Memasuki new normal, roda perekonomian mulai bergerak lagi setelah tiga bulan dihadapkan dengan pandemi COVID-19. Bisnis perlahan memulai operasional dengan protokol kesehatan new normal. Berbekal guideline atau panduan karyawan untuk new normal, pemilik usaha dapat meyakinkan bahwa keselamatan dan kesehatan karyawan terjaga selama di kantor. Berbagai macam teknologi juga diterapkan untuk meminimalkan risiko penyebaran di kantor, seperti teknologi absensi online. Namun, kelalaian oleh pemilik usaha masih terjadi sehingga membahayakan karyawannya.

Baca Juga: Masih Ragu dengan Sistem Keamanan Data Absensi Online? Ini Faktanya

Kementerian Perindustrian menyatakan pencabutan izin operasi ratusan perusahaan karena langgar protokol kesehatan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa ada 146 Izin Operasional dari Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) yang dicabut dari 17.466 IOMKI yang telah dikeluarkan. Mekanisme pencabutan izin operasi bisa berupa pengajuan dari pemda dan pencabutan secara langsung akibat kelalaian pelaporan oleh pengusaha selama periode tertentu berturut-turut. Bagai pedang bermata dua, perusahaan dan karyawan menjadi “taruhan” akibat protokol new normal yang tidak dijalankan.

Dianggap “mengabaikan” keamanan pekerja, tiga pegawai Amazon menuntut perusahaan karena lalai dalam menerapkan protokol kesehatan. Sejumlah pegawai di salah satu gudang dinyatakan positif COVID-19 karena mengabaikan proses contact tracing dan pihak perusahaan yang tidak transparan. Protokol kesehatan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk contact tracing adalah menggunakan CCTV dan adanya transparansi dari identitas karyawan positif COVID-19. Teknologi seperti CCTV dapat mencegah penyebaran COVID-19 ke karyawan lainnya.

Baca Juga: Transformasi Absensi dari Mesin Fingerprint ke Teknologi Touchless di Masa Covid-19

Upaya pencegahan penyebaran di era new normal dapat dimulai dari pemilihan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, misalnya seperti teknologi absensi online. Mendukung perusahaan Anda dalam menerapkan protokol kesehatan yang baik, Hadirr absensi online memudahkan proses absensi karyawan di kantor. Menerapkan teknologi touchless, karyawan dapat mencatat kehadiran melalui smartphone masing-masing.

Sistem absensi berbeda dengan fingerprint system, dimana karyawan Anda hanya perlu mengambil swafoto untuk memulai absen. Dengan berkurangnya permukaan benda publik yang disentuh, diharapkan protokol kesehatan tetap terjaga. Produktivitas karyawan Anda akan terjaga karena protokol kesehatan yang dipatuhi.

Aplikasi Absensi Online Hadirr

Writer: Haunina K. Sari