Cara Menentukan Manpower Forecasting untuk Perencanaan yang Lebih Akurat
Manpower forecasting kini jadi pondasi penting dalam perencanaan tenaga kerja. Melalui pendekatan berbasis data, perusahaan dapat memperkirakan kebutuhan karyawan sesuai arah pertumbuhan bisnis. Proses ini membantu HR memahami siapa yang dibutuhkan, kapan dibutuhkan, dan dengan skill apa.
Tanpa forecasting yang tepat, perusahaan berisiko menghadapi kekurangan staf saat beban kerja meningkat. Sebaliknya, kelebihan tenaga kerja juga dapat terjadi dan berdampak pada pemborosan biaya. Oleh karena itu, perencanaan tenaga kerja perlu disusun secara terstruktur.
Untuk itu, artikel ini akan membahas manpower forecasting secara menyeluruh dan mudah dipahami. Mulai dari konsep dasar, metode yang umum digunakan, hingga langkah praktis penerapannya. Simak pembahasan selengkapnya untuk menyusun perencanaan tenaga kerja yang lebih akurat!
Apa Itu Manpower Forecasting dan Mengapa Penting bagi Bisnis?
Manpower forecasting atau employee forecasting adalah proses perencanaan untuk memprediksi kebutuhan tenaga kerja di masa depan. Proses ini mencakup jumlah karyawan, jenis peran, serta skill yang dibutuhkan perusahaan. Tujuannya adalah memastikan bisnis memiliki tenaga kerja yang tepat pada waktu yang tepat.
Baca Juga: Cara Mengelola SDM dalam Perusahaan yang Efektif dan Efisien
Dalam praktiknya, jenis forecasting ini menggabungkan data historis, tren bisnis, dan target strategis perusahaan. Dengan pendekatan ini, keputusan terkait rekrutmen dan pengembangan karyawan menjadi lebih terukur. Sebab, HR tidak lagi mengandalkan asumsi, tetapi menggunakan data sebagai dasar perencanaan.
Penerapan manpower forecasting memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan bisnis, antara lain:
- Menghindari kekurangan staf yang dapat menghambat operasional dan menurunkan produktivitas.
- Mencegah kelebihan tenaga kerja yang berisiko membebani biaya perusahaan.
- Membantu perencanaan pelatihan karyawan agar siap menghadapi kebutuhan keahlian baru.
- Mendukung kesiapan perusahaan dalam beradaptasi terhadap perubahan pasar dan teknologi.
Dengan perencanaan yang matang, HR dapat mengelola anggaran tenaga kerja secara lebih efisien. Selain itu, strategi rekrutmen dan retensi karyawan dapat disusun sejalan dengan tujuan bisnis jangka panjang.
Metode yang Sering Digunakan dalam Manpower Forecasting

Dalam praktiknya, employee forecasting dapat dilakukan dengan berbagai metode. Oleh karena itu, HR perlu memilih pendekatan yang paling relevan dengan kondisi bisnis dan ketersediaan data.
1. Time Series Analysis
Metode ini menggunakan data historis untuk memprediksi kebutuhan tenaga kerja. Dalam hal ini, pola pertumbuhan karyawan, turnover karyawan, dan beban kerja dianalisis dari waktu ke waktu. Pendekatan ini cocok untuk bisnis dengan tren operasional yang relatif stabil.
2. Ratio Analysis
Analisis rasio mengaitkan jumlah tenaga kerja dengan variabel operasional tertentu. Contohnya adalah rasio karyawan terhadap volume produksi atau penjualan. Metode ini membantu HR melihat efisiensi tenaga kerja secara lebih terukur.
3. Regresi Statistik
Metode regresi digunakan untuk menganalisis hubungan antara pertumbuhan bisnis dan kebutuhan staf. Pendekatan ini memanfaatkan data kuantitatif untuk menghasilkan prediksi yang lebih akurat. Regresi cocok diterapkan pada organisasi dengan data yang cukup lengkap.
4. Delphi Method
Delphi Method mengandalkan pendapat para ahli atau praktisi HR berpengalaman. Prosesnya dilakukan melalui diskusi dan evaluasi bertahap hingga mencapai kesepakatan. Metode ini efektif saat data historis terbatas, tetapi insight ahli tersedia.
Baca Juga: Tahapan Human Resource Planning yang Tepat
5. Scenario Planning
Scenario planning digunakan untuk mempersiapkan berbagai kemungkinan masa depan. HR menyusun beberapa skenario, seperti ekspansi, stagnasi, atau penurunan bisnis. Dari sini, kebutuhan tenaga kerja dapat diprediksi secara lebih fleksibel.
Langkah-Langkah Menerapkan Manpower Forecasting

