Divisi HR (Human Resource) atau HRD menjadi kunci penting bagi perusahaan di tengah pandemi COVID-19 dan ketidakpastian ekonomi. Perusahaan bergantung pada HRD untuk membantu merencanakan business continuity, kebijakan dan menenangkan kecemasan karyawan selama kondisi work from home (WFH) berkepanjangan.

Cepatnya penyebaran pandemi COVID-19 dan penerapan kebijakan dari pemerintah menyebabkan banyak perusahaan merasa kewalahan untuk beradaptasi. Disinilah dibutuhkan HRD yang berperan untuk memimpin perusahaan terutama dalam menciptakan situasi kondusif bagi karyawan. Manajer HR diharapkan mampu untuk membaca perubahan dengan cepat untuk memitigasi risiko dan memastikan keamanan dan kesejahteraan karyawan di perusahaannya. 

Baca Juga: Work From Home (WFH) versus Work From Office (WFO)

Langkah yang dapat diambil oleh seorang manajer HR adalah sebagai berikut:

Utamakan Kesehatan dan Keselamatan Karyawan

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset paling penting dalam perusahaan. Kesehatan dan keselamatan karyawan perlu digaris bawahi sebagai prioritas utama pada kondisi pandemi COVID-19. Semua kebijakan perusahaan yang diterapkan harus mengutamakan dua aspek tersebut. Seorang HR bisa membuat checklist bagi perusahaan terkait apa saja yang harus diperhatikan pada kondisi krisis.

 

Ciptakan Alur Komunikasi yang Sederhana tapi Sering

Komunikasi dengan karyawan sangat penting untuk memberikan pesan bahwa perusahaan peduli dengan karyawannya. Tugas divisi HR untuk menjembatani komunikasi ini. Berbagai platform yang direkomendasikan seperti grup WhatsApp dan Zoom. Tidak perlu lama, tetapi frekuensi lebih sering sekadar memberikan motivasi di grup WhatsApp kantor setiap hari atau video conferencing rutin tiap pekan akan berdampak positif bagi karyawan selama WFH.

 

Pastikan Status Terkait Ketenagakerjaan dan Pengupahan Karyawan Jelas

Apakah karyawan masih bekerja atau dirumahkan? Bagaimana dengan pesangon yang didapatkan? Manajer HR baiknya mengkaji peraturan perusahaan, Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan kebijakan terbaru yang diterapkan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan untuk menyelaraskan antara ketiga aturan tersebut dengan kondisi perusahaan.

 

Survey Kecemasan Karyawan

Work from home berkepanjangan dapat menimbulkan tekanan dan dampak psikologis negatif seperti kecemasan dan WFH Burnout. Salah satu cara yang dapat diimplementasikan tim HR adalah survey kecemasan karyawan. Survey bisa dilakukan menggunakan kuesioner pada Google Forms dengan skoring sederhana. Hasil survey kemudian ditindaklanjuti untuk menentukan penanganan yang tepat bagi karyawan.

           

Pendekatan secara empati dari seorang HR dirasa lebih mengena dalam menghadapi krisis global. Seorang manajer HR harus tanggap dalam membaca situasi dan memberikan respon yang dapat mengayomi karyawan. Untuk membantu pekerjaan HR dalam mengelola karyawan aplikasi penggajian online Gadjian mengakomodasi berbagai pekerjaan HR, dari hitung gaji online, PPh 21 karyawan hingga mengelola cuti dan izin / sakit. Software as a Service (SaaS) memudahkan perusahaan dalam kondisi work from home.

Baca Juga: Tantangan yang Sering Dihadapi Selama Work From Home

Untuk pengelolaan kehadiran, aplikasi absensi online Hadirr yang terintegrasi dengan Gadjian digunakan untuk memantau absensi karyawan. Work from home bukan menjadi halangan karena teknologi GPS location untuk melacak lokasi absensi karyawan. Mencatat kehadiran lebih mudah karena teknologi face recognition untuk mengenali wajah karyawan dengan swafoto pada smartphone. Pengelolaan karyawan pun menjadi lebih mudah dengan aplikasi Gadjian dan Hadirr.

Coba Hadirr Sekarang | Software Aplikasi Absensi Karyawan di Android Dan iOS Hanya Dengan Selfie

Coba Gadjian Sekarang

Writer: Haunina K. Sari
Editor: Radika K. Cahyadi