Tahun 2020 hampir berakhir, namun kasus penyebaran COVID-19 di Indonesia masih belum mereda. Angka kasus positif corona justru menunjukkan tren kenaikan hingga menembus rekor baru yaitu 8.000 kasus per hari. 

Salah satu klaster yang menyumbang kasus COVID-19 terbanyak adalah klaster perkantoran. Tidak hanya di wilayah Jakarta, kasus penyebaran virus di lingkungan kerja menyebar hingga berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Baca Juga: 7 Keunikan Aplikasi Absensi Online Berbasis Web

Kasus penyebaran COVID-19 di Semarang Juli lalu, di mana menginfeksi 200 orang karyawan di tiga perusahaan. Penyebabnya klaster ini muncul, diduga kuat dari mesin fingerprint yang digunakan karyawan secara massal untuk mencatatkan kehadiran mereka.

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakim, penularan virus di antara karyawan kemungkinan besar dari alat pemindai sidik jari, sehingga menciptakan klaster tempat kerja.

 

Mesin fingerprint dapat menularkan virus

Sebuah publikasi riset dari peneliti Jerman dalam The Journal of Hospital Infection menyimpulkan bahwa virus corona masih dapat bertahan di permukaan material logam, kaca, atau plastik hingga 9 hari. 

Jadi, jika ada satu orang karyawan terinfeksi COVID-19 meletakkan jarinya di permukaan kaca sensor fingerprint dan meninggalkan virus di sana, maka puluhan atau ratusan orang yang menyentuh sensor tersebut bisa memindahkan virus ke tubuhnya apabila mereka tidak mencuci tangan.

Akibat banyaknya kasus penyebaran coronavirus oleh alat absensi sidik jari, sejumlah perusahaan di Amerika Serikat, Mesir, dan India sempat melarang penggunaan mesin fingerprint untuk mencegah penularan COVID-19.

Di Indonesia sendiri belum ada ketentuan pemerintah mengenai penggunaan pemindai biometrik jari tersebut. Namun, banyak perusahaan mulai beralih ke teknologi nirsentuh atau absensi selfie.

Aplikasi absensi selfie membantu mencegah penyebaran virus karena tidak membutuhkan kontak ke perangkat publik. Setiap karyawan dapat mencatatkan kehadiran dengan cukup melakukan selfie di perangkat handphone yang dimilikinya. Foto selfie tersebut tidak dapat dimanipulasi dan lebih personal.

 

Kelebihan absensi selfie dibanding absensi fingerprint?

Monitor kehadiran jadi lebih mudah

Aplikasi absensi karyawan berbasis teknologi global positioning system (GPS) dan memungkinkan Anda memantau kehadiran setiap karyawan di banyak lokasi, bahkan pada waktu yang sama. Artinya, absensi selfie memberi Anda visibilitas terhadap titik-titik yang disetujui sebagai lokasi absen karyawan, di mana pun lokasinya di seluruh dunia. Satu aplikasi bisa menjangkau semua karyawan, sementara fingerprint tak bisa mendukung sistem absensi tersebar semacam ini.

Baca Juga: 3 Faktor Penting untuk Memonitor Data Absensi Karyawan

Efisiensi biaya 

Jika absensi model fingerprint yang membutuhkan piranti stasioner yang dipasang di beberapa tempat, absensi selfie tidak membutuhkan perangkat semacam itu. Setiap karyawan cukup mengunduh aplikasi di smartphone mereka dan menggunakannya untuk melaporkan kehadiran. Jadi, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya pengadaan dan pemeliharaan alat absensi yang mahal.

Cocok untuk karyawan remote dan WFH 

Karena fleksibel dan dapat diakses di mana saja, absensi selfie sangat mendukung karyawan remote dan sistem work from home (WFH). Karyawan dapat mencatatkan clock in dan clock out dari rumah mereka masing-masing, tanpa harus pergi bolak-balik ke kantor. Karena itu, aplikasi ini adalah model absensi 2020, di mana penggunaannya semakin dibutuhkan sejak pandemi melanda Indonesia di tahun ini. 

Cegah manipulasi data

Aplikasi e-absensi lebih aman dan minim kecurangan. Karyawan melaporkan kehadiran dengan foto selfie di aplikasi smartphone, kemudian sistem GPS melakukan verifikasi terhadap lokasi karyawan dan teknologi face recognition menyesuaikan hasil foto dengan data biometrik pengguna. Selanjutnya, sistem secara otomatis akan menyimpan data kehadiran di server cloud yang aman. Data absensi ini tak bisa dimanipulasi oleh karyawan.

Minim human error dan menyajikan data real-time

Fingerprint membutuhkan proses unduh data, serta ada kemungkinan perangkat error dan data tidak terbaca. Sedangkan dengan absensi selfie, data kehadiran karyawan disajikan secara real-time. Tak perlu unduh dan tak perlu rekap, Anda dapat melihat data paling mutakhir kapan saja. Bahkan, Anda bisa tahu karyawan yang tidak masuk kerja tepat pada saat jam masuk kerja.

Meminimalkan penularan virus

Mobile attendance bebas dari kontaminasi virus karena digunakan secara personal melalui smartphone, berbeda dengan fingerprint yang dipasang di pintu masuk dan disentuh oleh banyak karyawan. Jika Anda mempekerjakan karyawan di kantor saat pandemi, aplikasi absensi selfie akan memberi rasa aman bagi mereka dengan mengurangi sentuhan.

Anda bisa menemukan enam kelebihan absensi online tersebut di aplikasi Hadirr. Sebagai tambahan, Hadirr juga menyematkan fitur contact tracing yang memudahkan penelusuran kontak-dekat karyawan yang terinfeksi COVID-19 di kantor, sehingga Anda lebih cepat mengetahui siapa saja karyawan yang berisiko tertular dari karyawan yang positif.

Baca Juga: Absensi Digital Karyawan Ini Mudahkan Pekerjaan HRD

Contact tracing membantu Anda mencegah terjadinya klaster perkantoran, sekaligus mengantisipasi kerugian perusahaan. Sebab, Anda tak perlu menutup dan menghentikan bisnis, tetapi cukup menyarankan karantina bagi karyawan yang merupakan kontak-dekat penderita.

Pandemi corona memaksa setiap perusahaan dan aktivitas bisnis untuk cepat beradaptasi dengan situasi, dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan aplikasi Hadirr, perusahaan dapat memonitor kehadiran hingga kinerja karyawan saat bekerja di kantor maupun di rumah. 

 

Berikut beberapa testimoni dari pengguna aplikasi absensi selfie Hadirr:

“Jika sebelumnya kami hanya menggunakan mesin fingerprint yang sangat rentan penularan virus corona, namun dengan Hadirr App ini sangat memudahkan pekerjaan kami dan higienis.” – Wandi, Head Operational di PT Global Insight Indonesia.

“Monitor absensi karyawan jadi lebih efisien dengan Hadirr dan sekaligus mengurangi kontak di masa pandemi” – Achmad Fauzi, Service Manager di JD Toyota.

 

Coba Hadirr Software Aplikasi Absensi Karyawan Online (E-Absen) Terbaik Indonesia