Tunjangan makan termasuk ke dalam tunjangan tidak tetap, karena besar yang dibayarkan tidak teratur, yakni bergantung pada jumlah kehadiran karyawan dalam sebulan. Tunjangan makan untuk setiap karyawan yang berbeda level golongan tentu tak sama jumlahnya. 

Dalam menghitung kehadiran karyawan, HR memperolehnya dari data absensi karyawan. Apabila suatu perusahaan menggunakan pencatatan absensi melalui mesin fingerprint, maka pengunduhan data dapat dilakukan secara manual maupun auto download. Setelah itu data akan diinput ke perhitungan uang makan yang umumnya sekaligus dengan perhitungan gaji menggunakan Excel

Baca Juga: Cara Menghitung Tingkat Absensi Karyawan

Namun ternyata tak sedikit juga yang salah melakukan perhitungan tunjangan makan karyawan, misalnya pembayaran yang tidak sesuai dengan jumlah kehadiran. Kesalahan perhitungan tersebut bisa disebabkan oleh kesalahan menyalin dan menginput data absensi karyawan. Faktornya beragam, misalnya data kehadiran karyawan tertukar satu sama lain apabila jika jumlah karyawan yang cukup banyak atau terdapat kesalahan pengetikan ketika sedang memasukkan data secara manual. 

Contoh, apabila perusahaan memberikan tunjangan makan sebesar Rp 20.000 per hari. Karyawan A masuk 25 hari, karyawan B masuk 24 hari. Perhitungannya, karyawan A mendapat Rp 500.000  dan karyawan B mendapat Rp 480.000. Jika data kehadiran yang diinput ternyata terbalik, maka hasil perhitungannya pun terbalik.

Apabila kesalahan dalam perhitungan tersebut sering terjadi, maka saatnya perusahaan beralih ke sistem absensi online. Perusahaan bisa menggunakan aplikasi absensi Hadirr.

Aplikasi absensi online akan menghitung dan mencatat kehadiran karyawan dan menyimpannya di database secara otomatis. HR tidak perlu menghabiskan waktu dalam mencatat, mengunduh, atau menginput secara manual data absensi sebagai dasar perhitungan. Karena dengan adanya aplikasi absensi karyawan, HR cukup mengimpor data digital tersebut untuk perhitungan online. Hal ini dapat mengurangi risiko kesalahan karena perhitungan tunjangan makan akan dilakukan secara otomatis.

Karyawan hanya cukup melaporkan kehadiran mereka dengan melakukan foto (absen) selfie di aplikasi yang sudah terpasang di ponsel masing-masing dengan menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS) dan face recognition. Nantinya e-absensi Hadirr, akan merekam dan menyimpan semua data kehadiran karyawan di database server cloud. Melalui penyimpanan awan ini, data absensi real-time akan digunakan sebagai dasar perhitungan tunjangan makan dan penggajian karyawan di aplikasi payroll Gadjian.

Keuntungannya, Hadirr dan Gadjian saling terintegrasi, sehingga hanya perlu data tunggal untuk kedua HRIS software online ini. Kalkulator Gadjian akan melakukan hitung gaji online secara otomatis, dengan memasukkan tunjangan makan sebagai salah satu komponen.

Otomatisasi sistem perhitungan ini tidak hanya meminimalkan kekeliruan, tetapi juga membuat pekerjaan HR dalam hitung-menghitung penggajian karyawan menjadi jauh lebih efisien. Sehingga alokasi waktu yang tersisa dapat digunakan untuk  pengembangan SDM perusahaan.

Baca Juga: Hitung Tunjangan Kehadiran Karyawan Remote Tanpa Repot

Perusahaan pun tidak perlu khawatir, karena sistem absensi online Hadirr memiliki sistem keamanan yang tangguh dengan menerapkan protokol enkripsi dengan akses privat ke pengguna untuk menjamin keutuhan dan kerahasiaan data, penyimpanan data selalu dicadangkan ke beberapa server di data center terpisah. Sehingga ketika perusahaan membutuhkan akses ke database, dapat dilakukan dengan aman.

Aplikasi Absensi Online Hadirr

Coba Gadjian Sekarang