahaan Anda. Kemudahan dalam pengelolaan karyawan bisa Anda nikmati dalam tiga fitur unggulan Hadirr, yaitu  fitur absensi digital, timesheet online, reimbursement online.

Melalui Hadirr, sistem kehadiran online sangat mungkin dilakukan. Absensi digital dengan teknologi face biometric dan GPS akan merekam kehadiran karyawan Anda meski tidak berada di kantor. Kehadiran mereka akan direkap otomatis sehingga memudahkan Anda menyusun laporan absensi karyawan untuk keperluan penggajian setiap bulannya.

Baca Juga: 10 Manfaat Aplikasi HRIS Berbasis Cloud

Timesheet online menampilkan to-do-list aktivitas harian yang harus dilakukan karyawan dan merekam berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan. Dalam pengajuan reimbursement, karyawan tidak perlu menunggu lama lagi karena mereka bisa mengunggah buktinya secara online melalui aplikasi. 

Hadirr menunjang peningkatan produktivitas kerja karyawan mulai dari menghemat waktu untuk absensi, waktu untuk pekerjaan administratif HRIS, mempermudah pemantauan dan meningkatkan transparansi perusahaan. Karyawan dapat lebih fokus menggunakan waktu mereka untuk mengembangkan skill dan meningkatkan kinerja. Dapatkan kemudahan dalam bekerja dengan beralih menggunakan Hadirr!

Aplikasi Absensi Online Hadirr