Dalam dunia kerja, karyawan umumnya mendapatkan benefit atas pekerjaan yang telah dikerjakan dalam bentuk gaji pokok. Selain itu, dalam profesi sales terdapat skema komisi sales yang dihitung berdasarkan performa tim sales.

Skema kompensasi ini bisa dikatakan cukup menggiurkan karena bisa mendapatkan berkali-kali lipat dari gaji pokok.

Bagi Anda yang ingin mengetahui skema kompensasi sales, artikel berikut ini akan membahas secara lengkap tentang hal itu. Yuk, simak informasinya lebih lanjut!

Baca Juga: Menyusun Strategi Sales yang Efektif dengan Aplikasi Monitoring

Cara Membuat Skema Komisi Sales Berdasarkan Kompensasi Penjualan

Kompensasi tenaga sales biasanya dibagi menjadi  beberapa hal, yaitu:

1. Kompensasi Tetap

Kompensasi tetap terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap. Tunjangan tetap bisa berasal dari tunjangan jabatan atau tunjangan kesehatan.

Nominal kompensasi sales sebenarnya dipengaruhi oleh banyak faktor dan jumlahnya berkisar 50-70% dari gaji pokok. Hal ini dipengaruhi oleh produk yang dijual, nilai penjualan, merek produk, struktur organisasi tim sales, dan masih banyak lagi.

Satu hal yang harus dipertimbangkan ialah faktor kelayakan hidup tenaga sales agar ia dapat melaksanakan fungsi dari pekerjaan yang ia kerjakan dengan baik.

Sesuai namanya, kompensasi tetap harus dibayarkan dalam jumlah tetap (tidak berubah) setiap bulan (atau setiap minggu, tergantung dari periode pembayaran gaji atau kompensasi dalam kontrak kerja). Hal ini berdasarkan UU Ketenagakerjaan yang menerangkan nilai minimal upah tetap karyawan.

2. Kompensasi penjualan

Istilah kompensasi penjualan juga biasa disebut sebagai komisi atau insentif. Kompensasi sales penting diberikan kepada karyawan untuk memotivasi karyawan untuk terus meningkatkan penjualan.

Komisi ini merupakan cara perusahaan untuk memberi dorongan kepada tim sales agar berusaha sebaik mungkin menjual produk dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. 

Sebenarnya tidak ada formulasi yang baku untuk menentukan kompensasi kepada staf sales. Perusahaan dapat menentukan jenis skema mana yang paling cocok dan paling bisa mendapatkan banyak keuntungan bagi perusahaan.

Berikut ini beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan:

  • Nilai Kontrak Tahunan
  • Siklus penjualan (sales cycle)
  • Industri
  • Pasar (target market)
  • Margin Kotor (gross margin)
  • Strategi harga
  • Brand/merek perusahaan atau produk 
  • Strategi pemasaran (go to market atau GTM)
  • Struktur organisasi tim sales, dll.

Baca Juga: Sales Tracking System : Manfaat dan Cara Mengoptimalkannya

Jenis-Jenis Komisi Sales

skema komisi sales
Jenis-jenis komisi sales | Hadirr

Seperti telah disebutkan sebelumnya, skema kompensasi sales tidak memiliki cara penghitungan yang baku. Setiap perusahaan memiliki cara dan kebijakan yang berbeda-beda untuk menerapkannya.

Berikut ini adalah beberapa jenis struktur komisi sales yang sering ditemui di berbagai perusahaan:

a. Tiered Commission

Dalam skema kompensasi tiered commission, terdapat tingkatan tertentu dengan persentase komisi yang berbeda. Semakin besar target yang dicapai tenaga penjual, semakin tinggi tingkatan atau komisi yang didapat.

Skema ini bertujuan agar tenaga penjual terus termotivasi untuk mencapai target penjualan serta menerapkan kreativitas dan strategi yang beragam untuk mencapainya.

b. Straight Commission

Skema kompensasi ini dikenal dengan 100% commission. Artinya perusahaan akan memberikan penghasilan apabila agen penjual dapat melakukan penjualan.

Dengan begitu penghasilan karyawan sangat ditentukan oleh hasil penjualan dan jumlahnya tidak menentu. Hal ini dapat membuat persaingan lebih sengit antar karyawan. 

