Saat ini, banyak sekali orang yang ingin menggelar acara secara praktis dan efisien, salah satunya adalah dengan mengandalkan layanan catering dalam penyajian makanan. Anda tentu sudah mengetahui adanya bisnis catering, misalnya dalam acara pernikahan.

Bisnis catering makanan merupakan bisnis jasa boga atau penyedia layanan makanan dan minuman beserta perlengkapannya. Bisnis ini menjadi populer dalam bidang boga karena dapat dimulai dalam skala kecil dengan modal terjangkau dan prospek pasarnya pun beragam.

Baca Juga: Begini Kelola Sistem Kerja Shift Karyawan yang Tepat

Menyediakan makanan pada pesta pernikahan hanyalah salah satu contoh dari layanan usaha catering. Apa saja yang lainnya? Bagaimana cara memulai bisnis catering dan mengatur jadwal kerjanya? Simak artikel berikut hingga selesai, ya!

Mengenal Jenis Usaha Catering 

Sebelum Anda terjun dalam bisnis catering, sebaiknya kenali terlebih dahulu apa saja jenis-jenis layanan catering yang bisa Anda sediakan, diantaranya adalah usaha catering pabrik, kantoran, sekolahan, rumahan dan khusus hajatan atau event tertentu. 

Layanan catering tersebut disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Anda, misal pekerja pabrik dan kantoran yang membutuhkan makanan beragam setiap harinya agar tidak bosan, anak sekolah yang membutuhkan layanan makan pagi atau siang, anak kosan yang membutuhkan makanan untuk sahur saat Ramadhan hingga orang-orang yang hendak menggelar hajatan seperti pesta pernikahan hingga syukuran di rumah mereka.

Biasanya, menu yang terdapat dalam layanan catering ada dua, yakni menyediakan beragam menu atau fokus pada 1 menu saja. Sajiannya bisa dalam bentuk prasmanan, nasi kotak hingga rantang-rantang lucu dan menarik. Bahkan saat ini pun sudah ada layanan catering untuk makanan bayi.

Bagaimana Alur Kerja dalam Usaha Catering?

Tidak jauh berbeda dengan kegiatan yang dilakukan unit food and beverages pada restoran dan hotel, proses catering pun juga dimulai dari kegiatan produksi di dapur hingga makanan dan minuman siap disajikan pada konsumen.

Rangkaian prosesnya secara keseluruhan berupa : (1) kegiatan mempersiapkan bahan dan sortasi bahan baku, (2) pengolahan bahan, dan (3) pengemasan, distribusi serta penyajian olahan makanan kepada konsumen.

Pemilihan bahan baku penting dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanannya sesuai standar mutu. Setelah dipilih, bahan baku tersebut disimpan di tempat penyimpanan yang sesuai.

Sebelumnya melakukan pengolahan, bahan baku tersebut dibersihkan terlebih dahulu dan diambil bagian-bagian yang dibutuhkan. Pengolahan atau kegiatan memasak dilakukan dengan memerhatikan resep dan standar SOP yang ditetapkan. Tujuannya sama, untuk menjamin mutu dan keamanan masakan. Biasanya, kegiatan pengolahan ini diawasi oleh kepala juru masak.

Dan kegiatan terakhir yaitu pengemasan, pengiriman dan penyajian makanan. Hasil olahan makanan disimpan dalam wadah tertutup agar tetap segar, higienis dan terjaga keutuhannya hingga siap hidang.

Penyajiannya pun disesuaikan dengan acara. Apabila acaranya adalah hajatan, maka penataan jamuan disesuaikan tema hajatan. Untuk acara outdoor seperti event hingga pesanan untuk pegawai kantoran, disesuaikan kebutuhan, apakah nasi box atau prasmanan.

Tips Menjalankan Usaha Catering

Nah, apakah Anda sudah menjalankan bisnis catering atau mulai tertarik mencoba bisnis ini? Berikut beberapa tips bisnis catering untuk Anda yang ingin membuka bisnis catering yang menguntungkan.

Tentukan Jenis Catering dan Lakukan Riset Pasar

usaha catering

Menentukan jenis catering adalah poin pertama sekaligus terpenting, karena menentukan jalannya usaha Anda nantinya. Anda bisa melakukan riset pasar terkait target konsumen, target supplier hingga kompetitor. Mengapa? Karena punya masakan yang enak saja tidak cukup jika Anda tidak menargetkan konsumen seperti apa yang ingin Anda bidik melalui jenis catering yang sudah dipilih.

Persiapkan Modal dan Perlengkapan yang Mendukung

tips bisnis catering

Setelah memilih jenis catering, tahap berikutnya adalah menyiapkan modal. Apabila Anda memiliki modal yang kecil, Anda bisa memulai dari bisnis catering rumahan skala kecil, misal layanan 100-200 box.  Usaha catering termasuk peluang usaha yang bisa dimulai dengan modal 1 juta. 

Untuk perlengkapan, ruangan dapur dan peralatan dapur saja sudah cukup dalam bisnis catering skala kecil. Anda juga memerlukan rak dan kulkas untuk penyimpanan. Namun jika bisnis yang ingin dibuat skala besar, tentu saja Anda harus menyediakan perlengkapan lainnya seperti set alat makan hingga prasmanan.

