Panduan Mengelola Lembur Saat Puasa agar Tetap Optimal – Memasuki bulan Ramadhan, terdapat penyesuaian kebijakan jam kerja yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan. Berbeda dengan instansi pemerintahan yang mengurangi jam kerja mereka, perusahaan swasta umumnya hanya menggeser jam kerja karyawan, sebab tidak ada ketentuan yang mengatur waktu khusus bekerja saat puasa.

Lantas, bolehkah meminta karyawan Anda untuk kerja lembur saat puasa? Bagaimana cara  mengelolanya? Yuk, simak panduan berikut.

Baca Juga: Ketentuan Jam Kerja Selama Ramadhan untuk Perusahaan

Aturan Lembur Karyawan Saat Puasa

Sama halnya dengan waktu kerja, tidak ada ketentuan hukum yang mengatur lembur karyawan saat puasa. Jadi, Anda boleh meminta karyawan untuk lembur Ramadhan selama tetap mematuhi aturan lembur karyawan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No.35/2021, yaitu :

 

1. Disetujui oleh karyawan yang bersangkutan 

Pelaksanaan lembur harus berdasarkan kesepakatan dan persetujuan antara Anda (sebagai pihak atasan/manajemen perusahaan) dengan karyawan. Anda harus mengeluarkan surat perintah lembur terlebih dahulu yang memuat daftar nama karyawan yang akan kerja lembur, jam, dan detail pekerjaannya.

2. Tidak melebihi durasi maksimal ketentuan lembur

Batas maksimal jam lembur per hari paling lama 4 jam dengan total 18 jam seminggu. Aturan ini tidak termasuk lembur pada hari libur mingguan dan nasional. 

3. Memenuhi hak karyawan lembur

Perusahaan berkewajiban untuk membayar uang lembur, memberi karyawan kesempatan beristirahat secukupnya, serta memenuhi asupan makanan dan minuman minimal 1.400 kilokalori. 

4. Memerhatikan hak karyawan untuk beribadah

Dalam UU Ketenagakerjaan, disebutkan bahwa perusahaan wajib memberikan kesempatan yang secukupnya kepada karyawan untuk beribadah dengan baik. Kesempatan tersebut bisa dalam bentuk fasilitas penunjang ibadah puasa yang disesuaikan kemampuan perusahaan.

Baca Juga: Tips Ramadhan Produktif untuk Karyawanmu

Tantangan Mengelola Lembur Ramadhan

Lembur Saat Puasa
Panduan Mengelola Lembur Saat Puasa | Hadirr

Tidak mudah melaksanakan dan mengelola lembur saat Ramadhan. Jika harus dilakukan, inilah tantangan yang akan Anda hadapi :

 

a. Turunnya produktivitas karyawan

Saat bekerja lembur, performa karyawan Anda rentan menurun, sebab terdapat beberapa perubahan kebiasaan selama bulan puasa, seperti waktu tidur dan waktu makan. Karyawan kurang istirahat sehingga sulit fokus dalam bekerja. Perlu strategi yang tepat untuk menjaga produktivitas karyawan selama puasa.

b. Risiko keterlambatan proses

Pada bulan puasa, komponen gaji karyawan yang Anda kelola adalah pemberian THR yang tepat sesuai data. Nah, jika lembur diberlakukan, maka Anda juga perlu melakukan perhitungan upah lembur juga. Sulit dibayangkan jika dikerjakan manual, sangat berisiko terhadap keterlambatan proses pemberian gaji dan THR karyawan.

Sebagai tambahan, besaran uang lembur karyawan dihitung menggunakan upah per jam sebagai pengali. Ketentuannya bisa berbeda jika karyawan lembur pada hari kerja dan lembur hari raya.

Tips Mengelola Karyawan Lembur di Bulan Puasa

Lembur Ramadhan tak terhindarkan jika perusahaan Anda menerima banyak permintaan produk/jasa dalam bulan tersebut, terlebih karena kurangnya karyawan. Nah, berikut tips mengelola lembur karyawan selama bulan puasa :

 

1. Tetapkan deadline kerja

Kejelasan deadline mendorong karyawan menyelesaikan tugas yang diberikan secara cepat dan efektif. Mereka jadi lebih mudah merencanakan kegiatan harian dengan menyusun skala prioritas, sehingga bisa tetap produktif meski berpuasa.

2. Sediakan fasilitas yang memadai

Jika Anda ingin memerintahkan karyawan lembur saat bulan puasa, Anda bisa menyediakan tempat untuk salat, konsumsi berbuka dan sahur untuk karyawan yang lembur pada shitt sore dan malam hari. 

3. Kontrol kegiatan lembur

Meski puasa, kegiatan lembur tetap perlu pengawasan dan kontrol agar kinerja karyawan tetap baik dan menjaga keberhasilan pekerjaan secara efektif. Keuntungan sistem kontrol yang tepat adalah meminimalisir jam lembur dan menekan pengeluaran perusahaan Anda. 

Gunakan Aplikasi Pengelola Lembur Karyawan Hadirr

Aplikasi Jadwal Kerja
Aplikasi Jadwal Kerja Hadirr

Untuk memudahkan pengelolaan karyawan lembur bulan Ramadhan, gunakanlah aplikasi manajemen overtime Hadirr. Berapapun jumlah karyawan yang Anda miliki, penanganan lembur jadi lebih praktis, cepat, dan efektif.

Anda bisa menghemat lebih banyak waktu dibandingkan melakukan metode manual, selain itu juga dapat menghemat biaya operasional.

Hadirr memiliki beragam fitur unggulan yang bisa Anda manfaatkan dalam pemberlakuan lembur saat puasa. Terdapat fitur overtime karyawan dengan pencatatan dan perekapan lembur yang lengkap dilakukan secara otomatis, praktis banget!

Baca Juga: Uang Lembur Diganti Insentif atau Hari Libur, Bolehkah?

Nah, Jika perusahaan Anda tetap memberlakukan sistem shift di bulan puasa, Hadirr juga bisa dimanfaatkan untuk mengelola shift kerja. Dengan fitur shift kerja, penataan serta pengontrolan karyawan tetap bisa dilakukan di manapun.

Kontrol produktivitas karyawan lembur juga bisa dilakukan dengan timesheet online, di mana durasi penyelesaian pekerjaan harian dan produktivitas karyawan bisa Anda monitor lewat ponsel.

Dengan Hadirr, lembur saat puasa tak jadi masalah!

Aplikasi Absensi Online Hadirr

Writer: YRA