Setiap perusahaan memiliki hak untuk mengelola jam kerja karyawan. Meskipun demikian, sistem shift kerja karyawan sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan tahun 2003.

Dengan adanya aturan ini, perusahaan memiliki panduan dalam penentuan jam kerja karyawan mereka.

Bagaimana isinya? Dan bagaimana upaya sebuah perusahaan agar bisa mengatur jam kerja karyawan tapi tetap mengikuti peraturan yang berlaku?

Baca Juga: Bagaimana Aturan Jam Kerja Depnaker?

Apa Itu Peraturan Shift Kerja?

Shift kerja adalah ketentuan jam kerja yang ditentukan oleh perusahaan dengan tujuan untuk memaksimalkan produktivitas penjualan.

Sistem shift kerja biasanya berputar setiap 24 jam sekali. Nah, dalam 24 jam tersebut akan ada pergantian shift pada jam tertentu. Biasanya terjadi di pagi, malam, atau siang hari.

Namun, jenis shift kerja tersebut hanya berlaku di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang industri tertentu saja.

Peraturan Shift Kerja Menurut Undang-Undang

sistem shift kerja
Ketentuan peraturan sistem shift kerja | Hadirr

Ketentuan shift kerja yang diatur dalam undang-undang sebenarnya dituliskan secara tersirat saja. Walaupun peraturan jam kerja Depnaker 2021 tidak ditulis secara eksplisit, tapi jika disimpulkan, kira-kira beginilah peraturan shift kerja menurut UU Cipta Kerja, yaitu PP Nomor 35 Tahun 2021 dan UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

  1. Dalam 1 minggu, setiap shift hanya boleh diberikan jam kerja maksimal 7 jam untuk 6 hari kerja atau 8 jam untuk 5 hari kerja.
  2. Akumulasi jam kerja dalam satu minggu bagi setiap karyawan tidak boleh melebihi 40 jam.
  3. Jika ada pekerja yang bekerja melebihi 7 atau 8 jam dalam satu hari atau melebihi 40 jam dalam seminggu, maka jam kerja tersebut harus dihitung sebagai waktu lembur dengan syarat perusahaan mengeluarkan surat perintah.

Dengan aturan di atas, pemerintah percaya bahwa produktivitas pekerja pun akan bisa lebih terjaga. Meskipun peraturan di atas sudah berlaku dan wajib untuk diikuti, tapi ada beberapa bidang usaha tertentu yang bisa terlepas dari pengaturan shift kerja 24 jam di atas yang sudah diatur oleh undang-undang.

Industri yang memang jam operasionalnya 24 jam seperti media massa, transportasi, pemadam kebakaran, sektor kesehatan, dan berbagai jenis layanan masyarakat lainnya diperbolehkan untuk menetapkan jadwal shift kerja sesuai kebutuhan perusahaan.

Singkatnya, aturan di atas dibuat haya sebagai dasar untuk menghitung jam kerja karyawan. Untuk benar-benar menentukan sistem shift kerja, semuanya tergantung pada perjanjian kerja karyawan dengan perusahaan.

Baca Juga: Tiga Cara Menentukan Gaji Pokok Karyawan

Bagaimana Cara Merekrut Karyawan untuk Sistem Kerja Shift?

Merekrut karyawan yang harus bekerja dengan sistem shift memang bukan perkara mudah. Pasalnya, banyak calon karyawan yang hanya mau bekerja mengikuti aturan jam kerja yang sudah ditetapkan pemerintah atau setidaknya jam kerja dan hari libur yang jelas.

Salah satu caranya adalah dengan meyakinkan karyawan bahwa meskipun jam kerja diberlakukan dengan sistem shift, tapi perusahaan tidak menyalahi aturan jam kerja dari pemerintah, yaitu melebihi 40 jam dalam seminggu.

Jika memang karyawan diharuskan untuk bekerja di luar jam kerja tersebut, maka perusahaan juga harus siap untuk memberikan kompensasi lembur bagi karyawan yang bersangkutan. Intinya, staff HR harus bisa membujuk dan meyakinkan calon karyawan untuk bekerja dengan sistem shift.

Jenis-Jenis Shift Kerja

Berdasarkan penjelasan di atas, ada satu kali perputaran shift selama 24 jam. Nah, rotasi atau perputaran inilah yang merupakan jenis-jenis dari shift kerja. Untuk lebih detailnya, perhatikan penjelasannya di bawah ini.

Shift Kerja Pagi dan Sore

Pergantian pekerja pada jam ini sangat umum ditemukan pada perusahaan tertentu. Pekerja yang biasa mengalami pertukaran shift pagi dan sore adalah pelayan restoran, SPG swalayan, satpam, supir angkutan antar kota dan lain sebagainya.

