Tunjangan kehadiran karyawan adalah salah satu tunjangan tidak tetap yang biasanya diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya. Tunjangan ini dimasukkan ke dalam kategori tunjangan tidak tetap, karena besarnya jumlah tunjangan, tidak tetap, tergantung jumlah kehadiran karyawan tersebut.

Contoh tunjangan kehadiran adalah tunjangan transportasi (diberikan sebagai pengganti biaya transportasi menuju tempat kerja) dan tunjangan makan (diberikan sebagai pengganti uang makan siang).

Sesuai namanya, tunjangan kehadiran, jika karyawan hadir ke tempat kerja, akan mendapatkan tunjangan tersebut. Namun, apabila karyawan tidak masuk kerja, tidak mendapatkan tunjangan tersebut.

Baca Juga: Absensi Berbasis GPS, Solusi Terbaik Kelola Kehadiran Karyawan

Penghitungan Tunjangan Kehadiran

Cara menghitung kehadiran karyawan yang mendapatkan tunjangan tidak tetap, tentu berbeda. Tunjangan makan dan tunjangan transportasi harus dihitung terpisah berdasarkan jumlah kehadiran karyawan tersebut.

Sebagai contoh, penghitungan gaji dan tunjangan kehadiran seorang karyawan, seperti ini: 

Upah pokok Rp5.000.000

Tunjangan tetap Rp500.000

Tunjangan tidak tetap (kehadiran) Rp50.000 per hari.

Jumlah hari kerja dalam satu bulan adalah 20 hari.

Apabila karyawan tersebut tidak masuk kerja selama 4 hari, tunjangan kehadirannya yaitu:

16 hari kerja x Rp50.000 = Rp800.000

Jadi total gaji atau pendapatan karyawan tersebut di bulan itu adalah:

Upah pokok + tunjangan tetap + tunjangan kehadiran

Rp5.000.000 + Rp500.000 + Rp800.000 = Rp6.300.000

Penghitungan ini akan berubah-ubah setiap bulan. Sebab, kadang-kadang karyawan tersebut masuk kerja selama 20 hari penuh. Di lain waktu, mungkin saja karyawan tersebut mengambil cuti selama beberapa hari.

Penghitungan Manual yang Rumit

Adanya upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap, akan membuat bagian payroll bekerja secara ekstra. Terlebih jika jumlah karyawan di perusahaan tersebut berjumlah ratusan atau lebih banyak lagi.

Tentu saja penghitungan yang berbeda-beda antara karyawan yang satu dengan yang lain, dan tunjangan tidak tetap yang berubah-ubah, tidak mudah dilakukan secara manual.

Kerumitan ini akan bertambah apabila sistem absensi masih menggunakan cara manual, terutama pada karyawan bagian marketing. Seperti karyawan lain, karyawan bagian marketing harus melaporkan kehadiran dengan cara fingerprint di kantor.

Baca Juga: Aturan Lengkap Tunjangan Shift Malam

Di satu sisi, karyawan bagian marketing mobilitasnya tinggi. Mereka sering kali harus langsung bertemu klien di tempat lain atau melakukan kunjungan ke kantor klien. Itu berarti akan sangat tidak efisien apabila mereka harus ke kantor terlebih dahulu untuk melakukan laporan kehadiran. Waktu dan energi mereka akan terbuang apabila harus ke kantor hanya untuk melakukan absensi manual.

Di sisi lain, kalau mereka tidak datang ke kantor untuk melakukan laporan kehadiran, akan menyulitkan penghitungan tunjangan di perusahaan, terutama tunjangan absensi. Akibatnya, pihak payroll akan semakin repot menghitung tunjangan tidak tetap karyawan tersebut, setiap akhir bulan.

Jadi, ada dua masalah yang muncul, yaitu sistem absensi dan sistem penghitungan tunjangan absensi.

Solusinya adalah mengubah absensi dan penghitungan tunjangan kehadiran, dari sistem manual menjadi aplikasi absensi sistem digital atau otomatis.

Hadirr dan Gadjian dengan Fitur Absensi dan Penghitungan Jam Kerja Otomatis

Hadirr adalah aplikasi absensi berbasis cloud. Aplikasi ini sangat memudahkan proses pekerjaan terutama bagian payroll. Aplikasi Hadirr memungkinkan payroll menarik data absensi karyawan, langsung secara digital, kapan pun diperlukan.

Sebagai pemilik perusahaan atau person in charge di bagian HRD, Anda bisa langsung memantau kehadiran pada karyawan, secara real time. Anda bisa mengetahui lokasi karyawan berada, karena fitur Hadirr terhubung dengan GPS.

Baca Juga: 4 Contoh Laporan HRD Excel yang Wajib Anda Tahu

Aplikasi Hadirr juga memudahkan karyawan. Sebab, mereka bisa melakukan pelaporan daftar hadir dari mana pun, tanpa harus datang ke kantor. Sistem pelaporan kehadiran dilakukan menggunakan ponsel karyawan masing-masing.

Jadi, karyawan yang mobilitasnya tinggi seperti bagian marketing, tidak harus datang ke kantor hanya untuk melakukan laporan kehadiran.

Aplikasi Absensi Online Hadirr

Selain aplikasi Hadirr, ada aplikasi Gadjian. Aplikasi ini membantu Anda dalam mencatat kehadiran karyawan. Aplikasi inilah yang bisa memudahkan dalam menghitung tunjangan kehadiran berdasarkan jumlah hari masuk karyawan.

Dengan aplikasi Gadjian, Anda tidak perlu menghitung jumlah hari kerja semua karyawan secara manual.

Kedua aplikasi ini, yaitu Hadirr dan Gadjian, sudah seharusnya digunakan oleh perusahaan. Cara download aplikasi karyawan ini juga mudah. Bagaimanapun, hal-hal yang bersifat digital seperti ini, banyak pengaruhnya untuk memudahkan dan mengembangkan perusahaan.

Coba Gadjian Sekarang