Tetapkan Harga dan Menu yang Variatif

jadwal shift kerja

Sebagai seorang konsumen yang dihadapkan pada pilihan catering, apa yang akan Anda pertimbangkan untuk pertama kali? Harga dan menu, bukan? Nah, inilah kuncinya jika Anda ingin membuka bisnis catering. Tetapkan harga yang bersaing di pasaran. Sediakan menu yang dengan tampilan sajian menarik dan variannya banyak sehingga memberi konsumen banyak alternatif pilihan sesuai budget mereka.

Baca Juga: Contoh Pembagian Shift Kerja di Restoran

Lakukan Promosi dan Pemasaran

bisnis catering makanan

Langkah awal promosi dapat Anda lakukan dengan mempromosikan pada teman, kerabat dan tetangga. Setelah itu, Anda bisa memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan promosi, seperti mengunggah poster dan memasang iklan. Anda bisa membagikan informasi seputar cara order dan hasil masakan Anda.

Membuat Tim

cara mengatur shift karyawan

Saat awal memulai, kegiatan produksi hingga pengemasan mungkin bisa Anda lakukan sendiri. Namun, saat semakin berkembang dibuktikan dari banyaknya pesanan yang masuk, Anda membutuhkan tim. Apalagi jika Anda ingin melebarkan bisnis catering dengan mengakomodasi lebih banyak jenis catering-nya. Tentu Anda perlu merekrut banyak orang untuk bergabung dalam bisnis Anda.

Baca Juga: Tips Kelola Jadwal Shift Kerja Karyawan dengan Mudah

Pembagian Shift Kerja Usaha Catering

Setelah melihat alur kegiatan dalam bisnis catering, sudah bisa dibayangkan padatnya pekerjaan dalam bisnis ini, terutama bila Anda ingin membangun sebuah jasa boga komersial yang menyediakan segala jenis layanan dan menarget banyak pasar.

Untuk bisnis catering skala besar, pembagian shift kerja harus dilakukan agar pekerja tidak kelelahan yang bisa berdampak pada penurunan performa mereka. Misal, Anda melakukan usaha catering pabrik yang perlu menyediakan makanan pagi, siang dan malam sesuai shift mereka. 

Nah, dalam menyediakan makanan tersebut, bisnis Anda juga beroperasi 24 jam. Tidak mungkin membuat pekerja Anda bekerja terus menerus tanpa istirahat. Oleh karena itu, diperlukan adanya penetapan shift untuk pekerja. 

Cara mengatur shift karyawan mengacu pada peraturan jam kerja menurut pemerintah, yakni : (1) 7 jam/hari atau 40 jam/minggu untuk 6 hari kerja; (2) 8 jam/hari atau 40 jam/minggu untuk 5 hari kerja.

Berikut contoh jadwal shift kerja untuk layanan catering.

Jadwal Shift Catering Jam Operasional 10.00-22.00

Anda bisa mengelompokkan pegawai dalam dua shift, yaitu : shift pagi (09.00-18.00) dan shift malam (13.30-22.30). Anda bisa menyesuaikan jumlah kebutuhan tim produksi dan non-produksi setiap harinya. Pembagiannya meliputi 8 jam kerja per hari (di luar waktu istirahat selama 1 jam) dan 2 hari libur per minggu.

pembagian shift kerja

Jadwal Shift Catering Jam Operasional 24 jam

Dalam pengelompokkan pegawai menjadi 3 shift, alternatif berikut bisa Anda coba : shift pagi (06.00-14.00), shift sore (14.00-22.00) dan shift malam (22.00-06.00). Pembagiannya meliputi 7 jam kerja per hari (di luar waktu istirahat selama 1 jam) dan 1 hari libur per minggu.

contoh shift kerja

Inilah Cara Praktis Atur Shift Kerja Pegawai Anda!

Saat usaha catering yang Anda jalankan berkembang, Anda membutuhkan penambahan pegawai untuk membantu usaha Anda, seperti juru masak andalan, asisten juru masak, juru cuci, tim pelayanan, tim pengemasan hingga bagian administrasi. 

Semakin banyak pegawai, semakin rumit juga penyusunan jadwal shift kerja yang tepat untuk mereka. Oleh sebab itu, Anda bisa mengandalkan aplikasi shift kerjaHadirr untuk mempermudah pekerjaan Anda!

Hadirr merupakan aplikasi absensi karyawan digital yang mampu merekam dan merekap kehadiran karyawan secara otomatis. Fitur absensi kehadiran Hadirr didukung fitur shift kerja karyawan, sehingga Hadirr bisa Anda andalkan sebagai aplikasi pembagian shift kerja juga!

Baca Juga: Cara Membuat dan Contoh Laporan Absensi Karyawan

Dengan Hadirr, Anda bisa memantau kehadiran karyawan berdasarkan jadwal shift kerja mereka. Meski tidak mengawasi secara langsung pun tidak masalah, sebab Anda bisa memantau karyawan real-time, langsung dari ponsel Anda. Praktis, kan? 

Hadirr dilengkapi banyak fitur komplit lainnya, cocok diandalkan untuk segala jenis usaha. Dapatkan banyak keuntungan dan kemudahan dalam mengelola pegawai Anda dengan coba Hadirr sekarang!

Aplikasi Absensi Online Hadirr

Writer: Yosie Rizkha Amaf