Salah satu produktivitas perusahaan ditentukan oleh tingkat kehadiran karyawan. Semakin sering karyawan tidak masuk kerja, semakin tidak produktif pula karyawan tersebut. Hal ini akan berpengaruh pada performa perusahaan.

Perusahaan memang memberikan jatah cuti untuk setiap karyawan. Perusahaan juga memberikan toleransi pada karyawan yang tidak masuk karena sakit atau ada hal mendesak lainnya. Namun, karyawan tidak bisa terlalu banyak tidak masuk kerja. Ada persentase kehadiran karyawan yang harus diperhatikan.

Persentase Kehadiran Karyawan

Untuk mengetahui seberapa disiplinnya karyawan dalam kehadiran di tempat kerja, Anda harus mengetahui persentase kehadiran karyawan.

Baca Juga: Absensi Online Minimalisir Salah Hitung Tunjangan Makan Karyawan

Persentase kehadiran karyawan adalah rasio kehadiran karyawan ke tempat kerja, dalam periode tertentu. Anda bisa melihat rasio ini untuk periode selama satu bulan, satu kuartal, maupun satu tahun.

Tentu saja persentase kehadiran ini tidak menyertakan hari libur nasional seperti hari raya, hari besar kenegaraan, dan cuti tahunan. Perusahaan harus tetap memberikan libur pada hari-hari tersebut sebagai hak karyawan.

Persentase kehadiran karyawan sangat penting untuk perusahaan. Apabila ada karyawan yang sering tidak hadir untuk bekerja, akan menghambat alur kerja. Hal ini juga berpengaruh pada operasional perusahaan. Lama kelamaan akan menghambat pertumbuhan perusahaan. Bahkan akan membuat performa perusahaan justru menurun.

Persentase kehadiran karyawan dapat digunakan sebagai parameter besaran upah dalam waktu tertentu. Selain itu juga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk kenaikan upah berdasarkan kebijakan perusahaan.

Perusahaan juga bisa memberikan sanksi berupa potong gaji apabila ada karyawan yang tidak hadir tanpa alasan jelas.

Melalui persentase kehadiran karyawan ini, perusahaan dapat mengambil keputusan penting terhadap karyawan. Di satu sisi, memudahkan perusahaan apabila memerlukan tambahan posisi untuk jabatan tertentu. Karyawan dengan persentase kehadiran dan produktivitas serta loyalitas tinggi, bisa dipercaya mengisi posisi jabatan tersebut.

Di sisi lain, jika perusahaan harus mengurangi karyawan, akan lebih mudah, karena sudah ada data hasil persentase kehadiran yang tidak memenuhi syarat.

Contoh dan Cara Menghitung Persentase Kehadiran Karyawan

Inilah contoh cara menghitung persentase kehadiran karyawan:

Hal pertama yang harus dilakukan untung menghitung persentase kehadiran karyawan adalah mencari rasio absennya. Carilah data jumlah hari ketidakhadiran karyawan tersebut.

Anda ingin mengetahui persentase kehadiran karyawan tersebut selama periode apa? Per bulan? Per kuartal? Atau per tahun? Hitunglah jumlah hari kerja selama periode yang Anda pilih, tanpa menyertakan hari libur nasional, libur akhir pekan, dan cuti.

Baca Juga: Hitung Tunjangan Kehadiran Karyawan Remote Tanpa Repot

Misalnya, Anda mengambil periode satu tahun. Inilah gambarannya:

Jumlah hari dalam satu tahun 365 hari.

Libur akhir pekan 104 hari.

Hari libur nasional 11 hari.

Cuti karyawan 12 hari.

Jadi jumlah total hari kerja = 238 hari.

Ketika karyawan A melakukan ketidakhadiran selama 10 hari dalam setahun, maka:

Persentase kehadiran = (Jumlah hari tidak hadir : Jumlah hari kerja) x 100.

= (10 hari : 238 hari) x 100.

= 4,2 %

Persentase kehadiran = 100 % – 4,2 % = 95,8 %

Jadi persentase karyawan A pada tahun tersebut adalah 95,8 %.

Itulah contoh cara menghitung persentase kehadiran karyawan.

Pencatatan Kehadiran dan Penghitungan Tunjangan dengan Aplikasi Online

Tentu saja penghitungan persentase kehadiran karyawan ini tidak hanya dilakukan pada satu karyawan. Anda perlu mengetahui persentase kehadiran semua karyawan. Semua ini tidak mungkin dilakukan satu persatu atau manual. Sebab, akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan memerlukan energi yang besar.

Baca Juga: Rekap Absensi Karyawan Lebih Akurat dengan Aplikasi Ini

Untuk memudahkan pencatatan kehadiran karyawan, Anda perlu menerapkan sistem kehadiran online. Saat ini sudah ada aplikasi Hadirr. Aplikasi berbasis cloud ini memiliki fitur absensi online, sehingga pencatatan kehadiran karyawan bisa dilakukan secara online.

Karyawan bisa melakukan absensi dari mana saja, menggunakan aplikasi di ponsel masing-masing. Anda sebagai pihak perusahaan pun dapat memantau kehadiran karyawan melalui GPS yang terhubung dari sistem kehadiran online tersebut. Anda juga bisa mengambil data laporan kehadiran, kapan pun Anda butuhkan.

Aplikasi Absensi Online Hadirr
 

Selain itu ada aplikasi Gadjian. Aplikasi ini memiliki fitur hitung tunjangan kehadiran. Hal ini memungkinkan Anda memasukkan rumus persentase kehadiran karyawan. Dengan demikian, persentase kehadiran ini dapat dihitung secara otomatis.

Sama seperti aplikasi absensi Hadirr, Anda juga bisa melihat persentase kehadiran karyawan kapan pun Anda inginkan, melalui aplikasi Gadjian.

Adanya aplikasi Hadirr dan Gadjian akan memudahkan perusahaan dalam memantau dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan tentang karyawan. Oleh karena itu, sudah saatnya Anda menggunakan software absensi karyawan dan penghitungan gaji serta tunjangannya ini, pada perusahaan Anda.

Coba Gadjian Sekarang