Agar forecasting menghasilkan perencanaan manpower yang akurat, prosesnya perlu dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Berikut langkah-langkah yang dapat dijadikan panduan oleh HR dan manajemen.
1. Tentukan Tujuan dan Ruang Lingkup
Langkah awal adalah menetapkan tujuan employee forecasting secara jelas. Tentukan apakah perencanaan dilakukan untuk kebutuhan jangka pendek atau jangka panjang. Tujuan ini akan memengaruhi pendekatan, data, dan metode forecasting yang digunakan.
2. Kumpulkan dan Analisis Data Historis
Data historis menjadi pondasi utama dalam proses forecasting tenaga kerja. Oleh karena itu, HR perlu menganalisis jumlah karyawan, tren pertumbuhan, serta tingkat turnover. Selain itu, data produktivitas per divisi dan target bisnis juga perlu diperhitungkan. Dari sini, pola kebutuhan tenaga kerja bisa terlihat.
3. Lakukan Forecasting Kebutuhan Tenaga Kerja
Pada tahap ini, HR akan memperkirakan jumlah dan jenis tenaga kerja yang dibutuhkan di masa depan. Perkiraan dan perhitungan dilakukan berdasarkan rencana pertumbuhan bisnis, perubahan permintaan pasar, dan metode yang digunakan.
4. Analisis Ketersediaan Tenaga Kerja
Selain kebutuhan, ketersediaan tenaga kerja juga harus dianalisis secara menyeluruh. HR perlu melihat potensi karyawan internal, peluang promosi, serta risiko pensiun atau tanda karyawan resign. Di sisi lain, kondisi pasar tenaga kerja eksternal juga perlu dipertimbangkan.
5. Melakukan Gap Analysis
Setelah kebutuhan dan ketersediaan dihitung, langkah berikutnya adalah melakukan gap analysis. Analisis ini membantu HR melihat selisih antara tenaga kerja yang dibutuhkan dan yang tersedia. Dari hasil ini, perusahaan dapat menentukan apakah perlu menambah, mengembangkan, atau mempertahankan karyawan.
6. Susun Rencana Aksi
Hasil gap analysis kemudian diterjemahkan ke dalam rencana yang konkret. Rencana ini dapat mencakup strategi rekrutmen, program pelatihan, dan upaya retensi karyawan. HR juga perlu menetapkan timeline, anggaran, serta indikator keberhasilan yang jelas.
7. Monitoring dan Evaluasi Berkala
Manpower forecasting bukan proses satu kali jalan. Kondisi bisnis dan pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, HR perlu melakukan evaluasi karyawan secara berkala agar perencanaan tetap relevan dan akurat. Dengan pemantauan rutin, strategi dapat disesuaikan sebelum menimbulkan masalah.
Tantangan Umum dalam Manpower Forecasting

