Hingga saat ini vaksin virus corona pun belum ditemukan. Dibutuhkan waktu dan riset yang cukup lama untuk menemukan vaksinnya. Hal tersebut membuat kita harus menjalani new normal dengan tetap melakukan physical distancing dan menerapkan protokol new normal. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 menyatakan bahwa PSBB dilakukan salah satunya dengan meliburkan tempat kerja. Namun dunia kerja tidak mungkin selamanya dilakukan pembatasan. 

Agar kondisi tidak semakin parah roda perekonomian harus tetap berjalan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Perusahaan dan masyarakat memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 karena interaksi umumnya disebabkan adanya aktivitas bekerja. Tempat kerja dengan populasi dan mobilitas yang tinggi memiliki risiko penularan yang cukup tinggi. Untuk itu Menteri Kesehatan telah menerbitkan panduan new normal dan pencegahannya selama bekerja di situasi pandemi Covid-19. 

Baca Juga: Peluang Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19

Protokol dan pencegahan tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. Rincian panduan dan pencegahan Covid-19 di lingkungan kantor Selama Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai Keputusan Menkes antara lain:


1. Kebijakan Manajemen dalam Pencegahan Penularan COVID-19 

1. Pihak manajemen agar senantiasa memantau dan memperbaharui perkembangan informasi tentang Covid-19 secara berkala dengan mengakses di http://infeksiemerging.kemkes.go.id dan kebijakan Pemerintah Daerah setempat. 

2. Pembentukan Tim Penanganan COVID-19 di tempat kerja yang terdiri dari Pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas Kesehatan yang diperkuat dengan Surat Keputusan dari Pimpinan Tempat Kerja. 

3. Pimpinan atau pemberi kerja memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai COVID-19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak nafas) untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan. 

4. Tidak memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma. 

5. Pengaturan bekerja dari rumah (work from home). Menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja/datang ke tempat kerja dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah. 

2. Jika ada pekerja esensial yang harus tetap bekerja selama PSBB berlangsung : 

1. Di pintu masuk tempat kerja lakukan pengukuran suhu dengan menggunakan thermogun, dan sebelum masuk kerja terapkan Self Assessment Risiko COVID-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit COVID-19. 

2. Pengaturan waktu kerja tidak terlalu panjang (lembur) yang akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan/imunitas tubuh.

3. Jika memungkinkan tiadakan shift 3 dan utamakan pekerja berusia kurang dari 50 tahun.

4. Mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah, dan selama di tempat kerja.

5. Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C

6. Memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat, seperti sanitasi lingkungan kerja, sarana cuci tangan, dan pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter.

7. Mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui Pola Hidup Sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

3. Sosialisasi dan Edukasi pekerja mengenai COVID-19 

1. Edukasi dilakukan secara intensif kepada seluruh pekerja dan keluarga agar memberikan pemahaman yang benar terkait masalah pandemi COVID-19, sehingga pekerja mendapatkan pengetahuan untuk secara mandiri melakukan tindakan preventif dan promotif guna mencegah penularan penyakit, serta mengurangi kecemasan berlebihan akibat informasi tidak benar. 

2. Materi edukasi yang dapat diberikan:
    (a) Penyebab COVID-19 dan cara pencegahannya
    (b) Mengenali gejala awal penyakit dan tindakan yang harus dilakukan saat gejala timbul
    (c) Praktek PHBS seperti praktek mencuci tangan yang benar, etika batuk
    (d) Alur pelaporan dan pemeriksaan bila didapatkan kecurigaan
    (e) Metode edukasi terkait protokol new normal yang dapat dilakukan: pemasangan banner, pamphlet, majalah dinding, dll di area strategis yang mudah dilihat setiap pekerja
    (f) Materi edukasi dapat diakses pada www.covid19.go.id

 

Hadirr-Infografis-atau-Poster-Pedoman-Protokol-New-Normal-Kerja-Perusahaan-Karyawan-Pekerja

Protokol pencegahan dan pengendalian COVID-19 di tempat kerja disusun untuk membantu dalam meningkatkan peran dan kewaspadaan untuk mengantisipasi penularan di tempat kerja serta memberikan perlindungan seoptimal mungkin bagi kesehatan pekerja. Untuk melengkapi panduan tersebut, perusahaan dapat menggunakan aplikasi absensi online Hadirr. Dimana Hadirr mampu mengakomodasi kebutuhan perusahaan agar monitoring karyawan dapat dilakukan dengan lebih efisien.

Baca Juga: Bisnis Juice Kaya Vitamin C untuk Cegah Covid-19

Perusahaan dapat menggunakan aplikasi Hadirr untuk mencatat kehadiran karyawan dengan fitur clock-in dan clock-out. Presensi akan tercatat berdasarkan validasi referensi wajah dan GPS location. Karyawan cukup melakukan absen selfie (swafoto) pada smartphone pribadi sehingga tidak perlu takut terkontaminasi oleh virus apabila menggunakan perangkat absensi yang dilakukan bersama-sama. Kehadiran karyawan dapat dengan mudah dimonitor dengan men­-download laporannya di dalam aplikasi Hadirr. Tantangan perubahan akibat pandemi Covid-19 dapat teratasi dengan mobile attendance Hadirr.

Coba Hadirr Sekarang | Software Aplikasi Absensi Karyawan di Android Dan iOS Hanya Dengan Selfie

Writer: Diyan Faranayli