4 Kekurangan Mesin Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Teknologi fingerprint adalah teknologi biometrik yang memiliki fungsi merekam pola sidik jari, yang kemudian disimpan dalam database karyawan untuk kebutuhan identifikasi kehadiran.
Kekurangan mesin fingerprint untuk absensi karyawan utamanya adalah keterbatasan lokasi karena karyawan harus hadir fisik di lokasi mesin, akurasi yang menurun akibat kulit kering atau kotor, biaya pemeliharaan yang tinggi untuk kalibrasi dan pembersihan rutin, serta fitur yang terbatas hanya untuk pelacakan dasar kehadiran.
Kekurangan ini membuat absensi berbasis selfie dan GPS menjadi alternatif yang lebih fleksibel bagi perusahaan dengan karyawan remote atau lapangan. Simak penjelasannya lebih lanjut!
Bagaimana Cara Kerja Mesin Fingerprint?

Cara kerja mesin fingerprint sangat sederhana. Tak heran, banyak perusahaan yang menggunakan sistem absensi ini di perusahaannya.
Sistem kerja mesin ini memiliki sensor yang menangkap sidik jari sebagai referensi. Sidik jari yang sudah ditangkap oleh sensor, akan masuk ke database yang bisa mengidentifikasi sang pemilik saat melakukan proses absensi.
Data absensi karyawan yang masuk pada mesin fingerprint inilah yang memudahkan tim HRD dalam merekap dan mengolah data absensi. Namun, mesin fingerprint ini juga memiliki kekurangan, lho!
Apa Saja Kekurangan Mesin Fingerprint?

Tabel: Mesin Fingerprint vs Absensi Online (Selfie + GPS)
| Aspek | Mesin Fingerprint | Absensi Online (Selfie + GPS) |
|---|---|---|
| Kebutuhan hadir fisik di lokasi mesin | Wajib | Tidak wajib, bisa dari mana saja |
| Akurasi identifikasi | Terpengaruh kulit kering/kotor | Berbasis pengenalan wajah, lebih stabil |
| Biaya pemeliharaan | Tinggi (kalibrasi, pembersihan rutin) | Rendah, tanpa perangkat keras khusus |
| Cakupan fitur | Terbatas pada pelacakan dasar | Bisa terintegrasi timesheet, shift, reimbursement |
| Cocok untuk kerja remote/lapangan | Tidak cocok | Cocok |
| Risiko manipulasi | Bisa diakali salinan sidik jari | Diverifikasi wajah & lokasi real-time |
Setiap perangkat atau sistem teknologi pasti memiliki kekurangannya tersendiri. Namun, apakah kekurangan itu bisa menjadi penghambat atau tidak.
Meskipun sudah populer untuk melacak kehadiran karyawan, ada empat kekurangan mesin fingerprint yang umumnya sering terjadi.
-
Keterbatasan Lokasi
Mesin fingerprint ini, bisa dibilang cukup merepotkan karyawan. Alasannya, untuk menggunakan mesin tersebut, karyawan harus datang dan hadir secara fisik di lokasi mesin untuk mencatat waktu masuk dan keluar saat ia bekerja.
Sistem ini tentunya, akan merepotkan karyawan yang bekerja dari jarak jauh ataupun yang sering melakukan dinas luar. Karena mereka mungkin tidak selalu bisa mengakses dan menjangkau mesin fingerprint tersebut.
-
Kurang Akurat
Keakuratan, menjadikan kelemahan lain saat menggunakan mesin fingerprint ini dalam melacak karyawan. Mesin ini, tidak terlalu dapat diandalkan. Mesin fingerprint mengandalkan karakteristik unik dari sidik jari seseorang untuk mengindentifikasinya.
Namun, ada beberapa faktor yang mempengaruhi keakuratan saat pengenalan sidik jari. Seperti, kulit kering, kotoran, atau terlalu banyak bekas absensi sidik jari yang sudah tertempel sebelumnya.
Akibatnya, mesin fingerprint ini terkadang gagal mengindentifikasi data karyawan secara akurat, yang mengakibatkan kesalahan dalam monitor data absensi.
-
Biaya Pemeliharaan yang Tinggi
Penggunaan mesin fingerprint ini tentunya membutuhkan perawatan khusus yang memakan biaya cukup mahal. Selain mesin ini memerlukan software dan hardware khusus, mesin ini juga perlu dikalibrasi dan dipelihara secara teratur agar dapat berfungsi dengan baik.
Selain itu, mesin juga harus dibersihkan menggunakan cairan pembersih khusus. Agar, dapat melakukan scanning sidik jari dengan baik. Hal ini bisa menjadikan pengeluaran biaya yang signifikan bagi perusahaan, terutama yang memiliki banyak karyawan
-
Fitur yang Terbatas
Mesin fingerprint ini juga memiliki kemampuan yang terbatas. Utamanya, mesin ini hanya digunakan untuk pelacakan dasar, dan tidak menawarkan kemampuan untuk melacak informasi lainnya.
Seperti, waktu yang dihabiskan karyawan selama mengerjakan proyek atau tugas tertentu. Hal ini dapat mempersulit perusahaan untuk memantau produktivitas karyawan secara akurat dan mengatur waktu mereka secara efektif.
Lantas, apa solusi yang lebih efektif selain menggunakan mesin fingerprint?
Baca Juga: Jenis, Cara Kerja, dan Harga Mesin Presensi
Apakah Absensi Online Solusi dari Kekurangan Fingerprint?

