3 Cara Karyawan Mengakali Absen Fingerprint
Absen fingerprint adalah sistem pencatatan kehadiran yang mengidentifikasi karyawan melalui pola sidik jari yang direkam dan disimpan di mesin absensi.
Tiga cara karyawan mengakali absen fingerprint umumnya adalah memakai salinan sidik jari (gambar atau replika), dan memakai jari rekan kerja yang didaftarkan saat perekaman untuk titip absen.
Baca Juga: 3 Faktor Penting untuk Memonitor Data Absensi Karyawan
Celah ini muncul terutama pada mesin dengan sensor sederhana yang tidak memvalidasi wajah, sehingga perusahaan perlu menutupnya dengan validasi ganda atau absensi online berbasis wajah dan lokasi.
Bagaimana Karyawan Bisa Mengakali Absen Fingerprint?
Tabel: Celah Absen Fingerprint dan Cara Mencegahnya
| Celah | Kondisi yang Memungkinkan | Kapan Tidak Efektif | Langkah Pencegahan |
|---|---|---|---|
| Salinan gambar/fotokopi sidik jari | Mesin dengan sensor pemindai sederhana | Mesin yang juga memvalidasi wajah | Pilih mesin dengan deteksi kehidupan (liveness) atau validasi ganda sidik jari + wajah |
| Replika sidik jari (misalnya dari bahan cetakan) | Sensor yang tidak membedakan jari asli dan tiruan | Sensor canggih dengan deteksi kehidupan | Sensor dengan anti-spoofing; tinjau catatan absensi yang tidak wajar |
| Jari rekan kerja saat perekaman (titip absen) | Perekaman jari kedua tidak diawasi sehingga bisa memakai jari orang lain | Perekaman diawasi dan diverifikasi identitasnya | Perekaman diawasi HR dengan verifikasi KTP/foto; audit berkala daftar jari terdaftar |
Menggunakan salinan gambar atau fotokopi sidik jari
Kita ketahui bahwa mesin fingerprint sangatlah bervariasi mulai dari bentuk, ukuran hingga tingkat keakuratannya. Mulai dari sensor pemindai yang sederhana hingga sensor yang lebih canggih. Penggunaan salinan gambar atau fotokopi sidik jari dapat dilakukan apabila di suatu perusahaan menggunakan mesin fingerprint yang sensor pemindainya mudah diakali.
Karyawan cukup membuat salinan gambar menggunakan mesin scanner maupun foto, yang kemudian hasil gambarnya di balik (flip) dan tingkat kontrasnya dinaikkan dengan kombinasi warna hitam putih. Selanjutnya hasil akan dicetak menyerupai ukuran jari sebenarnya. Namun cara ini kurang cocok bagi perusahaan yang menggunakan mesin fingerprint yang validasinya menggunakan wajah juga.
Baca Juga: Peraturan Jam Kerja Karyawan Menurut UU Cipta Kerja
Menggunakan gel silikon
Gel silikon merupakan bahan yang biasa digunakan juga untuk membuat salinan sidik jari. Yaitu dengan cara membuat cetakan sidik jari menggunakan bahan dempul yang nantinya digunakan dengan menekan adonan dempul tersebut menggunakan jari. Setelah mengeras, masukkan gel silikon cair ke dalam cetakan tersebut dan tunggu hingga mengeras kembali sehingga nantinya akan didapatkan salinan sidik jari yang mirip dengan jari asli.
Menggunakan jari rekan kerja
Menggunakan jari orang lain merupakan cara yang paling mudah karena tidak membutuhkan alat apapun. Absen fingerprint dapat digunakan apabila karyawan sudah melakukan perekaman sidik jari terlebih dahulu ke alat fingerprint dan biasanya menggunakan dua jari dimana salah satu jari digunakan sebagai cadangan.
Hal tersebut bisa membuat celah karena disaat perekaman sidik jari baru, karyawan bisa mengajak rekan kerjanya. Dimana saat perekaman jari pertama menggunakan jari sendiri, sedangkan untuk jari kedua bisa menggunakan jari rekan kerja. Sehingga bisa dilakukan titip absen apabila salah satunya berhalangan hadir ke kantor.

Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi HRD Online Terbaik, HRD Wajib Tahu!
Hal-hal diatas seringkali dapat merugikan perusahaan. Untuk itu perusahaan memerlukan pencatatan kehadiran karyawan yang lebih akurat dengan menggunakan aplikasi absensi online seperti Hadirr. Aplikasi absensi Hadirr App melakukan proses pelaporan kehadiran yang dilakukan dengan foto wajah (selfie) pada smartphone masing-masing karyawan.
Hadirr dilengkapi dengan teknologi GPS (Global Positioning System) dan face recognition sebagai sistem operasional aplikasi. Teknologi berbasis GPS memungkinkan perusahaan mencatat banyak titik kehadiran karyawan.
Sedangkan teknologi berbasis face recognition sebagai komplementer dari sistem GPS sehingga membuat aplikasi absensi online Hadirr lebih akurat dan mencegah karyawan melakukan kecurangan. Sistem e-absensi tentunya lebih mudah dan praktis.
Writer: Diyan Faranayli
