Salah satu peraturan perusahaan yaitu umumnya mewajibkan karyawan untuk tetap hadir di kantor (work from office/ WFO). Namun di situasi pandemi saat ini berlaku pengecualian, karena karyawan harus bekerja di rumah masing masing (work from home/ WFH). Kehadiran karyawan menjadi salah satu faktor dalam perhitungan penilaian kinerja. Karyawan yang jarang izin, masuk dan memulai kerja secara tepat waktu, serta pulang sesuai jam yang ditentukan umumnya mendapatkan penilaian yang positif. Walaupun sebenarnya hal tersebut bukan satu-satunya penilaian yang digunakan, namun setidaknya karyawan sudah menunjukkan komitmen dan kemauan untuk bekerja.

Kejujuran dan kemauan kerja yang tinggi menjadi faktor utama dalam perekrutan pegawai baru dibanding dengan kecakapan yang bisa dilatih. Terdapat kasus di beberapa perusahaan mengenai calon karyawan yang berpengalam namun tidak diangkat menjadi pegawai tetap karena memiliki catatan absensi yang kurang baik, seperti sering tidak masuk kerja, terlambat ataupun kembali ke kantor melebihi jam istirahat

Baca Juga: Aturan New Normal Menkes, Perusahaan Perlu Sediakan Vitamin C

Perusahaan yang sektor usaha ataupun jenis pekerjaannya menuntut kehadiran karyawan memberlakukan jam kerja yang ketat dan hal tersebut merupakan hal yang tepat. Karena apabila jam kerja tidak dilakukan dengan tepat akan mengakibatkan bisnis perusahaan akan terganggu. Misalnya apabila terdapat karyawan yang terlambat selama WFH maupun WFO menyebabkan klien tidak terlayani dengan baik. Ataupun apabila karyawan mangkir kerja secara berturut-turut akan berakibat target harian divisi tidak tercapai.

Namun, ada beberapa jenis pekerjaan yang tidak membutuhkan kehadiran karyawannya, misalnya sales. Tenaga sales biasanya diberi pengecualian untuk tidak selalu hadir ke kantor namun hanya diwajibkan hadir ke kantor dua atau tiga hari dalam seminggu. Pengecualian tersebut diberikan karena tenaga sales biasanya menghabiskan sebagian besar jam kerja di lapangan. Karena itu, perusahaan melihat hasil kerja sales berdasarkan target bukan jam kerja.

Kehadiran karyawan baik di kantor atau di lapangan merupakan hal yang cukup penting karena bisnis perusahaan tidak dapat berjalan tanpa adanya tenaga kerja. Untuk itu perusahaan perlu melakukan monitoring kehadiran karyawan. Perusahaan yang masih menggunakan absensi fingerprint akan menyulitkan karyawan karena penggunaan absen tersebut sangat tidak fleksibel dan hanya bisa diakses di kantor. 

Namun perusahaan yang telah menggunakan sistem kehadiran online, dapat mengakomodasi absensi karyawan yang bekerja di luar kantor. Perusahaan Anda bisa mencoba aplikasi absensi online Hadirr yang berbasis cloud sehingga memungkinkan absensi karyawan dapat dilakukan di berbagai lokasi berbeda yang telah disetujui. Dan sangat bermanfaat apabila perusahaan Anda memiliki kantor cabang yang cukup banyak, sehingga monitoring kehadiran karyawan dapat dilakukan di manapun secara real-time.

Baca Juga: Teknologi Cloud Bisa Bantu UKM di Kala Pandemi Covid-19

Sistem pencatatan absensi dilengkapi dengan teknologi Global Positioning System (GPS) untuk mengetahui lokasi tempat absensi karyawan. Serta dilengkapi pula dengan teknologi face recognition yang akan mencocokkan foto selfie karyawan saat clock in dengan data karyawan yang sudah tersimpan sebelumnya. Aplikasi Hadirr juga dilengkapi dengan fitur reimbursement yang memudahkan karyawan. Dengan begitu memantau kehadiran karyawan di kantor maupun yang memiliki mobilitas tinggi dapat dilakukan secara mudah dengan aplikasi Hadirr.

Aplikasi Absensi Online Hadirr