Shift kerja pagi dan sore ini bisa ditentukan sesuai dengan bidang bisnis Anda. Terkadang, pekerja yang bekerja dengan sistem shift juga tidak mendapatkan hari libur di tanggal merah atau bahkan bisa bekerja satu minggu penuh.

Shift Malam

Shift malam biasanya diberlakukan pada sektor industri dengan jam operasional 24 jam. Shift malam selalu bermula di malam hari dan berakhir di pagi hari. Pada umumnya, shift malam dimulai sejak pukul 20:00 – 03:00 atau bisa juga di pukul 23:00 hingga 07:00.

Baca Juga: Aturan Lengkap Tunjangan Shift Malam

Tips untuk Membuat Jadwal Shift Kerja

membuat jadwal kerja
Tutorial cara membuat jadwal kerja | Hadirr

Mengatur shift kerja beberapa karyawan sekaligus pasti sudah membuat Anda pusing duluan. Tenang! Kami akan bantu Anda dengan cara membuat jadwal kerja yang baik. Yuk, ikuti tipsnya di bawah ini, ya!

Jangan Pernah Abaikan Hari Libur Karyawan

Satu hal yang perlu Anda ingat jika Anda memang ingin memberlakukan sistem shift kepada karyawan, yaitu karyawan Anda juga manusia yang membutuhkan istirahat. Berikanlah karyawan waktu istirahat setidaknya satu hari full dalam satu minggu.

Catat Waktu Masuk dan Keluar Karyawan

Poin ini bermanfaat untuk Anda melihat kinerja karyawan. Selain itu, jam operasional akan lebih mudah terpantau jika karyawan mengisi form masuk dan keluar. Dengan begitu, jadwal shift pun akan mudah untuk dibuat.

Konsisten dalam Memilih Jam Kerja dengan Sistem Shift

Kalau Anda konsisten menetapkan jam kerja dalam satu shift, karyawan tidak akan kesulitan untuk mengatur kegiatannya sehari-hari. Hal ini tentu saja akan sangat membantu dan merupakan sebuah privilege bagi seorang karyawan.

Berikan Jam Kerja yang Manusiawi untuk Pekerja

Memberlakukan jam kerja yang berlebihan kepada karyawan tidak akan pernah dibenarkan apa lagi kalau karyawan tidak mendapatkan kompensasi lembur. Misal, Anda menetapkan jam kerja 3 shift pada satu orang untuk satu hari.

Maka, sudah jelas, ya kalau jam kerja seperti itu tidak manusiawi, karena pada dasarnya manusia memiliki batas dan kapasitas energinya masing-masing. Memperhatikan kapan saja saat-saat pekerja Anda produktif dan tidak produktif juga penting untuk dilakukan.

Gunakan Aplikasi Kelola Shift Kerja Karyawan

Untuk memudahkan Anda dalam membuat jadwal kerja karyawan, Anda bisa menggunakan aplikasi Hadirr agar pembagian shift pegawai bisa terbagi seadil-adilnya.

Fitur absensi online dari Hadirr bisa meringankan pekerjaan Anda sebagai staff HR seperti memonitor kehadiran karyawan, memperhatikan jam keluar/masuk karyawan, membuat jadwal shift dan lain sebagainya.

Hadirr: Aplikasi Kelola Shift Kerja Karyawan dengan Fitur Komplit

Aplikasi Jadwal Kerja
Aplikasi Jadwal Kerja Hadirr

Mengelola jadwal shift kerja karyawan sekarang sudah gak pakai ribet lagi buat sheets di excel lagi, karena ada aplikasi shift kerja android Hadirr yang menyediakan Anda fitur-fitur bermanfaat. Pegawai bisa mencatat report harian di timesheet online dan HR bisa memantau kinerja mereka dalam sehari.

Selain itu, ada pula fitur absensi digital yang akan memudahkan HR mengelola jam kerja dan shifting karyawan sesuai dengan sistem shift kerja yang diberlakukan perusahaan.

Baca Juga: Absensi Kehadiran Online : Ini Rekomendasi Penyedia Layanannya

Bersama Hadirr, cara membuat jadwal kerja yang konvensional sudah gak berlaku lagi, deh. Kalau sebelumnya Anda mengatur lembur karyawan secara manual, dengan aplikasi Hadirr, Anda bisa menentukan jam lembur dengan hitungan yang akurat. Yuk, coba gratis Hadirr sekarang!

Aplikasi Absensi Online Hadirr

Writer: ADR

Alfi Dini R.
Content Writer at Hadirr