Template Shift Kerja 24 Jam untuk Operasional Bisnis Non-Stop

9 Template Shift Kerja 24 Jam untuk Operasional Bisnis Non-Stop

Template shift kerja 24 jam adalah kerangka jadwal siap pakai yang membagi operasional menjadi beberapa blok waktu dan kelompok karyawan, sehingga bisnis tetap berjalan tanpa henti tanpa melanggar batas jam kerja dan lembur menurut UU Ketenagakerjaan. 

Bisnismu berjalan 24 jam sehari dan membutuhkan ketersediaan tenaga kerja dari pagi hingga malam hari? Biar nggak melanggar aturan jam kerja di UU, kamu wajib menerapkan pola kerja shift.

Artikel ini membahas 9 pola paling banyak dipakai di sejumlah industri, lengkap dengan aturan hukum, tabel perbandingan, dan cara memilih yang tepat untuk bisnis kamu. Masing-masing tersedia template yang bisa kamu unduh dan terapkan sesuai kebutuhan dan jenis industri.

Kapan Bisnis Butuh Shift Kerja 24 Jam

Template shift kerja

Shift kerja 24 jam adalah sistem kerja yang membagi karyawan ke dalam beberapa kelompok agar operasional bisnis tetap berjalan sepanjang hari tanpa jeda, sebagaimana diatur dalam Pasal 77–79 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan untuk sektor usaha yang memerlukan pekerjaan terus-menerus. 

Kebutuhan ini biasanya muncul pada lima jenis bisnis: pabrik/manufaktur dengan mesin produksi yang beroperasi terus-menerus, rumah sakit dan layanan kesehatan, hotel dan restoran/kafe 24 jam, minimarket/SPBU, serta layanan keamanan, logistik, dan call center/BPO.

Masalahnya, banyak HR yang langsung membuat jadwal di Excel tanpa mengecek dulu template shift kerja mana yang paling sesuai dengan jumlah karyawan dan jenis operasional mereka. Akibatnya jadwal sering direvisi ulang, karyawan komplain kelelahan, atau justru melanggar batas jam kerja tanpa disadari.

Baca juga: Cara Mengatur Shift Kerja Karyawan Pabrik

Aturan Hukum Jam Kerja Shift yang Wajib Dipatuhi

Template shift kerja

Jam kerja normal karyawan shift di Indonesia dibatasi 7 jam/hari untuk pola 6 hari kerja atau 8 jam/hari untuk pola 5 hari kerja, dengan total maksimal 40 jam/minggu. Lembur dibatasi 4 jam per hari serta 18 jam per minggu sesuai Pasal 77 UU Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 Pasal 26.

Shift kerja di Indonesia harus mengikuti jam kerja harian: maksimal 7 atau 8 jam sehari sesuai UU. Kelebihan jam kerja wajib dihitung sebagai kerja lembur dan dibayar upahnya.

Penting dicatat bahwa tidak semua template model shift kerja cocok diadopsi begitu saja tanpa memperhatikan jenis sektor industri. Contohnya shift 12 jam yang populer di luar negeri, misalnya model DuPont, Pitman, 4-On-4-Off, hanya bisa diterapkan di sektor tertentu di Indonesia, seperti energi dan sumber daya mineral, pertambangan, dan perikanan laut. Jika bukan termasuk sektor tertentu, maka kelebihan 4 jam wajib dihitung sebagai lembur.

Sebagai tambahan, pemerintah juga mengatur ketentuan mempekerjakan karyawan perempuan pada shift malam (23.00-07.00). Sesuai UU Ketenagakerjaan dan Kepmenakertrans No. KEP.224/MEN/2003, perusahaan wajib menyediakan:

  • Makanan dan minuman bergizi minimal 1.400 kalori yang tidak boleh diganti uang
  • Keamanan dan kesusilaan di tempat kerja termasuk toilet terpisah untuk perempuan dan laki-laki
  • Transportasi antar-jemput untuk karyawan yang berangkat/pulang pada pukul 23.00–05.00

Selain itu, perempuan di bawah 18 tahun dan perempuan hamil yang menurut keterangan dokter berisiko terganggu kesehatannya dilarang dipekerjakan pada rentang jam tersebut. Poin ini sering terlewat saat menyusun template shift 24 jam, padahal berlaku untuk semua pola kerja yang mencakup shift malam.

