Template Sales Pipeline untuk Kelola Proses Penjualan Lebih Efektif

9 Template Sales Pipeline untuk Kelola Proses Penjualan Lebih Efektif

Mempunyai banyak prospek belum tentu berarti proses penjualan bisnis kamu sudah berjalan rapi. Sebab, tanpa alur yang jelas, tim sales bisa kehilangan peluang di tengah proses.

Di sinilah sales pipeline membantu memetakan perjalanan setiap prospek hingga menjadi pelanggan. Melalui pipeline, tim dapat mengetahui posisi setiap deal, tindak lanjut berikutnya, dan potensi nilai penjualan.

Namun, membuat pipeline dari awal bisa memakan waktu, terutama jika kamu belum memiliki format yang sesuai. Di sinilah, template sales pipeline dibutuhkan untuk menyusun proses penjualan secara lebih terstruktur.

Artikel ini membahas 9 template sales pipeline gratis untuk berbagai kebutuhan bisnis. Simak juga tahapan pipeline, cara memilih template, dan tips menerapkannya agar proses penjualan lebih terarah.

Kenapa Bisnis Butuh Template Sales Pipeline?

template sales pipeline

Sales pipeline menggambarkan tahapan yang dilalui prospek sebelum menjadi pelanggan. Sementara itu, template sales pipeline membantu tim mencatat posisi setiap prospek dalam tahapan tersebut. Formatnya bisa berupa Spreadsheet, tabel, atau papan kanban.

Perlu diketahui bahwa pipeline berbeda dengan sales funnel karena fokusnya lebih spesifik. Funnel melihat jumlah prospek yang berkurang di setiap tahap, sedangkan pipeline memantau deal yang sedang berjalan. Jadi, kamu dapat melihat status prospek, nilai peluang, dan tindak lanjut yang perlu dilakukan.

Tanpa pencatatan yang terstruktur, prospek bisa terlupakan atau terlambat ditindaklanjuti. Selain itu, kamu juga bisa kesulitan mengetahui deal mana yang perlu diprioritaskan. Kondisi ini dapat membuat peluang penjualan terhenti tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga: Template Sales Report & KPI: Cara Rapi Monitoring Tim Sales

Dengan template yang tepat, seluruh proses tersebut lebih mudah dipantau dalam satu tampilan. Kamu dapat melihat perkembangan setiap deal, mengidentifikasi hambatan, dan menentukan langkah berikutnya. Oleh karena itu, pipeline membantu proses penjualan menjadi lebih terarah dan terukur.

6 Tahapan Standar Sales Pipeline yang Jadi Dasar Template

template sales pipeline

Hampir semua sales pipeline menggunakan tahapan yang serupa untuk mengelola prospek. Kamu bisa menambah atau menggabungkan tahap sesuai proses penjualan bisnis. Namun, enam tahap berikut dapat menjadi dasar yang umum digunakan.

  1. Prospek Masuk (Lead In): Prospek baru masuk melalui iklan, referral, cold outreach, atau channel inbound. Prospek dapat masuk ke tahap berikutnya setelah data kontak lengkap dan sudah tervalidasi.
  2. Kontak Awal (Contacted): Tim sales menghubungi prospek melalui telepon, WhatsApp, email, atau channel lainnya. Prospek dapat lanjut jika memberikan respons dan bersedia melakukan diskusi lebih lanjut.
  3. Kualifikasi (Qualified): Tim sales menilai kebutuhan, anggaran, dan pihak yang berwenang mengambil keputusan. Prospek dianggap qualified jika sesuai dengan kriteria calon pelanggan yang ditargetkan bisnis.
  4. Proposal atau Presentasi: Tim menyampaikan penawaran, demo produk, atau presentasi solusi berdasarkan kebutuhan prospek. Tahap ini dapat berlanjut ketika prospek meminta informasi tambahan atau mulai membahas penawaran.
  5. Negosiasi: Prospek dan tim sales membahas harga, kontrak, layanan, atau ketentuan kerja sama. Deal dapat menuju closing setelah kedua pihak menyepakati negosiasi sales akhirnya.
  6. Closing (Won/Lost): Deal berakhir ketika prospek menjadi pelanggan atau memutuskan tidak melanjutkan pembelian. Hasil tersebut perlu dicatat agar tim dapat mengevaluasi proses penjualan dan memperbaiki pipeline berikutnya.

