Untuk memastikan komitmen karyawan terhadap tanggung jawab pekerjaan digunakanlah sistem absensi karyawan. Namun karena banyaknya jumlah karyawan yang harus dimonitor, perusahaan membutuhkan mesin absensi yang efektif. Apabila metode absensi maupun aplikasi absensi yang dipilih ternyata salah dan tidak sesuai akan mengakibatkan salah hitung absensi karyawan dan di kemudian hari akan muncul dampak-dampak buruk sebagai berikut:

Baca Juga: Teknologi Absensi Online di Era New Normal Cegah Perusahaan Langgar Protokol Kesehatan

 

Produktivitas usaha yang tidak dapat dievaluasi

Apabila aplikasi absensi karyawan yang digunakan di suatu perusahaan tidak dapat menunjukkan data kehadiran karyawan secara akurat mungkin hasil pekerjaan karyawan tampak tidak sinkron dengan tingkat produktivitas yang diharapkan. Padahal karyawan tersebut sudah bekerja sesuai dengan jumlah jam kerja yang sesuai, namun produksi yang dihasilkan masih di bawah target. Hal tersebut mungkin bisa terjadi bukan karena kesalahan pekerja, namun perihal ketidaktepatan penggunaan aplikasi absensi.

 

Kredibilitas perusahaan menurun 

Perusahaan biasanya membeli aplikasi daftar kehadiran atau software absensi dengan budget seminim mungkin. Tetapi jangan sampai dengan adanya hal tersebut membuat pengeluaran perusahaan semakin membengkak. Contohnya apabila perusahaan menggunakan mesin fingerprint untuk absensi kantor dan memiliki 10 cabang, maka perusahaan harus membeli 10 mesin juga. Sehingga untuk menghemat anggaran, beberapa cabang akhirnya hanya menggunakan absensi manual yang akhirnya membuat efektivitas presensi karyawan menjadi sulit dicapai karena tidak adanya pencatatan kehadiran karyawan secara real-time.

 

Perbedaan perlakukan terhadap karyawan 

HR harus selalu memantau aplikasi absen yang tujuannya untuk meminimalisir potensi adanya kecurangan yang dilakukan oleh karyawan. Apabila terjadi kesalahan dalam menghitung absensi karyawan nantinya akan berpengaruh ke kompensasi karyawan. Contohnya, apabila seorang karyawan mendapatkan penghargaan karena jerih payahnya atau apabila seorang karyawan sudah memenuhi jatah lembur selama suatu periode. Apabila HR salah menghitung absen akan terkesan tidak adil saat membuat kebijakan. 

 

Karyawan dapat menilai apresiasi yang diberikan perusahaan terhadap pekerjaan yang telah dilakukan dari penghargaan terhadap tingkat kehadirannya. Namun ketika perusahaan enggan berinvestasi untuk aplikasi absensi karyawan yang efektif akan membuat karyawan menyepelekan pekerjaannya karena kurang diapresiasi. 

Kredibilitas suatu perusahaan salah satunya dapat diukur dari perlakuan perusahaan kepada karyawannya, baik itu berupa pemberian hak-hak karyawan, fasilitas, dan tentu penggajian yang sesuai. Pemberian kompensasi yang tepat inilah yang menuntut HR untuk selalu memastikan absensi karyawan apakah sudah sesuai dengan jam kerja dan pekerjaan karyawan. 

Untuk itu agar perusahaan dapat dengan mudah memonitoring kehadiran karyawan maka dibutuhkan aplikasi absensi online seperti Hadirr yang dapat juga memfasilitasi para pekerja yang tidak harus datang ke kantor. 

Baca Juga: 3 Bahaya Akibat Kamu Salah Hitung Absensi Karyawan

Melalui aplikasi absensi Hadirr, jam kerja karyawan Anda bisa terpantau secara online. Aplikasi yang bisa dijalankan di telepon genggam ini dapat Anda gunakan untuk mencatat kehadiran, mencatat jam kerja lembur, dan memantau jadwal karyawan. Hadirr juga meminimalkan kecurangan dalam absensi, karena proses pelaporan kehadiran dilakukan dengan foto wajah (selfie), lalu aplikasi e-absensi ini memverifikasi identitas dengan teknologi face recognition dan GPS. Sistem e-absensi tentunya lebih mudah dan praktis.

Aplikasi Absensi Online Hadirr