Baca juga: Jenis Perusahaan Retail dan Contoh Shift Kerjanya

9 Template Shift Kerja 24 Jam Lengkap dengan Contoh Jam dan Rotasinya

Template shift kerja

1. 3 Shift 3 Kelompok: Pola Klasik Pabrik

Template 3 Shift 3 Kelompok membagi 24 jam menjadi tiga blok 8 jam (termasuk istirahat 1 jam) yang ditangani tiga kelompok berbeda tanpa kelompok cadangan, sehingga setiap kelompok bergiliran menempati shift pagi, siang, dan malam setiap minggu.

Karena tidak ada kelompok ekstra, model ini tidak bisa diterapkan untuk operasional 24/7 non-stop, sebab karyawan tidak akan punya hari libur. Solusinya adalah menerapkan satu hari libur penuh pada jadwal rotasi mingguan agar semua karyawan bisa beristirahat.

  • Shift Pagi: 07.00–15.00
  • Shift Siang: 15.00–23.00
  • Shift Malam: 23.00–07.00

Kelebihan: hemat jumlah karyawan karena hanya butuh 3 kelompok. 

Kekurangan: minim fleksibilitas saat ada karyawan cuti/sakit karena tidak ada kelompok cadangan, dan tidak bisa untuk operasional 24/7 penuh.

Cocok untuk: pabrik atau gudang produksi skala kecil-menengah dengan jumlah karyawan terbatas.

2. 3 Shift 4 Kelompok: Rotasi dengan Kelompok Cadangan

Template 3 Shift 4 Kelompok menggunakan jam shift yang sama dengan pola 3 kelompok, tetapi menambahkan satu kelompok keempat yang bergiliran istirahat atau menjadi cadangan, sehingga setiap karyawan rata-rata hanya bekerja 5 hari dalam seminggu. Pola ini paling umum dipakai perusahaan manufaktur menengah-besar di Indonesia karena memberi jeda pemulihan yang lebih baik dibanding pola 3 kelompok.

Kelebihan: hari libur lebih banyak dan merata, memudahkan penggantian saat ada karyawan izin. 

Kekurangan: butuh 33% lebih banyak karyawan dibanding pola 3 kelompok. 

Cocok untuk: pabrik garmen, makanan-minuman, dan manufaktur skala besar yang beroperasi 24 jam penuh sepanjang tahun.

3. Hybrid 2 Shift + Piket Malam: Solusi Hemat untuk Trafik Malam Rendah

Template Hybrid 2 Shift + Piket Malam mengandalkan dua kelompok utama untuk menutup jam ramai (08.00–24.00), sementara jam 00.00–08.00 hanya dijaga tim piket berjumlah minimal yang dirotasi bergiliran dari kedua kelompok utama. Pola ini menjawab kelemahan artikel-artikel lain yang jarang membahas opsi untuk bisnis kecil dengan keterbatasan jumlah karyawan.

  • Shift Pagi: 08.00–16.00 
  • Shift Sore: 16.00–24.00
  • Piket Malam: 00.00–08.00, 1–2 orang bergiliran (dihitung lembur/shift tambahan)

Kelebihan: paling hemat biaya tenaga kerja untuk operasional 24 jam. 

Kekurangan: rawan kekurangan tenaga saat jam malam tiba-tiba ramai. 

Cocok untuk: minimarket, apotek, dan SPBU dengan trafik malam yang jauh lebih sepi dibanding siang.

4. Continental: Rotasi Cepat 4 Kelompok

Template Continental membagi 4 kelompok ke dalam shift 8 jam dengan rotasi cepat, biasanya 2 hari per jenis shift sebelum berpindah ke shift berikutnya, sehingga siklus penuh berputar dalam waktu sekitar 4 minggu. Rotasi cepat ini dipilih industri yang membutuhkan keahlian teknis merata di setiap shift, bukan karyawan yang “menetap” lama di satu jam kerja tertentu.

Kelebihan: beban shift malam terdistribusi rata ke semua karyawan, tidak ada kelompok yang “terjebak” shift malam terus-menerus. 

