Rata-rata perusahaan di Indonesia menerapkan waktu kerja dengan sistem full time, yaitu Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 atau Senin-Sabtu pukul 08.00-16.00. Namun, ada beberapa perusahaan juga yang menerapkan waktu kerja dengan sistem shift. Biasanya waktu kerja tersebut diterapkan oleh toko-toko di pusat perbelanjaan. Namun penerapan waktu kerja dengan sistem shift karyawan di masa new normal akibat pandemi Covid-19 mengalami perubahan.

Baca Juga: Transisi PSBB: Siapkah Pelaku Usaha Terapkan Teknologi Touchless Saat Pandemi Covid-19?

Sebelumnya penerapan kerja shift telah diatur pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: Kep. 233 /Men/2003 tentang Jenis dan Sifat Pekerjaan yang Dijalankan Secara Terus Menerus. Dan secara detail diatur juga pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Yang pada pasal 77 menyatakan:

(1) Setiap pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja.

(2) Waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi:

    1. 7 jam 1 hari dan 40 jam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu; atau
    2. 8 jam 1 hari dan 40 jam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.

(3) Ketentuan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak berlaku bagi sektor usaha atau pekerjaan tertentu.

(4) Ketentuan mengenai waktu kerja pada sektor usaha atau pekerjaan tertentu sebagaimana di maksud dalam ayat (3) diatur dengan Keputusan Menteri.

Pada umumnya perusahaan mengaplikasikan jam kerja shift 1 yaitu pukul 08.00-17.00, lalu shift 2 adalah 16.00-01.00 dan shift 3 00.00-09.00. Namun, berdasarkan Panduan dan pencegahan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi mengimbau agar perusahaan meniadakan shift 3. Apabila tetap ingin diadakan shift 3, maka harus diatur agar yang bekerja berusia kurang dari 50 tahun. 

Dan dalam dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengaturan Jam Kerja Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Wilayah Jabodetabek pun memberikan himbauan mengenai pengaturan jam kerja shift sebagai berikut:

  1. Pengaturan jam kerja antar shift wajib dilakukan dengan jeda minimal 3 jam
  2. Shift 1: Masuk antara pukul 07.00-07.30 dan Pulang antara pukul 15.00-15.30
  3. Shift 2: Masuk antara pukul 10.00-10.30 dan Pulang antara pukul 18.00-18.30

Peraturan diatas dibuat guna meminimalisir penyebaran virus dan dimaksudkan juga guna melindungi kesehatan dan keamanan karyawan. Penerapan shift kerja tetap diperbolehkan asalkan pekerja/buruh mendapatkan haknya, baik gaji yang layak maupun istirahat yang cukup. 

Baca Juga: Template Buku Panduan New Normal untuk Karyawan

Agar mempermudah perusahaan dalam penerapan new normal serta mempermudah dalam pengelolaan absensi karyawan shift, divisi HR tidak perlu menugaskan karyawan khusus untuk memantau. Aplikasi absen online seperti Hadirr dapat dipasang pada smartphone karyawan sehingga memungkinkan absen tercatat secara real-time dengan adanya teknologi face recognition dan GPS. Sistem absensi online ini juga terintegrasi dengan aplikasi HR seperti Gadjian yang compatible dan dapat membantu perusahaan Anda untuk mengelola karyawan dan menghitung gaji online. Kedua aplikasi tersebut termasuk aplikasi berbasis cloud sehingga dapat memudahkan divisi HR untuk mengakses saat work from office maupun work from home dan membuat pekerjaan menjadi lebih efisien.

Aplikasi Absensi Online Hadirr

Coba Gadjian Sekarang

Writer: Diyan Faranayli