Aplikasi absensi online tentunya sangat praktis dan efisien, dimana semua karyawan tidak wajib untuk datang ke kantor hanya untuk absensi. Mereka bisa melakukan absensi dimana saja. Baik di rumah, atau jika sedang dalam perjalanan dinas.
Berbeda dengan mesin fingerprint yang memakan biaya operasional cukup mahal, perusahaan tidak perlu khawatir mengeluarkan banyak biaya jika sistem absensi ini mengalami kerusakan.
Selain itu, perusahaan juga tetap bisa memantau dan melakukan approval mengenai kehadiran karyawan. Maka dari itu, menggunakan sistem absen online, salah satunya aplikasi Hadirr adalah solusi yang paling tepat dilakukan oleh perusahaan.
Kenapa Perusahaan Harus Beralih ke Absensi Online?

Absensi merupakan salah satu hal penting dalam penilaian kinerja karyawan. Sayangnya, saat menggunakan mesin fingerprint, masih banyak karyawan yang berlaku curang dengan memanipulasi atau mengakali mesin fingerprint.
Cara mengakali mesin fingerprint salah satunya adalah menggunakan salinan gambar atau fotokopi sidik jari. Hal ini, dapat dilakukan jika sensor di mesin tersebut sangat mudah diakali.
Baca Juga: Harga Mesin Absensi versus Absensi Wajah Android
Aplikasi absensi online Hadirr menjadi sebuah solusi atas permasalahan-permasalahan diatas, karena karyawan akan sulit untuk memanipulasi absensi. Apalagi, jika absensi onlinenya menggunakan fitur verifikasi wajah.
Aplikasi Hadirr bekerja lebih akurat dan mudah diakses karyawan. Selain itu, Hadirr melakukan validasi pengenalan wajah (face recognion) yang bisa meminimalisir tindak kecurangan oleh karyawan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Teknologi fingerprint adalah teknologi biometrik yang merekam pola sidik jari dan menyimpannya dalam database karyawan untuk identifikasi kehadiran.
Kekurangan mesin fingerprint termasuk keterbatasan lokasi karena karyawan harus hadir fisik, akurasi yang menurun akibat kulit kering atau kotor, biaya pemeliharaan yang tinggi, dan fitur yang terbatas hanya untuk pelacakan dasar kehadiran.
Mesin fingerprint bekerja dengan sensor yang menangkap sidik jari sebagai referensi. Sidik jari yang ditangkap akan masuk ke database untuk mengidentifikasi pemilik saat absensi.
Keakuratan mesin fingerprint dapat terpengaruh oleh faktor seperti kulit kering, kotoran, atau bekas sidik jari sebelumnya, yang dapat menyebabkan kesalahan dalam identifikasi.
Absensi berbasis selfie dan GPS menjadi alternatif yang lebih fleksibel, memungkinkan karyawan untuk melakukan absensi dari mana saja, termasuk saat bekerja remote atau di lapangan.
Absensi online memungkinkan karyawan untuk melakukan absensi tanpa harus hadir fisik di lokasi, memiliki biaya pemeliharaan yang lebih rendah, dan dapat menawarkan fitur yang lebih lengkap.
Risiko manipulasi pada mesin fingerprint termasuk kemungkinan karyawan menggunakan salinan sidik jari untuk menipu sistem absensi.
Solusi untuk mengatasi kekurangan mesin fingerprint adalah dengan beralih ke sistem absensi online, yang lebih efisien dan sulit untuk dimanipulasi.
Perusahaan harus beralih ke absensi online karena dapat meminimalisir kecurangan, lebih akurat, dan memudahkan akses bagi karyawan dalam mencatat kehadiran.