Kekurangan: rotasi cepat butuh adaptasi ritme tidur yang lebih sering. 

Cocok untuk: industri migas, petrokimia, dan pabrik dengan operator bersertifikasi yang harus bergantian merata.

5. DuPont: Shift 12 Jam dengan Libur Panjang

Template DuPont menggunakan 4 kelompok dengan shift 12 jam dalam siklus 28 hari: setiap kelompok menjalani 4 malam kerja, 3 hari libur, 3 hari kerja pagi, 1 hari libur, 3 malam kerja, 3 hari libur, 4 hari kerja pagi, lalu mendapat libur panjang 7 hari berturut-turut sebelum siklus berulang. Rata-rata jam kerja mingguan berada di kisaran 42 jam.

Kelebihan: libur 7 hari berturut-turut setiap siklus sangat membantu pemulihan dan mengurangi kelelahan kronis. 

Kekurangan: di minggu-minggu tertentu karyawan bisa bekerja hingga 4 hari berturut dengan shift 12 jam, sehingga jam lembur mingguan wajib dihitung ketat agar tidak melewati batas 18 jam/minggu. 

Cocok untuk: pabrik besar dan pertambangan yang mengutamakan waktu pemulihan panjang bagi karyawan.

6. Pitman (2-2-3): Akhir Pekan Bergantian

Template Pitman, atau dikenal sebagai pola 2-2-3, membagi 4 kelompok dengan shift 12 jam dalam siklus 14 hari: 2 hari kerja, 2 hari libur, 3 hari kerja, lalu minggu berikutnya berbalik menjadi 3 hari kerja, 2 hari libur, 2 hari kerja. Hasilnya, setiap karyawan mendapat satu akhir pekan penuh libur setiap dua minggu sekali secara bergantian.

Kelebihan: siklus lebih pendek dan mudah dipahami karyawan dibanding DuPont, plus kepastian akhir pekan libur berkala. 

Kekurangan: sama seperti DuPont, kombinasi hari kerja 12 jam berturut perlu dipantau agar lembur mingguan tetap di bawah 18 jam. 

Cocok untuk: rumah sakit, tim keamanan, dan operasional tambang yang butuh siklus prediktif.

7. 4-On-4-Off: Paling Sederhana dan Prediktif

Template 4-On-4-Off adalah pola paling sederhana di antara semua template shift 24 jam: karyawan bekerja 4 hari berturut-turut dengan shift 12 jam, lalu mendapat 4 hari libur berturut-turut, dan siklus ini berulang setiap 8 hari tanpa variasi. Karena polanya tetap, karyawan bisa merencanakan kehidupan pribadi jauh lebih mudah dibanding template dengan siklus panjang seperti DuPont atau Panama.

Kelebihan: paling mudah dihafal dan dikomunikasikan ke karyawan, minim kesalahan penjadwalan. 

Kekurangan: 4 hari kerja berturut dengan shift 12 jam bisa terasa berat tanpa jeda di tengah minggu. 

Cocok untuk: pergudangan, pelabuhan, dan pengamanan aset yang mengutamakan kepastian jadwal.

8. Panama: Fleksibel untuk Operasional Skala Besar

Template Panama menggabungkan blok kerja 2 dan 3 hari dengan shift 12 jam dalam siklus 28 hari, di mana setiap kelompok mendapat satu akhir pekan penuh libur pada interval tertentu sepanjang siklus. Pola ini lebih kompleks untuk disusun manual, tapi memberi keseimbangan yang baik antara cakupan 24 jam dan kesejahteraan karyawan dalam skala operasional besar.

Kelebihan: cocok untuk operasional besar dengan ratusan karyawan yang butuh variasi jadwal tanpa mengorbankan cakupan 24 jam. 

Kekurangan: siklus 28 hari yang kompleks nyaris mustahil dikelola manual di Excel untuk tim besar karena rawan salah hitung dan bentrok jadwal. 

Cocok untuk: BPO/call center 24 jam dan perusahaan skala besar dengan banyak shift paralel.