Meskipun sangat bermanfaat, employee forecasting bukan proses yang mudah. Banyak perusahaan masih kesulitan karena data SDM tidak lengkap atau kualitasnya kurang konsisten. Selain itu, perubahan industri dan kondisi ekonomi yang cepat sering membuat proyeksi tenaga kerja jadi kurang akurat.
Tantangan lain datang dari variabel eksternal yang sulit dikendalikan, seperti regulasi, perkembangan teknologi, hingga pergeseran kebutuhan pasar. Di sisi lain, forecasting juga sangat bergantung pada asumsi yang digunakan. Jika asumsi awal keliru, hasil perencanaannya pun bisa meleset jauh dari kebutuhan nyata.
Baca Juga: 5 Fakta Aplikasi HR Cloud untuk Pengelolaan SDM
Namun, tantangan tersebut dapat diminimalkan dengan dukungan sistem monitoring dan pengelolaan data yang tepat. Dalam hal ini, perusahaan perlu memastikan bahwa data kehadiran, jam kerja, dan aktivitas karyawan tercatat secara konsisten. Data inilah yang menjadi pondasi penting dalam menyusun perencanaan SDM yang akurat.
Salah satu sistem yang dapat mendukung proses tersebut adalah Hadirr. Melalui fitur absensi digital, pengaturan shift kerja, timesheet, pengelolaan lembur, hingga monitoring aktivitas lapangan, Hadirr membantu perusahaan mengumpulkan data operasional karyawan secara rapi dan real-time.
Dengan data yang lebih akurat dan terpusat, HR memiliki dasar yang lebih kuat untuk melakukan manpower forecasting. Perencanaan tenaga kerja pun menjadi lebih adaptif, terukur, dan selaras dengan dinamika bisnis yang terus berkembang.
Dukung Penerapan Manpower Forecasting dengan Solusi Hadirr

Setelah memahami cara menentukan manpower forecasting, langkah berikutnya adalah memastikan strategi tersebut didukung data yang kuat. Hadirr pun ada sebagai solusi yang membantu HR membangun fondasi data tersebut.
Aplikasi Hadirr dirancang untuk merekam berbagai aktivitas kerja karyawan secara otomatis. Dengan dukungan data yang akurat, HR bisa menjalankan forecasting yang lebih objektif dan berdampak pada kinerja bisnis.
Salah satu fitur utama Hadirr adalah pencatatan absensi digital. Sistem ini mendukung absensi berbasis GPS dan selfie dengan face recognition sehingga kehadiran tercatat sesuai lokasi dan identitas yang valid. Hal ini membuat data absensi lebih akurat dibandingkan sistem manual atau absensi fisik.

Selain itu, Hadirr juga menyediakan pengelolaan shift kerja dan lembur yang komprehensif. Melalui fitur ini, HR dapat membuat jadwal shift kerja dengan mudah sesuai kebutuhan operasional, baik untuk tim kantor maupun karyawan lapangan.
Sementara itu, fitur lembur karyawan membantu mencatat jam kerja lembur yang dilakukan di luar jadwal normal. Dengan fitur ini, pengajuan dan persetujuan lembur dapat dilakukan langsung melalui aplikasi sehingga lebih transparan dan mudah ditindaklanjuti.
Hadirr juga dilengkapi fitur timesheet online yang mendukung pencatatan aktivitas harian karyawan. Setiap karyawan dapat mencatat tugas dan durasi waktu yang dihabiskan pada proyek tertentu melalui aplikasi. Data ini sangat penting bagi HR untuk melihat pola produktivitas karyawan dan menghitung beban kerja aktual.
Untuk perusahaan dengan tim lapangan atau sales, Hadirr menyediakan monitoring sales lapangan yang membantu memantau aktivitas kerja dari lokasi berbeda. Fitur ini memungkinkan karyawan mencatat kunjungan klien, termasuk waktu dan lokasi secara otomatis melalui GPS.
Dengan dukungan fitur-fitur tersebut, data operasional karyawan tercatat lebih lengkap dan konsisten. HR dapat memanfaatkan data tersebut sebagai dasar forecasting yang lebih akurat.
Saatnya mencoba kemudahan tersebut melalui demo akun Hadirr. Eksplorasi fitur-fiturnya dan lihat bagaimana data karyawan dapat mendukung perencanaan SDM yang lebih strategis. Coba demo Hadirr sekarang dan mulai optimalkan keputusan HR Anda!
