Jenis Shift Kerja yang Sesuai dengan Perusahaan Anda- Pengaturan jam kerja atau shift kerja yang tepat sangat penting dalam menjalankan bisnis. Ada macam-macam shift kerja yang dapat dipilih, seperti shift pagi, siang, dan malam, shift rotasi, dan shift fleksibel. Memilih jenis shift kerja yang tepat dapat membantu meningkatkan produktivitas karyawan dan memaksimalkan pertumbuhan bisnis Anda.

Dalam mengatur shift karyawan sebenarnya harus disesuaikan dengan jenis bisnis yang dijalankan. Misalnya, untuk bisnis yang buka 24 jam seperti rumah sakit, pola 3 shift kerja selama 24 jam bisa diterapkan agar selalu ada karyawan yang bertugas.

Baca Juga: Ketentuan Kerja Shift Malam Karyawan

Namun, untuk bisnis yang buka hanya pada jam-jam tertentu, shift kerja pagi dan siang lebih cocok untuk menjaga ketersediaan karyawan pada jam-jam sibuk.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai berbagai jenis shift kerja yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Simak hingga akhir agar Anda dapat menentukan jenis shift kerja dan sistem pembagian jam kerja yang tepat untuk produktivitas bisnis optimal.

Macam Macam Shift Kerja

macam macam shift kerja
Macam-Macam Shift Kerja | Hadirr

Berikut adalah macam-macam jenis shift kerja, yang dapat Anda terapkan di perusahaan. Temukan jenis shift yang cocok dengan perusahaan Anda!

1. Pola 2 Shift

Jenis shift kerja yang pertama adalah pola kerja 2 shift. Pola kerja 2 shift per hari di perusahaan adalah salah satu sistem pembagian jam kerja yang terdiri dari 2 shift kerja yang berbeda dalam sehari. Setiap shift kerja memiliki jam kerja yang berbeda-beda, seperti shift pagi dan shift malam, shift siang dan shift malam atau shift pagi dan shift sore.

Pola kerja 2 shift umumnya diterapkan oleh perusahaan yang memiliki waktu operasional dari pagi hingga malam. Contohnya restoran, cafe, kitchen hotel, atau toko retail. Shift yang biasa diterapkan adalah shift pagi dan shift sore ke malam.

Jam kerja yang diterapkan umumnya shift pertama pukul 7 pagi hingga 2 siang, kemudian shift kedua dari 2 siang hingga 9 malam. Sehingga selama waktu operasional bisnis tidak ada masa jeda atau masa kekosongan karyawan.

2. Pola 3 Shift

Selanjutnya adalah pola kerja 3 shift. Pola kerja ini menggunakan sistem pembagian jam kerja yang terdiri dari tiga shift kerja yang berbeda dalam sehari, seperti shift pagi, shift siang, dan shift malam. Setiap shift kerja memiliki jam kerja yang berbeda-beda, dan karyawan bergantian bekerja di setiap shift tersebut.

Pengaturan shift kerja 24 jam dengan pola kerja 3 shift per hari biasanya diterapkan pada perusahaan yang memang membutuhkan waktu operasi selama 24 jam, seperti manufaktur, pabrik, mini market 24 jam, farmasi, atau rumah sakit. Dengan sistem ini, perusahaan akan memaksimalkan waktu untuk memastikan kelancaran proses produksi atau pelayanan.

Untuk menjalankan hal ini, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan sistem rotasi shift kerja untuk mengurangi dampak negatif dari perubahan pola tidur dan jam kerja pada karyawan, serta memperhatikan kebutuhan karyawan dalam mengatur jadwal kerja dan waktu istirahat mereka.

Dengan pengaturan rotasi yang tepat, pola kerja 3 shift per hari dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dan karyawan, serta meningkatkan produktivitas bisnis dan kesejahteraan karyawan di tempat kerja.

Baca Juga: Aplikasi Absen Digital Jadi Tren, Apa Saja Keuntungannya?

3. Split Shift

Pola kerja split shift di perusahaan adalah sistem pembagian jam kerja yang memungkinkan karyawan bekerja dalam dua sesi kerja yang terpisah pada satu hari.

