Industri fashion telah menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat. Tak terkecuali dalam kategori fashion muslim, di mana tren busana yang memadukan nilai-nilai religius dengan sentuhan gaya yang kekinian semakin mendapatkan perhatian yang besar. 

Seperti halnya brand fashion muslim Wearing Klamby yang mengikuti perkembangan industri digital. Brand ini berawal dari menggunakan aksi jual beli di media sosial dan berhasil melakukan pemasaran yang tepat sehingga mampu menggaet banyak pelanggan setia. Terbukti dengan produknya yang sering sold out dalam hitungan detik.

Bagaimana kisah berdirinya Wearing Klamby sampai dapat menembus pasar global? Yuk, simak cerita selengkapnya.

Sejarah Berdirinya Wearing Klamby

Image by Freepik - Awal Mula Berdirinya Bisnis

Berawal dari pertemuan di salah satu universitas negeri di Yogyakarta, Nadine Gaus dan Ridho selaku Founder dan CEO Wearing Klamby mulai mencoba peruntungan di tahun 2013 dengan berjualan baju yang mereka beli dari pasar barang bekas di sekitar Yogyakarta melalui media sosial untuk mencari konsumen.

Pada awal merintis, Wearing Klamby memasarkan produknya dengan cara menggunakan sistem pre order. Seiring berjalannya waktu, di tahun 2016, popularitas Wearing Klamby meningkat pesat. Akhirnya keduanya memutuskan untuk fokus menjalankan bisnis mereka dan mulai berani untuk stok produk.

Nadine, selaku founder dari Wearing Klamby memang memiliki passion di bidang fesyen. Meski menempuh pendidikan di Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), mimpinya merancang pakaian tidak pernah pupus. Nadine berusaha tetap menyalurkan hobinya tersebut. 

Tak disangka pada 2011, ayah Nadine terkena PHK tanpa pesangon dari tempat kerjanya. Hal ini membuat seketika keuangan keluarga terpuruk. Nadine yang sudah menjalani kuliah selama 1,5 tahun di Yogyakarta butuh biaya tak sedikit dan harus berpikir keras agar bertahan. Di saat kepepet itu, ide-ide kreatif itu muncul.

Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan, dari uang saku tersisa Rp 400 ribu, sebanyak Rp 200 ribu digunakan Nadine untuk belanja baju bekas layak pakai dari luar negeri di berbagai lokasi di Yogya. Sesampainya di kosan, ia mencuci baju bekas-baju bekas itu dengan air hangat, merendamnya dengan pewangi dan menjemurnya.

Setelah baju kering dan disetrika, ia berfoto selfie mengenakan baju tersebut dan mengunggahnya di Facebook dan sejumlah grup di BlackBerry Messenger. Di luar dugaan, lewat promosi dari mulut ke mulut, ternyata cukup banyak peminat baju-baju dari pasar thrifting itu.

Selama merintis usaha preloved-nya ini dari tahun 2011, di tahun 2013 Nadine memberanikan diri untuk membuat brandnya sendiri dengan nama Wearing Klamby. 

Baca Juga: Cara Membangun Brand Awareness untuk Tingkatkan Profit Bisnis

Alasan Produk Lokal Wearing Klamby Bisa Go Global

Wearing Klamby memiliki hal istimewa yang berbeda dibandingkan model pakaian brand lainnya. Brand ini adalah brand pakaian sederhana dalam menciptakan busana yang maju, modern, dan segar dalam koleksi yang merayakan busana untuk semua.

Wearing Klamby menyajikan koleksi pakaian yang mengusung tema keberagaman nusantara. Mulai dari visual, model, dan juga filosofi, dalam bentuk pop atau modern. Brand ini menginginkan para pelanggan untuk tetap mengingat budaya Indonesia. 

Sampai suatu ketika brand lokal ini menerima pesanan dari pelanggan internasional di Malaysia dan Singapura hingga menjadi label fashion modest pertama yang tampil di ajang London Fashion Week 2022. Momentum ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih besar. 

Cara Wearing Klamby dalam Menghadapi Tantangan Bisnis

Dalam dunia bisnis yang kompetitif saat ini, Wearing Klamby akan mengupayakan berbagai cara untuk mendapat keuntungan dan memenuhi target penjualan. Dengan menggunakan strategi promosi yang efektif, penjualan produk akan meningkat dan menarik perhatian pelanggan potensial.

Melansir dari situs kompas.com, di fase awal, Wearing Klamby hanya mengandalkan situs web sebagai kanal pemasaran produk dengan metode pembayaran hanya menggunakan transfer bank manual. 

Karena lambat laun pesanan mengalami peningkatan, hal ini membuat manajemen kewalahan dalam memproses pembayaran sehingga mereka memutuskan untuk menyerahkan proses transaksi dengan sistem Midtrans untuk proses dan verifikasi pembayaran. 

Dengan sistem ini akhirnya Wearing Klamby dapat melayani metode pembayaran yang tak hanya terbatas pada transfer bank saja, melainkan dapat juga melalui kartu kredit dan debit serta e-wallet.

