Absensi menjadi salah satu hal yang berpengaruh dalam penggajian. Jika diamati, absensi juga berpengaruh terhadap evaluasi kinerja karyawan. Salah satu ciri sistem absensi yang buruk adalah sistem absensi yang dapat dimanipulasi oleh karyawan atau karyawan tahu bagaimana cara mengakali mesin absen. Dan tidak adanya keterangan detail mengenai waktu karyawan tiba di kantor dan pulang, waktu melakukan lembur bahkan sampai tidak adanya bukti real bahwa karyawan tersebut telah melakukan absen.

Baca Juga: 3 Faktor Penting untuk Memonitor Data Absensi Karyawan

Sebagian perusahaan masih bertahan menggunakan mesin fingerprint untuk mencatat kehadiran karyawan nya. Dengan menggunakan mesin absensi fingerprint masih bisa dilakukan kecurangan oleh karyawan. Ada beberapa cara yang dilakukan karyawan untuk dapat mengakali absen fingerprint  antara lain yaitu:

 

1. Menggunakan salinan gambar atau fotokopi sidik jari

Kita ketahui bahwa mesin fingerprint sangatlah bervariasi mulai dari bentuk, ukuran hingga tingkat keakuratannya. Mulai dari sensor pemindai yang sederhana hingga sensor yang lebih canggih. Penggunaan salinan gambar atau fotokopi sidik jari dapat dilakukan apabila di suatu perusahaan menggunakan mesin fingerprint yang sensor pemindainya mudah diakali. 

Karyawan cukup membuat salinan gambar menggunakan mesin scanner maupun foto, yang kemudian hasil gambarnya di balik (flip) dan tingkat kontrasnya dinaikkan dengan kombinasi warna hitam putih. Selanjutnya hasil akan dicetak menyerupai ukuran jari sebenarnya. Namun cara ini kurang cocok bagi perusahaan yang menggunakan mesin fingerprint yang validasinya menggunakan wajah juga.

 

2. Menggunakan gel silikon

Gel silikon merupakan bahan yang biasa digunakan juga untuk membuat salinan sidik jari. Yaitu dengan cara membuat cetakan sidik jari menggunakan bahan dempul yang nantinya digunakan dengan menekan adonan dempul tersebut menggunakan jari. Setelah mengeras, masukkan gel silikon cair ke dalam cetakan tersebut dan tunggu hingga mengeras kembali sehingga nantinya akan didapatkan salinan sidik jari yang mirip dengan jari asli.

 

3. Menggunakan jari rekan kerja 

Menggunakan jari orang lain merupakan cara yang paling mudah karena tidak membutuhkan alat apapun. Absen fingerprint dapat digunakan apabila karyawan sudah melakukan perekaman sidik jari terlebih dahulu ke alat fingerprint dan biasanya menggunakan dua jari dimana salah satu jari digunakan sebagai cadangan. 

Hal tersebut bisa membuat celah karena disaat perekaman sidik jari baru, karyawan bisa mengajak rekan kerjanya. Dimana saat perekaman jari pertama menggunakan jari sendiri, sedangkan untuk jari kedua bisa menggunakan jari rekan kerja. Sehingga bisa dilakukan titip absen apabila salah satunya berhalangan hadir ke kantor. 

 

Hal-hal diatas seringkali dapat merugikan perusahaan. Untuk itu perusahaan memerlukan pencatatan kehadiran karyawan yang lebih akurat dengan menggunakan aplikasi absensi online seperti Hadirr. Aplikasi absensi Hadirr App melakukan proses pelaporan kehadiran yang dilakukan dengan foto wajah (selfie) pada smartphone masing-masing karyawan.

Baca Juga: 7 Keunikan Aplikasi Absensi Online Berbasis Web

Hadirr dilengkapi dengan teknologi GPS (Global Positioning System) dan face recognition sebagai sistem operasional aplikasi. Teknologi berbasis GPS memungkinkan perusahaan mencatat banyak titik kehadiran karyawan. Sedangkan teknologi berbasis face recognition sebagai komplementer dari sistem GPS sehingga membuat aplikasi absensi online Hadirr lebih akurat dan mencegah karyawan melakukan kecurangan. Sistem e-absensi tentunya lebih mudah dan praktis.

Aplikasi Absensi Online Hadirr

Writer: Diyan Faranayli