9 Template Sales Pipeline Gratis yang Bisa Langsung Dipakai

Berikut sembilan template sales pipeline yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari pemula hingga tim sales lapangan.

1. Template Sales Pipeline Dasar 6 Tahap

template sales pipeline

Template ini cocok untuk bisnis yang baru mulai menyusun proses penjualan secara terstruktur. Isinya mencakup nama prospek, sumber lead sales, nilai deal, tahap penjualan, kontak terakhir, dan sales yang bertanggung jawab. Gunakan dropdown pada kolom tahap agar penulisan status tetap konsisten.

[Download Template Sales Pipeline Dasar]

2. Template Sales Pipeline Funnel

template sales pipeline

Template ini menampilkan jumlah prospek di setiap tahap dalam bentuk funnel. Dengan tampilan tersebut, tim dapat melihat jumlah prospek yang berpindah dari satu tahap ke tahap berikutnya. Format ini cocok untuk mengevaluasi proses konversi dan mengetahui tahap yang membutuhkan perbaikan.

[Download Template Sales Pipeline Funnel]

3. Template Sales Forecast

template sales pipeline

Template ini membantu memperkirakan potensi pendapatan berdasarkan nilai dan status setiap deal. Kamu dapat menambahkan estimasi peluang closing sales pada setiap tahap, lalu menggunakannya untuk membuat proyeksi penjualan. Format ini membantu tim membedakan antara total nilai pipeline dan pendapatan yang lebih mungkin terealisasi.

[Download Template Sales Forecast]

4. Template Sales Pipeline per Sales

template sales pipeline

Template ini membantu manajer memantau pipeline berdasarkan anggota tim yang menangani setiap prospek. Data dapat mencakup jumlah deal, nilai penjualan, tahap pipeline, serta status follow-up masing-masing sales. Dengan format ini, kamu lebih mudah melihat beban kerja dan perkembangan setiap anggota tim.

[Download Template Sales Pipeline per Sales]

5. Template Lead Scoring dan Prioritas Prospek

template sales pipeline

Template ini membantu sales menentukan prospek yang perlu diprioritaskan berdasarkan tingkat ketertarikan dan potensinya. Kamu dapat memberikan skor berdasarkan kebutuhan, kesesuaian produk, anggaran, serta urgensi pembelian. Dengan begitu, tim dapat memusatkan waktu pada prospek yang memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan.

[Download Template Lead Scoring]

6. Template Sales Pipeline B2B

template sales pipeline

Template ini dirancang untuk proses penjualan B2B yang melibatkan beberapa pihak dan butuh lebih banyak tahapan. Selain data prospek dan deal, kamu dapat mencatat nama stakeholder, jabatan, kebutuhan, riwayat komunikasi, serta status pengambilan keputusan. Format ini membantu menjaga informasi penting selama proses penjualan berlangsung.

[Download Template Sales Pipeline B2B]

7. Template Sales Pipeline Tim Lapangan

template sales pipeline

Template ini cocok untuk sales yang rutin melakukan kunjungan ke klien atau outlet. Selain informasi pipeline standar, tambahkan lokasi, jadwal kunjungan, hasil visit, dan rencana follow-up. Data tersebut membantu tim melihat hubungan antara aktivitas kunjungan dan perkembangan setiap prospek.

[Download Template Sales Pipeline Tim Lapangan]

8. Template Sales Pipeline untuk UKM dan Solopreneur

template sales pipeline

Template sederhana ini cocok untuk pemilik usaha yang menangani proses penjualan sendiri. Kolomnya dapat mencakup nama prospek, kontak, nilai potensial, tahap penjualan, dan tanggal follow-up berikutnya. Format yang ringkas membuatnya mudah diperbarui tanpa menambah beban administrasi.

[Download Template Sales Pipeline untuk UKM]

9. Template Sales Dashboard dan Laporan Pipeline

template sales pipeline

Template ini merangkum data pipeline dalam tampilan yang lebih mudah dipantau. Dashboard dapat menampilkan total nilai pipeline, jumlah deal berdasarkan tahap, sumber lead, dan perkembangan penjualan. Data dari pipeline utama dapat diolah menggunakan rumus atau pivot table agar laporan sales tidak perlu diisi berulang.