9. Split Shift + Tim On-Call: Untuk Bisnis Kecil dengan Karyawan Terbatas

Template Split Shift + Tim On-Call menggunakan shift 8 jam yang dibagi 2, masing-masing 4 jam dengan jeda istirahat yang tidak dihitung sebagai jam kerja. Biasanya digunakan untuk resto, cafe, atau kedai makan yang tutup sebentar di siang hari. Karyawan bekerja di jam puncak, yaitu makan siang dan makan malam.

Misalnya karyawan bekerja dari 10.00–14.00 (4 jam), lalu istirahat 14.00–17.00 (3 jam), dan masuk lagi 17.00–21.00 (4 jam). Untuk malam hari, setelah pukul 21.00 sampai pagi, ditangani dengan sistem panggilan (on-call). Ini adalah opsi paling realistis untuk usaha kecil-menengah yang ingin “buka 24 jam” tapi belum punya cukup karyawan untuk shift penuh.

Kelebihan: biaya tenaga kerja jauh lebih rendah dibanding template lain, tetap bisa “buka 24 jam” secara teknis. 

Kekurangan: respons melambat saat ada kebutuhan mendadak di jam sepi karena hanya mengandalkan 1 orang staf on-call. Tidak bisa beroperasi 24/7 penuh.

Cocok untuk: restoran/kafe, toko, apotek yang baru merintis operasional 24 jam.

Baca juga: 7 Contoh Pola Shift Karyawan dan Cara Mengaturnya

Tabel Perbandingan 9 Template Shift Kerja 24 Jam

TemplateJumlah KelompokPanjang ShiftSiklus RotasiPaling Cocok Untuk
3 Shift 3 Kelompok38 jam (7 jam efektif)MingguanPabrik/manufaktur skala kecil-menengah dengan libur 1 hari seminggu
3 Shift 4 Kelompok48 jam (7 jam efektif)MingguanPabrik besar, butuh lebih banyak hari libur
Hybrid 2 Shift + Piket Malam2 + tim piket8 jam + piket ringanMingguanMinimarket, apotek, SPBU trafik malam rendah
Continental48 jam~2 hari per shift, siklus ±4 mingguMigas, petrokimia, industri berat
DuPont412 jam28 hari (libur panjang 7 hari)Pabrik besar & pertambangan
Pitman (2-2-3)412 jam14 hariRumah sakit, keamanan, tambang
4-On-4-Off2–412 jam8 hariPergudangan, pelabuhan, pengamanan aset
Panama412 jam28 hariBPO/call center 24 jam skala besar
Split Shift + Tim On-Call2 tetap + on-call8 jam + on-callFleksibelResto/kafe/apotek skala kecil, karyawan terbatas

Baca juga: Sistem Shift Kerja Konstruksi untuk Tingkatkan Efisiensi Proyek

Cara Memilih Template Shift Kerja yang Tepat untuk Bisnis Kamu

Template shift kerja

Cara memilih template shift kerja yang tepat adalah dengan mencocokkan 4 variabel: 

  • jumlah karyawan yang tersedia
  • jenis operasional (kontinu vs fluktuatif)
  • beban kerja di jam malam, dan
  • anggaran lembur bulanan.

Pertama, hitung jumlah karyawan yang tersedia. Jika kurang dari 6 orang untuk satu fungsi, template Split Shift + Tim On-Call atau Hybrid 2 Shift lebih realistis dibanding memaksakan 3 shift penuh.

Kedua, lihat apakah trafik/beban kerja merata sepanjang 24 jam (pabrik, rumah sakit) atau timpang ke jam tertentu (minimarket, restoran). Beban merata cocok dengan 3 Shift 3/4 Kelompok atau shift 12 jam, sedangkan beban timpang lebih hemat dengan pola hybrid.

Ketiga, pertimbangkan tingkat kelelahan yang bisa ditoleransi tim kamu. Shift 12 jam (DuPont, Pitman, 4-On-4-Off) memberi lebih banyak hari libur berturut, tapi setiap hari kerja terasa lebih berat. Sementara shift 8 jam (3 Shift 3/4 Kelompok, Continental) lebih ringan harian tapi jumlah hari kerja per minggu lebih banyak.

Keempat, hitung proyeksi biaya lembur. Semakin panjang jam per shift, semakin besar potensi komponen lembur yang harus dibayar sesuai formula upah lembur dalam PP 35/2021.

