Kebijakan Work from Home (WFH) dari pemerintah karena pandemi coronavirus, menjadikan sebuah tantangan baru hampir di semua perusahaan agar menyesuaikan secara cepat dengan pola kerja baru. Penerapan WFH diperkuat dengan pengumuman penerapan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta disusul dengan pengumuman PSBB di Jawa BaratJawa Timur, dan daerah-daerah lain. Cara kerja baru ini memperoleh pengalaman baru juga bagi setiap karyawan. Tidak terkecuali bagi saya sendiri. Berikut ini beberapa pengalaman pribadi saya seputar WFH yang sudah berlangsung hampir berjalan dua bulan.

1. Ulang tahun virtual

Ulang tahun virtual saat work from home corona

Physical distancing bukan berarti mengurangi intensitas untuk bersosialisasi. Cara virtual sepertivideo conferencing adalah salah satu pilihan untuk berkomunikasi dalam hal pekerjaan maupun kegiatan kasual sehari-hari. Berdasarkan hasil riset dari Apptopia untuk situs Bloomberg Opinion menyatakan aplikasi video conferencing seperti Zoom adalah salah satu bisnis yang naik daun sejak awal pandemi. Hal menarik yang saya alami saat WFH adalah kejutan ulang tahun secara virtual melalui monitor laptop. Sehari menjelang ulang tahun, saya diajak salah satu rekan kantor untuk product pitching. “Kak, besok jam 11 ada meeting gak? Bisa join meeting dong.” ajak rekan saya. Tanpa ada rasa curiga, saya mengiyakan ajakannya. Ternyata ketika meeting dimulai, wajah familiar bermunculan satu-persatu. “Kalian ini ya, aku udah nyiapin buat meeting serius!” Alhasil, online meeting pun gagal. Haha.

2. Meeting sembari masak

Masak Saat Work From Home

“Teng!“ Sontak para rekan kerja saya menyeletuk, “Nin, kue dah mateng tu.” Backsound serupa tidak asing lagi didengar oleh rekan setim saya selama online meeting dengan mereka. Kebijakan WFH dari kantor telah memasuki minggu keenam, memungkinkan saya untuk bekerja sekaligus menjalanankan hobi saya yaitu membuat kue. Di sela-sela pekerjaan, saya menyempatkan diri untuk memanggang kue di ovenbermain piano atau membaca buku. Waktu luang yang banyak tersedia saat WFH merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya. Walaupun online meeting bukan hal baru, namun, di saat seperti ini lebih efisien karena tidak perlu berkendara untuk pindah lokasi meeting.

Baca Juga: Peluang Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19

3. Pakaian kerja yang “tidak sesuai”

Outfit saat work from home wfh

Atmosfer bekerja mengikuti tempat kerja, itulah yang terjadi selama masa WFH pekerjaan dilakukan di rumah atau kost. Saya biasanya meeting tatap muka langsung dengan look kantor dan style kasual serta make-up minimalis. Namun, kondisi sekarang dimana meeting hanya dilakukan melalui tatap muka online, saya pun hanya berdandan tetapi mengenakan celana pendek dengan atasan yang sedikit formal. Pada suatu meeting saya tidak sengaja berdiri dan pindah untuk mengambil air minum. Seketika “pakaian kerja” saya yang hanya celana pendek terlihat di layar laptop. Untung saja klien sesama wanita dan usianya juga sebaya. “Mbak Nina, pakai garis-garis putih biru ya?” Saya jadi merasa sangat malu pada siang itu.    

Menjaga diri untuk tetap disiplin dan produktif saat kerja adalah panduan utama dalam WFH, apapun upaya yang dilakukan oleh para karyawan. Bagi perusahaan perlu adanya tools untuk memantau kinerja karyawan, salah satunya adalah dengan aplikasi absensi Hadirr.

Pencatatan presensi Hadirr mobile attendance dengan melakukan swafoto (selfie) cukup pada smartphone dan dilengkapi dua fitur validasi, yaitu Global Positioning System (GPS) untuk memindai lokasi presensi karyawan, serta dan deteksi wajah (face recognition) supaya hasil pencatatan presensi lebih valid. Work from Home di tengah pandemi yang awalnya hampir tidak mungkin menjadi mungkin dan lebih praktis karena adanya aplikasi absensi Hadirr.

Coba Hadirr Sekarang | Software Aplikasi Absensi Karyawan di Android Dan iOS Hanya Dengan Selfie

Writer: Haunina K. Sari
Editor: Radika K. Cahyadi