[Download Template Sales Dashboard]

Cara Memilih Template Sales Pipeline yang Tepat

Pilih template berdasarkan ukuran tim, kompleksitas penjualan, jumlah prospek, dan kebutuhan pelaporan. Berikut panduan yang bisa kamu gunakan:

Baca Juga: Efektif Call Sales: Rumus dan Cara Meningkatkan Kinerja Sales

Kebutuhan BisnisTemplate yang DisarankanAlasan
Baru mulai menggunakan sales pipelineTemplate Sales Pipeline Dasar 6 TahapMemiliki struktur sederhana untuk mencatat dan memantau setiap prospek.
Menjual produk atau jasa sendiriTemplate Sales Pipeline untuk UKM dan SolopreneurFormatnya sederhana dan mudah dikelola tanpa tim sales besar.
Memiliki beberapa anggota tim salesTemplate Sales Pipeline per SalesMembantu memantau prospek, nilai deal, dan progres setiap sales.
Mendapat banyak prospekTemplate Lead Scoring dan Prioritas ProspekMembantu tim menentukan prospek yang perlu diprioritaskan.
Memiliki proses penjualan B2BTemplate Sales Pipeline B2BDapat mencatat stakeholder, kebutuhan, komunikasi, dan proses pengambilan keputusan.
Tim sales sering bertemu klienTemplate Sales Pipeline Tim LapanganMemudahkan pencatatan jadwal kunjungan, hasil pertemuan, dan tindak lanjut.
Membutuhkan proyeksi penjualanTemplate Sales ForecastMembantu memperkirakan potensi pendapatan dari deal yang sedang berjalan.
Membutuhkan analisis konversiTemplate Sales Pipeline FunnelMenunjukkan jumlah prospek pada setiap tahap dan potensi titik kehilangan prospek.
Sering membuat laporan untuk manajemenTemplate Sales Dashboard dan Laporan PipelineMerangkum kondisi pipeline dalam tampilan yang lebih mudah dipantau.

Kesalahan Umum saat Memakai Template Sales Pipeline

template sales pipeline

Template yang baik tetap bisa tidak efektif jika penggunaannya kurang tepat. Selain masalah konsistensi, ada beberapa kesalahan yang dapat membuat data pipeline kurang akurat.

  1. Menentukan tahap berdasarkan asumsi: Sales terkadang memindahkan prospek karena merasa deal sudah dekat dengan closing. Padahal, setiap tahap sebaiknya memiliki kriteria yang jelas agar status prospek lebih objektif dan sales forecast tidak terlalu optimistis.
  2. Membiarkan deal tidak aktif terlalu lama: Prospek yang sudah tidak merespons sering tetap berada di pipeline selama berbulan-bulan. Untuk itu, lakukan evaluasi secara rutin agar deal yang tidak lagi potensial dapat ditindaklanjuti.
  3. Mencampur pipeline aktif dengan data historis: Data deal yang sudah closing sebaiknya tidak bercampur dengan prospek yang masih berjalan. Pisahkan pipeline aktif dan arsip agar laporan penjualan lebih mudah dibaca dan dianalisis.
  4. Mengisi data secara tidak lengkap: Informasi seperti kontak, nilai deal, tahap, atau jadwal follow-up yang kosong dapat menyulitkan tim mengambil keputusan. Jadi, tentukan informasi wajib yang harus diisi untuk setiap prospek.
  5. Membuat terlalu banyak tahapan: Pipeline yang memiliki terlalu banyak tahap bisa membuat tim bingung menentukan posisi prospek. Gunakan tahapan yang benar-benar mewakili proses penjualan dan mudah dipahami seluruh anggota tim.

Baca Juga: Cara Monitoring Sales Lapangan Tanpa Micromanagement

Cara Menerapkan Template Sales Pipeline agar Efektif

Banner Monitor Sales Lapangan Tanpa Repot

Template sales pipeline akan efektif jika tim memperbaruinya secara konsisten. Oleh karena itu, penerapannya perlu didukung aturan yang sederhana dan jelas.