Baca juga: Review Aplikasi Absensi Karyawan Rumah Sakit Sekaligus Jadwal Shift

Cara Menghitung Jam Kerja dan Lembur pada Template Shift Kerja 24 Jam

Template shift kerja

Cara menghitung jam kerja dan lembur karyawan shift adalah:

  1. Tentukan jam kerja normal berdasarkan pola 6 hari (7 jam) atau 5 hari (8 jam)
  2. Hitung selisih jam kerja aktual terhadap jam normal sebagai lembur harian
  3. Jumlahkan lembur tersebut dalam satu minggu dan pastikan tidak melebihi 18 jam

Contoh: seorang operator pabrik garmen menjalankan model DuPont dengan shift 12 jam. Dalam minggu di mana ia mendapat blok “4 hari kerja pagi”, jam kerja normalnya tetap dihitung 8 jam/hari (karena perusahaan menerapkan pola 5 hari kerja), sehingga sisa 4 jam per hari terhitung sebagai lembur. 

Empat hari berturut berarti 16 jam lembur dalam rentang tersebut mendekati batas 18 jam/minggu, sehingga HR wajib memastikan tidak ada lembur tambahan di luar jadwal pada minggu yang sama.

Perhitungan seperti ini sangat rawan salah jika dilakukan manual di Excel untuk puluhan atau ratusan karyawan dengan rotasi berbeda-beda setiap minggu. Inilah kenapa banyak perusahaan operasional 24 jam beralih ke sistem absensi digital untuk menghitung dan merekap jam lembur secara otomatis.

Baca juga: Contoh Perhitungan Lembur Kerja Shift Otomatis

Atur Template Shift Kerja Lebih Efisien dengan Hadirr

Banner Aplikasi Shift Kerja Karyawan Otomatis Hadirr-01

Apa pun template shift kerja yang kamu pilih, tantangan sesungguhnya ada di eksekusi harian: siapa yang benar-benar hadir, siapa yang terlambat, dan apakah jam lembur sudah sesuai batas hukum. Hadirr membantu memantau kehadiran dan produktivitas dari berbagai jenis tim sekaligus dalam satu sistem terintegrasi.

Kelola Shift dan Lembur Otomatis

Fitur Shift Kerja di Hadirr membantu perusahaan mengatur jadwal shift secara fleksibel untuk individu maupun grup, terdokumentasi digital, dan terhubung langsung dengan absensi online. Manager dapat membuat pola shift yang sesuai dengan operasional menyesuaikan jadwal ketika ada perubahan mendadak, memastikan setiap shift terisi sesuai rencana staffing, dan melihat riwayat shift secara otomatis.

Fitur Lembur Karyawan menyediakan persetujuan lembur online dan rekap lembur otomatis. Manager dapat melihat pola lembur antar karyawan dan antar shift, apakah lembur terjadi karena understaffing atau karena proses yang tidak efisien, distribusi beban kerja yang tidak merata, dan tren lembur dari waktu ke waktu.

Aplikasi Cara Mengatur Shift

Absensi Digital dengan Validasi GPS dan Face Recognition

Fitur Presensi/Absensi Digital mencatat kehadiran secara real-time dengan deteksi lokasi berbasis GPS dan validasi pengenalan wajah. Data ini membantu perusahaan memastikan kepatuhan terhadap jadwal kerja, mengidentifikasi pola keterlambatan dan absensi, mencegah titip absen atau manipulasi data, dan mendapatkan rekap kehadiran yang akurat untuk analisis produktivitas.

Pantau Aktivitas Lapangan dengan Client Visit

Untuk tim lapangan, fitur Client Visit mencatat aktivitas kunjungan secara real-time dan laporan tersedia otomatis. Manager dapat melihat lokasi kunjungan berdasarkan GPS, waktu yang dihabiskan untuk kunjungan, validasi melalui foto atau dokumentasi, serta catatan hasil kunjungan.

Monitor Produktivitas dengan Timesheet Online

Fitur Timesheet Online membantu perusahaan memantau produktivitas harian dengan melacak waktu kerja dan aktivitas atau tugas karyawan. Manager dapat memantau jam kerja efektif versus waktu hadir, melihat aktivitas yang diselesaikan dalam periode tertentu, dan mengidentifikasi karyawan dengan utilisasi rendah atau terlalu tinggi.