Dalam pola kerja ini, karyawan bekerja beberapa jam di pagi hari, kemudian berhenti selama beberapa jam untuk istirahat kemudian kembali bekerja di sore hari.

Pola kerja split shift biasanya diterapkan pada perusahaan yang membutuhkan waktu kerja yang fleksibel dan efisien, seperti restoran atau hotel.

Selain itu pola kerja ini biasanya diterapkan secara terbatas di beberapa level atau jabatan pekerjaan. Contohnya seperti office boy yang masuk pada pukul 6 hingga 10 pagi, kemudian masuk lagi pada pukul 3 sore hingga 7 malam.

Sistem ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas, sambil memberikan fleksibilitas kepada karyawan untuk menyeimbangkan kebutuhan pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka.

Meski demikian, pola kerja split shift juga memiliki tantangan, seperti masalah pengaturan jadwal kerja yang memerlukan koordinasi dan komunikasi yang baik antara manajemen dan karyawan. 

4. Rotasi Shift

Rotasi shift kerja adalah sistem pembagian jam kerja yang memungkinkan karyawan bergantian bekerja di setiap shift kerja yang ada dalam pola kerja tertentu. Dalam sistem ini, karyawan akan bekerja pada shift pagi, siang, dan malam secara bergantian dalam periode tertentu.

Rotasi shift kerja memiliki manfaat dalam mengurangi dampak negatif dari perubahan pola tidur dan jam kerja pada karyawan, serta memperhatikan kebutuhan karyawan dalam mengatur jadwal kerja dan waktu istirahat mereka.

Selain itu, sistem rotasi shift kerja dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan kerja akibat kelelahan dan stres akibat perubahan pola istirahat.

5. Shift Fleksibel

Shift kerja fleksibel adalah sistem pengaturan jam kerja di perusahaan yang memungkinkan karyawan dan perusahaan memiliki fleksibilitas dalam menentukan sistem pembagian jam kerja, dengan tetap memenuhi kebutuhan dan target bisnis.

Jenis shift kerja ini biasanya diterapkan pada perusahaan dengan kebutuhan yang berubah-ubah dan sulit diprediksi, seperti perusahaan yang bergerak di bidang jasa atau perdagangan.

Dalam sistem ini, karyawan atau perusahaan dapat menentukan secara fleksibel untuk bekerja dalam jam-jam yang paling efektif bagi mereka, seperti bekerja pada saat yang ramai atau ketika ada kebutuhan khusus. Sehingga perusahaan dapat menjaga motivasi karyawan dan mengurangi absensi atau keterlambatan karyawan di tempat kerja.

Namun, perusahaan perlu memperhatikan aspek pengawasan dan monitoring produktivitas karyawan. Karena harus memastikan bahwa karyawan tetap memenuhi target dan kebutuhan perusahaan, serta menjaga keselamatan dan kesehatan di tempat kerja.

Baca Juga: Cara Membuat Jadwal Kerja Shift dengan Excel

Praktis! Aplikasi Pengelolaan Shift Kerja karyawan

cta kartu absensi

Setelah mengetahui macam-macam shift kerja yang dapat diterapkan oleh perusahaan untuk meningkatkan produktivitas bisnis. Tentu Anda membutuhkan sistem evaluasi dan monitoring yang baik agar tidak terjadi kegagalan sistem jenis shift kerja yang Anda pilih dan bangun di perusahaan Anda.

Anda dapat menggunakan teknologi seperti aplikasi HRIS Gadjian dan aplikasi absensi Hadirr yang mampu beradaptasi dengan berbagai jenis shift kerja di perusahaan Anda.

Aplikasi Absensi Online Hadirr

Fitur-fitur yang lengkap seperti pembagian & monitor shift kerja otomatis, timesheet online dengan aplikasi Hadirr, hingga fitur hitung gaji karyawan shift dengan aplikasi Gadjian secara otomatis akan memudahkan Anda dalam mengelola sistem pembagian jam kerja karyawan.

Coba Gadjian Sekarang
author-tim-hr-hadirr
Tim HR Hadirr
Content Writer at Fast-8 Group