Skema ini juga biasanya diterapkan kepada pihak ketiga, vendor, ata freelance, bukan karyawan in-house. Skema ini digunakan untuk menghemat anggaran pengeluaran perusahaan karena tak perlu membayar uang gaji, pajak, alat operasional, dan hal lain yang selayaknya diberikan kepada karyawan in-house.

c. Revenue commission

Skema komisi tenaga sales dengan revenue commission biasanya lebih fokus pada tujuan bisnis daripada keuntungan yang didapat. Dalam perjanjian awal biasanya perusahaan akan menentukan jumlah komisi dalam bentuk persen dari revenue penjualan.

Contohnya, seorang tenaga penjualan berhasil mendapatkan revenue sebenar 100 juta rupiah. Perusahaan menetapkan commision rate sebesar 10%. Maka ia akan mendapat komisi sebesar 10 juta rupiah.

d. Gross margin commission

Skema komisi ini mirip dengan revenue commission. Bedanya, presentasi komisi didapat dari total profit dari suatu penjualan. Misalnya, agen penjual menjual produk seharga 100 ribu rupiah dengan harga pokok 60 ribu. 40 ribunya milik agen penjual.

e. Commission draw

Dalam skema komisi sales ini, setiap agen penjual akan diberikan jaminan bayaran setiap bulannya. Jadi, jika komisi yang didapat setiap bulannya lebih sedikit dari jaminan, agen penjual masih dapat mendapatkan komisi ditambah selisih komisi yang didapat dengan jaminan yang sudah ditetapkan.

Contohnya, jaminannya adalah 5 juta rupiah. Komisi yang didapat adalah 2 juta rupiah. Agen penjual masih tetap bisa menyimpan 2 juta dengan tambahan 3 juta, hasil selisih dari 5 juta dikurang 2 juta. Namun, uang jaminan tersebut perlu dibayar di kemudian hari.

f. Base rate commission

Skema komisi ini menetapkan agen penjual akan mendapat bayaran per jam meskipun tanpa ada produk yang terjual. Oleh karenanya, karyawan kurang termotivasi untuk melakukan hal lebih untuk perusahaan. Tidak heran jika sistem ini sudah tidak populer digunakan di perusahaan.

Baca Juga: Begini Cara Membuat KPI Sales dan Contohnya

Contoh Skema Komisi Sales

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah ilustrasi skema kompensasi untuk tenaga penjual di PT. Sumber Makmur Jaya.

Kompensasi take home pay Rp. 9.700.000 per bulan (70% kompensasi tetap, 30% komisi) setelah dikurangi PPh 21 sebesar Rp. 300.000. Bisa dijabarkan penghasilan tenaga penjual di PT. Sumber Makmur Jaya adalah:

Gaji Pokok + Tunjangan Tetap:

Rp. 7.000.000

Komisi:

Rp. 3.000.000 per bulan jika tenaga sales mencapai target penjualan

Target penjualan:

Setiap anggota tim sales harus menjual 50 kontrak baru per tahun untuk mencapai target penjualan Rp 10 miliar.

skema komisi sales
Slip gaji tim sales dengan skema komisi sales | Hadirr

Baca Juga: Cara Membuat KPI Karyawan dan Contoh Perhitungannya

Tujuan utama dari penyusunan kompensasi tim sales yaitu mengembangkan budaya yang didorong oleh kinerja, maka penting untuk menerapkan disiplin kerja tim sales yang baik.

Peran aplikasi seperti Hadirr dapat membantu Sales Manager untuk memantau kedisiplinan, kinerja, dan produktivitas tim sales dan tim lapangan lainnya, sehingga target penjualan perusahaan dapat tercapai. Hadirr juga memiliki fitur Hadirr Sales yang dapat memantau pipeline dan kinerja sales perusahaan Anda.

Tak heran aplikasi Hadirr menjadi andalan bagi ribuan perusahaan Indonesia, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar, untuk meningkatkan performa kinerja tim sales.

Aplikasi Hadirr juga dapat membantu monitoring aktivitas kunjungan klien, mengatur pembagian tugas, menyajikan laporan canvassing otomatis, mencatat kehadiran secara online, dan mengelola reimbursement online.

Tentu hal ini dapat menjadi cara yang praktis dan efisien bagi Sales Manager untuk mengatur dan mengelola agen penjualnya. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, segera berlangganan Hadirr!

Aplikasi Absensi Online Hadirr

Anda juga dapat mempelajari lebih lanjut tentang cara membuat skema komisi sales berdasarkan kompensasi penjualan di Gadjian Academy.

Writer: ANIS

Annisa Nur I.
Content Writer at Hadirr