Cocok untuk Semua Jenis Tim

Hadirr dirancang untuk mengakomodasi berbagai tipe tim dalam satu sistem yang sama:

  • Tim kantor: kelola kehadiran, shift kerja, dan lembur dengan sistem absensi digital
  • Tim lapangan: pantau lokasi dan aktivitas kerja real-time melalui client visit, GPS tracking, dan validasi foto
  • Tim remote/WFH: monitor waktu dan aktivitas kerja melalui timesheet online, pencatatan aktivitas harian, dan absensi berbasis selfie
  • Tim sales: kelola progres prospek, catat kunjungan klien, dan pantau performa melalui sales pipeline berbasis dashboard terintegrasi

Memilih template shift kerja yang sesuai hanyalah langkah pertama. Yang membedakan operasional 24 jam yang sustainable dari yang penuh masalah adalah eksekusi harian berbasis data: kehadiran yang tercatat akurat, lembur yang terkontrol, dan jadwal yang bisa disesuaikan real-time tanpa ribet.

Aplikasi shift kerja Hadirr membantu perusahaan mewujudkan fondasi tersebut, dari clock in/out yang akurat dengan validasi GPS dan face recognition, pengelolaan lembur yang transparan dan terstruktur, sampai monitoring tim secara real-time untuk kantor, lapangan, remote, dan sales dalam satu sistem.

Coba Hadirr Sekarang

Download Template Shift Kerja 24 Jam

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Template shift kerja 24 jam adalah kerangka jadwal siap pakai yang membagi 24 jam operasional ke dalam beberapa shift dan kelompok karyawan. Contohnya adalah pola 3 Shift 3 Kelompok, DuPont, dan Pitman yang memungkinkan bisnis beroperasi tanpa henti dengan tetap memperhatikan batas jam kerja dan lembur sesuai aturan ketenagakerjaan.

Jam kerja normal maksimal adalah 7 jam per hari untuk pola 6 hari kerja atau 8 jam per hari untuk pola 5 hari kerja. Jika melebihi jam kerja normal, kelebihan waktu tersebut dapat masuk sebagai lembur dengan batas maksimal 4 jam per hari sesuai Pasal 77 UU No. 13 Tahun 2003 dan PP No. 35 Tahun 2021.

Shift 12 jam tidak otomatis dilarang. Namun, selisih antara jam kerja aktual dan jam kerja normal harus diperhitungkan sebagai lembur dan dibayarkan sesuai ketentuan, dengan total lembur maksimal 18 jam per minggu berdasarkan PP No. 35 Tahun 2021.

Pola DuPont dan Pitman (2-2-3) umumnya lebih mendukung waktu pemulihan karena memberikan periode libur yang lebih panjang. DuPont dapat memberikan 7 hari libur berturut-turut dalam satu siklus, sedangkan Pitman memberikan akhir pekan penuh secara bergantian, dibandingkan pola 3 Shift 3 Kelompok dengan jam kerja 8 jam dan frekuensi hari kerja yang lebih banyak.

Lembur karyawan shift malam dihitung berdasarkan selisih antara jam kerja aktual dan jam kerja normal, yaitu 7 atau 8 jam per hari, kemudian dikalikan tarif upah lembur per jam sesuai formula dalam PP No. 35 Tahun 2021.
Untuk karyawan perempuan yang bekerja pada pukul 23.00–07.00, perusahaan juga memiliki kewajiban khusus terkait makanan bergizi, transportasi, dan keamanan sebagaimana diatur dalam Pasal 76 UU Ketenagakerjaan.

Aplikasi absensi dan manajemen SDM seperti Hadirr dapat membantu perusahaan mengelola jadwal shift, memantau kehadiran secara real time, dan menghitung lembur secara otomatis. Pengelolaan yang terintegrasi membantu mengurangi pekerjaan manual dan risiko kesalahan pencatatan dibandingkan mengandalkan Excel.

Author
Ari Susanto

Experienced writer with more than 10 years writing experience on business topics, HR, industrial relations and much more.

Latest Posts by Ari Susanto:

Related Post