10 Daftar Perusahaan FnB di BEI untuk Analisis Strategi Bisnis dan Evaluasi
Industri food and beverage (F&B) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Banyak perusahaan F&B kini telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga menarik perhatian investor dan pelaku usaha yang ingin memanfaatkan peluang bisnis di sektor ini.
Namun, pertumbuhan yang pesat juga membawa tantangan tersendiri. Persaingan semakin ketat, biaya operasional tinggi, dan kebutuhan inovasi produk pun terus meningkat. Hal ini menuntut manajemen bisnis yang matang agar perusahaan tetap kompetitif.
Melalui daftar perusahaan FnB di BEI, pelaku usaha bisa melihat performa dan strategi para pemain besar di pasar. Informasi ini berguna untuk menilai tren industri, mengidentifikasi peluang, serta memahami risiko yang mungkin muncul.
Dengan memahami strategi dan tantangan perusahaan F&B publik, Anda bisa mengevaluasi bisnis sendiri dan merancang langkah pengembangan yang lebih efektif. Yuk, simak artikel ini untuk dapatkan insight praktis bagi pertumbuhan bisnis FnB Anda!
Tren Pertumbuhan Sektor FnB di BEI

Sebagai pelaku usaha yang baru terjun, atau bagi yang ingin memulai bisnis F&B, memahami tren pertumbuhan sektor FnB sangat penting. Sebab, data industri ini dapat membantu Anda merancang strategi yang lebih tajam dan realistis dalam menghadapi persaingan.
Sektor FnB di Indonesia masih menunjukkan performa positif pada 2025. Berdasarkan Insight Kontan, industri FnB mencatat realisasi investasi yang signifikan di kuartal-I 2025. Hal ini menandakan minat investor terhadap potensi pertumbuhan industri ini.
Selain investasi yang meningkat, pertumbuhan industri FnB domestik diperkirakan mampu mencapai lebih dari 6% pada 2025. Mengacu pada Industri Kontan, angka ini menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap produk F&B masih cukup tinggi, meskipun terjadi pergeseran tren konsumsi masyarakat.
Kabar baik lainnya datang dari peran strategis industri F&B dalam perekonomian nasional. Sektor ini memberikan kontribusi besar terhadap output industri nonmigas dan memiliki nilai ekspor yang terus tumbuh. Dengan kontribusi yang kuat ini, banyak perusahaan F&B di BEI mendapatkan peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas pasar.
Bagi pelaku usaha, tren tersebut membuka peluang untuk belajar dari model bisnis perusahaan publik. Anda bisa mengevaluasi strategi mereka dalam hal inovasi produk, ekspansi distribusi, dan efisiensi operasional.
Baca Juga: 9 Current Trends in Indonesia’s Food & Beverage Industry
Dengan demikian, insight dari daftar perusahaan F&B di BEI bukan hanya data semata, tetapi juga alat evaluasi yang membantu Anda menyusun strategi bisnis yang lebih matang.
Daftar Perusahaan F&B di BEI dan Insight untuk Evaluasi Bisnis

Berikut adalah daftar perusahaan F&B di BEI yang paling populer dan bisa menjadi barometer industri kuliner di Indonesia.
1. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
PT Indofood Sukses Makmur Tbk adalah perusahaan makanan dan minuman terkemuka di Indonesia dengan portofolio sangat luas, termasuk mie instan, produk susu, makanan ringan, bumbu, hingga minuman. Perusahaan ini dikenal sebagai pemain utama industri F&B di pasar domestik dan internasional.
Strategi utama Indofood adalah diversifikasi produk dan pemasaran untuk menjangkau berbagai segmen konsumen. Perusahaan menerapkan strategi marketing mix yang mencakup produk, harga, tempat, dan promosi secara terintegrasi sehingga produk mereka dikenali di berbagai segmen pasar.
Selain itu, Indofood juga membangun jaringan distribusi yang ekstensif sampai ke daerah-daerah terpencil di Indonesia, memadukan distribusi tradisional dan modern. Strategi ini memastikan produk tersedia luas dengan efisiensi logistik yang optimal, sekaligus memperkokoh posisi merek di pasar domestik maupun global.
2. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
PT Mayora Indah Tbk adalah perusahaan F&B besar yang memproduksi makanan ringan, kopi, permen, dan produk lainnya yang dikenal luas masyarakat. Dalam daftar perusahaan F&B di BEI, Mayora menonjol lewat kekuatan merek seperti Kopiko, Beng-Beng, dan Roma yang juga diekspor ke berbagai negara.
Salah satu strategi Mayora adalah inovasi produk berkelanjutan dan diversifikasi portofolio untuk menjangkau berbagai segmen pasar. Perusahaan terus mengembangkan varian baru sekaligus mempertahankan produk lama agar tetap relevan dengan preferensi konsumen.
Selain itu, Mayora menjalankan distribusi multi–channel yang mencakup ritel modern, pasar tradisional, dan platform e-commerce. Pendekatan ini membuat produk mereka mudah diakses konsumen dari berbagai daerah sekaligus memperkuat brand awareness secara nasional.
3. PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ)
PT Ultrajaya Milk Industry Tbk merupakan pemain utama di industri susu Indonesia, terutama pada produk susu UHT yang memimpin pangsa pasar. Perusahaan ini dikenal karena kualitas produknya dan jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia.
Strategi bisnis Ultrajaya menekankan perluasan pasar dan pengembangan produk, terutama untuk mempertahankan posisi kompetitif menghadapi tekanan dari merek lokal dan global. Perusahaan juga fokus pada peningkatan kapasitas produksi.
Selain itu, ULTJ menjaga efisiensi operasional dan kontrol kualitas pada setiap tahap produksi sehingga konsistensi produk tetap terjaga meski permintaan meningkat. Selain itu, pengakuan merek dan loyalitas konsumen menjadi aset penting dalam mempertahankan posisi pasar.
4. PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
PT Akasha Wira International Tbk dikenal sebagai produsen air minum dalam kemasan dan minuman lainnya di Indonesia. Perusahaan ini menjadi bagian dari daftar perusahaan F&B di BEI yang bergerak di segmen minuman kebutuhan sehari-hari.
Strategi ADES menekankan efisiensi distribusi dan brand consistency untuk memperkuat loyalitas pelanggan. Dengan jaringan distribusi yang merata, ADES memastikan produknya tersedia di berbagai wilayah.
Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan kerja sama dengan mitra distribusi dan marketing campaign yang konsisten untuk menjaga relevansi merek. Pendekatan ini membantu ADES mendorong pertumbuhan penjualan pada segmen minuman mass market.
5. PT Siantar Top Tbk (STTP)
PT Siantar Top Tbk adalah produsen makanan ringan berbasis tepung terigu dan produk confectionery yang dikenal luas di pasar domestik. Produk mereka tersedia melalui jaringan distribusi modern dan tradisional di seluruh Indonesia.
Strategi utama STTP adalah penekanan pada kualitas produk dan inovasi kemasan. Perusahaan terus menghadirkan varian rasa baru dan kemasan menarik agar tetap kompetitif di pasar yang dinamis.
Selain itu, STTP juga mengembangkan ekspansi distribusi dan digital marketing untuk memperluas jangkauan pasar. Kolaborasi dengan berbagai channel penjualan juga membantu perusahaan mempertahankan visibilitas merek di berbagai segmen konsumen.
6. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD)
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk adalah salah satu daftar perusahaan F&B di BEI yang fokus pada makanan ringan, minuman, dan confectionery. Beberapa produk mereka, seperti Gery dan Chocolatos, dikenal luas di pasar domestik dan ekspor.
Strategi utama Garudafood adalah inovasi produk dan penguatan merek. Dalam hal ini, perusahaan rutin meluncurkan varian baru sesuai tren konsumen sambil menjaga kualitas produk lama untuk mempertahankan loyalitas.
Selain itu, Garudafood mengoptimalkan distribusi melalui channel modern dan tradisional. Mereka juga memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen lebih luas dan meningkatkan penjualan.
Baca Juga: Tips Memilih Sales Performance Software dari Budget Hingga Integrasi
7. PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP)
Campina merupakan produsen es krim lokal yang sudah berdiri sejak 1972. Perusahaan ini fokus memproduksi berbagai jenis es krim seperti stik, cup, cone, maupun produk keluarga yang dikenal luas masyarakat Indonesia.