Selain itu, Wearing Klamby juga menjadi salah satu brand fashion lokal yang merasakan dampak pandemi. Menurut sang pemilik, Ridho, bisnisnya yang awalnya hanya dipasarkan lewat website brand miliknya dan Instagram ini sempat terkena dampak pandemi pada Oktober 2020 hingga Januari 2021 lalu.

Akhirnya, setelah menganalisis bisnisnya, Ridho pun mulai membuat strategi memperluas jangkauan pasar dengan membuka toko digital di marketplace. Setelah menggunakan marketplace, Wearing Klamby berhasil meraup untung besar lewat penjualan pakaiannya dan menjadi salah satu official store terlaris di sana.

Baca Juga: 5 Manfaat Invoice Digital Untuk Memaksimalkan Penagihan Bisnis

Rahasia Sukses Wearing Klamby, dari Brand Lokal ke Internasional

Image by Freepik - Rahasisa Sukses Wearing Kalmby

Pengembangan strategi bisnis merupakan langkah kritis yang harus diambil oleh setiap perusahaan guna mencapai tujuan dan meningkatkan kinerja mereka di pasar yang kompetitif. Strategi bisnis tidak hanya sekadar rencana, tetapi juga merupakan peta jalan yang mengarahkan perusahaan menuju kesuksesan jangka panjang. 

Dalam lingkungan bisnis yang terus berubah, kemampuan untuk merumuskan dan melaksanakan strategi yang efektif menjadi kunci keberhasilan. Oleh karena itu, kami telah merangkum beberapa strategi penting yang dilakukan Wearing Klamby dalam memahami dinamika pasar, kekuatan pesaing, serta tren industri yang tepat sasaran. 

1. Meningkatkan strategi penjualan dengan promosi

Diskon dan Potongan Harga: strategi promosi dengan memberikan penawaran diskon dan potongan harga dapat menjadi daya tarik yang kuat bagi pelanggan. Seperti yang Wearing Klamby lakukan pada saat mereka rilis koleksi yang dipamerkan di London Fashion Week.

Selain itu mereka juga menghadirkan promo birthday deals, yaitu potongan harga atau diskon bagi pembeli yang berbelanja secara offline dan sedang berulang tahun di bulan September dengan minimal pembelian Rp 650 ribu dengan memberikan diskon sebanyak 20 Persen.

Promosi Terbatas: dengan membatasi penawaran atau promosi hanya untuk periode waktu tertentu dapat menciptakan rasa urgensi pada pelanggan untuk segera melakukan pembelian.

Dimana hal ini dilakukan Wearing Klamby dalam rangka menutup akhir tahun 2023 melalui websitenya, Wearing Klamby menawarkan End Year Warm Up Sale dengan diskon hingga 70% dan gratis ongkir.

2. Manajemen sumber daya yang efisien

Wearing Klamby adalah sebuah brand lokal yang merupakan perwujudan cinta negeri dalam bentuk ready to wear. Nadine dan Ridho selaku pendirinya ingin membuat lebih banyak orang mencintai Indonesia melalui pakaian yang dikenakan sehari-hari.

Perkembangan Wearing Klamby turut didukung oleh pengelolaan tim yang baik. Tidak hanya tema Nusantara dalam bentuk print, filosofi maupun visual foto dan video saja yang disajikan untuk para pelanggan setianya. Wearing Klamby juga tetap mengedepankan segi pelayanan pada setiap karyawannya.

Baca Juga: Perbedaan Cross Selling dan Up Selling dalam Bisnis

Gunakan Gadjian untuk Memudahkan Kelola Karyawan dan Penggajian

cta rumus menghitung lembur

Gadjian merupakan aplikasi HRIS yang menyediakan fitur lengkap untuk memudahkan pekerjaan HR dan Finance. Fitur unggulan yang dimiliki Gadjian adalah dapat menghitung gaji karyawan, lembur, THR, BPJS hingga menghitung PPh 21 secara otomatis, cepat dan akurat.

Aplikasi Gadjian juga terintegrasi dengan Hadirr, aplikasi absensi karyawan dan reimbursement online yang handal dengan banyak fitur yang memberi kemudahan dalam pencatatan kehadiran karyawan hingga pengelolaan proses reimbursement.

Aplikasi Absensi Online Hadirr

Untuk Anda perusahaan yang masih merintis dan setidaknya memiliki minimal 5 karyawan, jangan khawatir. Anda tetap bisa menggunakan aplikasi ini karena tidak perlu lagi untuk menghitung gaji secara manual, hitung pajak dengan risiko human error, repot kelola PPh 21, BPJS hingga pengajuan cuti karyawan.

Karena dengan fitur yang ditawarkan Gadjian dan Hadirr, Anda praktis dalam memonitor absensi karyawan, hitung gaji, pajak, cuti dan lembur karyawan tanpa perlu memakan banyak waktu.

Yuk, coba gratis aplikasi Gadjian dan Hadirr sekarang selama 14 hari!

Coba Gadjian Sekarang