Imbas dari pandemi Covid-19 berdampak terhadap kondisi ekonomi akan kelangsungan operasional berbagai sektor usaha. Salah satunya yaitu perusahaan mulai mempertimbangkan mengenai pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan untuk karyawannya. Oleh sebab itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).

Baca Juga: Gadjian Tawarkan Dana Talangan THR Bagi Para Pengusaha

Surat edaran (SE) point ke 1 (satu) menyatakan untuk meminta Gubernur dari setiap wilayah memastikan seluruh perusahaan membayarkan THR sesuai aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Selanjutnya berdasarkan point ke 2 (dua), apabila perusahaan menyatakan tidak mampu membayarkan THR Keagamaan pada waktu yang telah ditentukan, maka perlu diadakan proses dialog antara pihak perusahaan dan karyawan yang dilandasi rasa kekeluargaan dan disertai informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan terkini. 

Proses dialog yang tercantum pada point ke 2 (dua) dapat menyepakati beberapa hal berikut ini:

Pertama, bila perusahaan tidak dapat membayarkan THR secara penuh pada waktu yang telah diatur berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, maka THR dapat dibayarkan secara bertahap atau dicicil.

Kedua, bila perusahaan tidak mampu membayar sama sekali THR pada waktu yang ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka pembayaran THR dapat ditunda sampai dengan jangka waktu tertentu yang telah disepakati bersama. 

Ketiga, mengenai waktu dan tata cara pengenaan denda keterlambatan pembayaran THR Keagamaan.

Point ke 3 (tiga) dan point ke 4 (empat) menyatakan kesepakatan yang sudah terjadi antara perusahaan dan karyawan harus dilaporkan kepada Dinas Bidang Ketenagakerjaan setempat. Kesepakatan mengenai waktu, cara pembayaran dan denda THR Keagamaan tidak menghilangkan kewajiban perusahaan membayar besaran THR sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembayaran THR yang dicicil atau ditunda tetap harus diselesaikan di tahun 2020. 

Baca Juga: Solusi THR Karyawan di Masa Pandemi Covid-19 (Infografis)

Jika Anda sebagai HR mengalami kerepotan dalam menghitung THR karyawan, Anda bisa menggunakan aplikasi HRD Gadjian untuk memudahkan pekerjaan Anda. HR software Gadjian dapat membantu Anda menghitung THR yang diterima setiap karyawan, termasuk potongan PPh 21 perusahaan. Tidak hanya perhitungan yang cepat dan akurat, Gadjian juga menyediakan fitur yang memungkinkan Anda membayarkan gaji maupun THR karyawan secara online dengan satu kali klik lewat Mandiri Cash Management (MCM)-Gadjian.

Coba Gadjian Sekarang