Strategi Campina berfokus pada inovasi produk dan perluasan varian rasa agar tetap relevan di pasar yang kompetitif. Mereka terus menciptakan produk baru sesuai selera konsumen dan tren pasar.
Selain itu, Campina memperkuat posisi pasar melalui jaringan distribusi yang luas, menjangkau berbagai channel bisnis ritel di Indonesia. Pendekatan ini membantu perusahaan mempertahankan kehadiran merek yang kuat di segmen es krim nasional.
8. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)
Nippon Indosari Corpindo dikenal sebagai produsen roti terbesar di Indonesia dengan merek “Sari Roti” yang sangat populer. Perusahaan ini menjadi bagian daftar perusahaan F&B di BEI yang punya banyak pabrik di berbagai wilayah untuk memastikan produk mereka tersebar luas di pasar domestik.
Strategi utama perusahaan ini adalah penetrasi pasar yang dalam dan distribusi masif. Dengan jaringan pabrik di banyak kota, mereka dapat memastikan pasokan roti yang cepat dan segar ke berbagai wilayah.
Selain itu, perusahaan juga fokus pada standar kualitas yang tinggi dan keamanan pangan agar tetap dipercaya oleh konsumen. Strategi ini membantu Sari Roti menjaga loyalitas pelanggan di pasar roti massal yang kompetitif.
9. PT Sekar Bumi Tbk (SKBM)
Sekar Bumi adalah perusahaan yang bergerak di produk makanan beku, termasuk seafood olahan dan produk-produk beku seperti dumpling serta spring roll. Mereka dikenal dengan berbagai merek di segmentasi frozen food.
Strategi Sekar Bumi menekankan spesialisasi produk beku berkualitas yang menghadirkan convenience bagi konsumen. Sebab, saat ini frozen food semakin populer karena mudah disiapkan dan memiliki umur simpan lebih panjang.
Selain itu, perusahaan fokus pada perluasan saluran penjualan ke supermarket dan outlet modern lain untuk meningkatkan pasar. Selain itu, mereka juga mengembangkan kemitraan distribusi untuk membantu memperluas jangkauan produk di pasar domestik.
10. PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)
Tiga Pilar Sejahtera Food merupakan salah satu daftar perusahaan F&B di BEI yang bergerak di berbagai segmen makanan, termasuk pengolahan beras, mie, serta snack dan produk lain yang menjadi bagian dari kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Perusahaan ini menerapkan strategi diversifikasi lini produk untuk menjangkau banyak segmen konsumen. Selain produk makanan utama, perusahaan ini juga berekspansi dengan mengakuisisi bisnis lain yang relevan.
Selain itu, Tiga Pilar Sejahtera Food juga menekankan pengembangan teknologi produksi agar operasional lebih efisien. Pendekatan ini membantu mereka mempertahankan daya saing di industri makanan yang padat persaingan.
Tantangan dalam Mengelola Bisnis F&B

Dalam mengelola bisnis F&B, mengatur karyawan dan membangun struktur manajemen F&B yang efisien merupakan tantangan utama bagi pelaku usaha. Sebab, seiring pertumbuhan cabang dan jumlah staf, koordinasi operasional menjadi semakin kompleks.
Baca Juga: Panduan Lengkap Mengelola Karyawan dan Sales Multi Cabang
Berikut beberapa tantangan yang sering dihadapi pelaku usaha F&B:
- Koordinasi Tim yang Kompleks: Mengatur karyawan F&B di banyak cabang membuat komunikasi dan pengawasan tugas semakin menantang. Tanpa sistem terstruktur, pembagian kerja berisiko tidak jelas dan tugas mudah terabaikan.
- Pengelolaan Absensi dan Kehadiran: Pengelolaan karyawan F&B secara manual rentan menimbulkan kesalahan. Dalam hal ini, sistem absensi yang tidak akurat dapat mengganggu jadwal dan perhitungan gaji.
- Struktur Organisasi F&B yang Tidak Jelas: Kurangnya pembagian tugas yang terdefinisi dengan baik dapat menimbulkan kebingungan tanggung jawab. Hal ini berpotensi menurunkan produktivitas tim.
