Aplikasi Absensi, Timesheet, dan Reimbursement | Hadirr

Sistem absensi karyawan sudah sering digunakan dalam perusahaan untuk memastikan komitmen kerja karyawan dengan perusahaan. Prinsip kejujuran yang diterapkan perusahaan, terutama HR seringkali dimanfatkan oleh beberapa karyawan ‘nakal’. Tidak hanya itu, dengan semakin berkembangnya perusahaan, meningkat pula jumlah karyawan yang perlu dimonitor. Terlebih jika karyawan yang bekerja mobile atau berpindah-pindah, akan sulit untuk HR memonitornya. Tentunya perusahaan membutuhkan mesin absensi yang efektif dan tepat sasaran. Jika HR salah memilih aplikasi absensi dan terdapat kesalahan dalam menghitung absensi karyawan, akan berbahaya dan berdampak buruk ke perusahaan.

Apa saja tiga bahaya tersebut?

1. Ketimpangan Perlakuan terhadap Karyawan

Aplikasi absen haruslah dapat dipantau dengan seksama oleh HR, dengan tujuan untuk meminimalisasi potensi kecurangan yang mungkin dilakukan oleh para karyawan. Ketika terjadi kesalahan dalam menghitung absen kantor, maka kompensasi karyawan juga akan terpengaruh. Misalnya, seorang karyawan seharusnya mendapatkan penghargaan tertentu untuk jerih payahnya. Atau seorang karyawan sudah memenuhi jatah lembur maksimalnya dalam suatu periode. Salah hitung absensi karyawan akan menjadikan HR terkesan tidak adil saat membuat kebijakan.

2. Produktivitas Usaha yang Tidak Dapat Dievaluasi

Jika software absensi karyawan yang dipakai oleh sebuah perusahaan tidak dapat menunjukkan data kehadiran karyawan dengan benar, maka hasil pekerjaan karyawan mungkin tampak tidak sinkron dengan tingkat produktivitas yang diharapkan. Padahal sejumlah karyawan sudah bekerja dengan jumlah jam kerja yang sesuai, namun angka produksi masih di bawah target. Bisa jadi hal ini bukan kesalahan pekerja, namun ketidaktepatan penggunaan aplikasi absen.

3. Kredibilitas Perusahaan Menurun

Dapat dipahami jika perusahaan membeli aplikasi daftar kehadiran dan software absen yang murah harganya. Namun, jangan sampai hal ini merugikan perusahaan dan justru membuat pengeluaran semakin membengkak. Sebagai contoh, sebuah perusahaan menggunakan mesin fingerprint untuk absen kantor. Ketika perusahaan ini memiliki 10 cabang, maka harus membeli 10 mesin pula. Untuk menghemat anggaran, diputuskan cabang di daerah menggunakan absen secara manual. Tanpa adanya pencatatan kehadiran karyawan secara real time, efektifitas presensi karyawan malah sulit dicapai.

Sebaliknya, karyawan dapat menilai apresiasi perusahaan terhadap pekerjaannya, mulai dari penghargaan terhadap kehadiran pekerja. Ketika perusahaan enggan berinvestasi untuk aplikasi absen karyawan yang efektif, karyawan akan mudah menyepelekan pekerjaannya.

Tingkat kredibilitas sebuah perusahaan dapat diukur dari perlakuan kepada karyawan secara benar, baik itu pemberian fasilitas, hak-hak karyawan, dan tentunya penggajian yang proporsional. Pemberian kompensasi untuk karyawan inilah yang menuntut HR memastikan kehadiran karyawan sudah sesuai dengan jam kerja dan job description. Saat ini mulai banyak perusahaan yang menggunakan absen online untuk memfasilitasi para pekerjanya yang tidak harus datang ke kantor. Sistem e-absen dipandang lebih mudah dan praktis.

Coba Hadirr Software Aplikasi Absensi Karyawan Online (E-Absen) Terbaik Indonesia