  1. Tentukan penanggung jawab setiap prospek: Setiap prospek perlu memiliki satu sales yang bertanggung jawab memperbarui statusnya. Dengan begitu, tidak ada data yang terabaikan karena saling menunggu antaranggota tim.
  2. Tentukan waktu khusus untuk memperbarui data: Jangan hanya meminta tim melakukan update secara berkala. Tetapkan waktu tertentu, misalnya sebelum rapat evaluasi kinerja mingguan, agar pipeline selalu menunjukkan kondisi terbaru.
  3. Tandai prospek yang lama tidak bergerak: Periksa deal yang tidak mengalami perkembangan dalam periode tertentu. Tim dapat melakukan follow-up, mencari hambatan, atau menutupnya sebagai lost jika prospek tidak lagi potensial.
  4. Samakan definisi setiap tahap: Pastikan seluruh anggota tim memahami kapan prospek boleh berpindah ke tahap berikutnya. Dengan standar yang sama, status pipeline menjadi lebih konsisten dan mudah dievaluasi.
  5. Tentukan data yang wajib diisi: Tentukan informasi penting, seperti nama prospek, kontak, nilai deal, tahap, dan jadwal follow-up. Data yang lengkap membantu tim mengambil keputusan tanpa harus mencari informasi dari sumber lain.
  6. Evaluasi penggunaan template: Jika jumlah prospek dan anggota tim semakin banyak, Spreadsheet bisa semakin sulit dikelola. Pada kondisi tersebut, pertimbangkan software yang dapat membantu mengelola data dan aktivitas sales secara lebih terintegrasi.

Kelola Pipeline Sekaligus Pantau Produktivitas Tim dengan Hadirr

template sales pipeline

Template sales pipeline membantu tim mencatat dan mengatur progres setiap prospek. Namun yang perlu diingat, proses penjualan tidak berhenti pada pencatatan status deal. Kamu juga perlu melihat aktivitas yang dilakukan tim untuk mencapai target tersebut.

Hadirr membantu perusahaan mengelola sales pipeline dan memantau aktivitas tim dalam satu sistem. Fitur Pipeline Kerja membantu mengatur tahapan pekerjaan, memantau progres, dan melihat perkembangan aktivitas tim secara real-time.

Untuk tim sales lapangan, Hadirr juga mendukung pencatatan client visit dan aktivitas kerja. Kunjungan dapat dipantau menggunakan GPS dan foto sehingga atasan dapat mengetahui aktivitas tim secara lebih akurat.

Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan tidak perlu mengandalkan spreadsheet untuk melihat progres pipeline dan laporan aktivitas secara terpisah. Manajer dapat memantau perkembangan pekerjaan, aktivitas tim, dan hasil kunjungan dari satu sistem.

Jika kamu masih mengelola pipeline dan aktivitas sales secara manual, sekarang saatnya beralih ke sistem yang lebih terstruktur.

Coba demo Hadirr sekarang dan lihat bagaimana Hadirr membantu tim mengelola pipeline, memantau aktivitas, serta mengoptimalkan produktivitas kerja!

Aplikasi Absensi Online Hadirr

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kolom utama biasanya mencakup nama prospek, kontak, sumber lead, nilai deal, tahap pipeline, sales yang bertanggung jawab, dan jadwal follow-up. Kamu bisa menambahkan kolom kebutuhan prospek, produk yang diminati, atau catatan komunikasi jika diperlukan.

Bisa, selama seluruh anggota tim menggunakan tahapan dan standar pencatatan yang sama. Kamu tetap bisa menambahkan kolom tertentu sesuai kebutuhan, seperti data kunjungan untuk sales lapangan atau informasi stakeholder untuk sales B2B.

Pantau beberapa indikator, seperti jumlah deal yang berpindah tahap, deal yang terlalu lama stagnan, dan tingkat closing. Data tersebut membantu tim menemukan tahap yang menjadi hambatan dan mengevaluasi strategi follow-up.

Prioritaskan deal berdasarkan potensi nilai, tingkat kebutuhan, kemungkinan closing, dan urgensi prospek. Dengan begitu, sales dapat memusatkan waktu pada peluang yang paling potensial.

Otomatisasi mulai dibutuhkan ketika tim kesulitan memperbarui data, memantau banyak deal, atau membuat laporan secara manual. Sistem yang terintegrasi dapat membantu mengurangi pekerjaan administratif dan membuat informasi pipeline lebih mudah dipantau.

Related Post