- Kontrol Kualitas Layanan dan Produk: Semakin banyak outlet, semakin sulit menjaga konsistensi kualitas makanan, minuman, dan layanan pelanggan. Kualitas yang menurun dapat berdampak langsung pada reputasi bisnis.
- Evaluasi Kinerja Karyawan: Tanpa sistem terintegrasi, penilaian karyawan menjadi sulit. Akibatnya, strategi pengembangan SDM kurang efektif dan tidak tepat sasaran.
Strategi Efisien dalam Mengelola Operasional Perusahaan F&B
Jika melihat daftar perusahaan F&B di BEI, satu kesamaan yang bisa dipelajari adalah fokus mereka pada efisiensi operasional. Sebab, skala bisnis yang besar menuntut sistem kerja rapi, terutama dalam mengatur karyawan dan aktivitas lapangan. Bagi pelaku usaha, strategi ini bisa menjadi tips bisnis F&B yang relevan untuk diterapkan sejak dini.
Salah satu langkah penting adalah melakukan otomasi proses dasar. Dalam hal ini, mengandalkan absensi manual berisiko menimbulkan kesalahan dan sulit dipantau. Oleh karena itu, banyak perusahaan mulai beralih ke absensi digital berbasis GPS dan face recognition.
Selain kehadiran, aktivitas sales dan distribusi juga perlu diawasi secara terpusat. Dalam proses ini, perlu diterapkan monitoring sales, status pengiriman, hingga klaim reimbursement secara online membuat alur kerja lebih transparan. Cara ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memudahkan evaluasi performa tim lapangan.
Selain itu, pengelolaan data karyawan juga menjadi faktor penentu efisiensi. Dengan data analitik, manajemen dapat menilai produktivitas, pola kehadiran, hingga kebutuhan penyesuaian jadwal kerja. Insight ini sangat membantu dalam menyusun keputusan berbasis data.
Untuk mendukung strategi tersebut, penggunaan aplikasi manajemen karyawan seperti Hadirr dapat menjadi solusi praktis. Hadirr membantu perusahaan F&B mengelola absensi online, monitoring aktivitas sales lapangan, hingga pelaporan real-time dalam satu platform.
Dengan sistem terintegrasi, operasional bisnis menjadi lebih terkontrol dan siap berkembang secara berkelanjutan.
Kelola Bisnis F&B Lebih Efisien dengan Solusi Digital Hadirr

Melihat daftar perusahaan F&B di BEI, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh produk dan strategi pemasaran. Perusahaan F&B yang mampu bertahan dan berkembang umumnya memiliki sistem operasional yang rapi, terutama dalam mengelola karyawan dan aktivitas lapangan.
Bagi pelaku usaha F&B, tantangan serupa juga akan muncul seiring bertambahnya outlet, tim, dan area distribusi. Oleh karena itu, penggunaan teknologi menjadi langkah penting untuk memastikan operasional tetap terkendali dan efisien.
Untuk mendukung pengelolaan tim yang semakin kompleks, Hadirr menyediakan fitur monitoring sales lapangan yang membantu Anda mengawasi aktivitas tim secara real-time. Setiap kunjungan client, proses canvassing, hingga laporan penjualan tercatat langsung dalam sistem.
Selain aktivitas lapangan, fitur absensi online Hadirr membantu memastikan kedisiplinan karyawan di setiap outlet. Dengan absensi berbasis selfie, face recognition, dan GPS, Anda dapat pencatatan kehadiran karyawan yang akurat tanpa risiko manipulasi.
Untuk bisnis F&B dengan jam operasional panjang, Hadirr memiliki fitur pengaturan shift kerja yang memudahkan penyusunan jadwal karyawan secara terstruktur. Sistem ini membantu mengatur rotasi shift, mencegah bentrok jadwal, dan memastikan kebutuhan tenaga kerja setiap outlet tetap terpenuhi.
Dengan fitur Hadirr, Anda dapat mengoptimalkan operasional bisnis agar siap tumbuh dan bersaing seperti perusahaan F&B terdepan di BEI.
Jadi, tunggu apa lagi? Saatnya mengelola bisnis F&B secara lebih profesional dan terintegrasi. Coba demo akun Hadirr gratis sekarang!

