Menteri Kesehatan mengeluarkan keputusan mengenai Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. Berdasarkan keputusan tersebut apabila terdapat pekerja esensial yang harus tetap bekerja selama penerapan PSBB maka diharapkan pemilik usaha maupun karyawan harus mengikuti aturan new normal tersebut.

Salah satu hal yang perlu diterapkan yaitu perusahaan harus mengatur asupan nutrisi yang diberikan untuk karyawan dengan dimulai memberikan asupan buah mengandung vitamin C dan bila memungkinkan dapat diberikan suplemen vitamin C

Baca Juga: Era New Normal: Siapkah Indonesia Berdamai dengan Corona?

Vitamin C atau sering disebut asam askorbat memiliki manfaat yang diperlukan untuk perkembangan serta menjaga fungsi kerja organ tubuh. Selain itu vitamin C bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena memiliki sifat melindungi tubuh dari serangan virus, bakteri, jamur dan parasit serta memiliki fungsi imunomodulator yang merangsang sistem imun tubuh bekerja lebih responsif. Karena vitamin C termasuk jenis vitamin yang larut dalam air serta tidak diproduksi oleh tubuh maka untuk mendapatkan sumber atau manfaat vitamin C tersebut bisa didapatkan dari buah-buahan, sayuran segar ataupun dari suplemen. 

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian selama new normal, perusahaan dapat menyediakan juice, puree maupun slush seperti jeruk, mangga, nanas dan lain lain kepada karyawan dengan mencoba produk Fruters atau bisa mencoba juga Yuliana Fresh Juice. Minuman-minuman tersebut diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet, sehingga akan lebih sehat untuk dikonsumsi.

Selain memenuhi kebutuhan vitamin dengan memberi minuman yang kaya akan vitamin C, perusahaan bisa juga menyediakan suplemen vitamin C kepada karyawan. Perlu diketahui bahwa rata-rata dosis suplemen vitamin C yang dianjurkan per harinya untuk orang sehat yakni 75 mg untuk perempuan dan 90 mg untuk laki-laki. Namun terdapat juga suplemen yang dijual dengan dosis hingga 1000 mg, meski demikian dosis 1000 mg/hari hanya akan diserap 50 persen saja oleh tubuh dan sisanya akan dibuang melalui urin.

Baca Juga: Masa Depan HR dan Payroll Usai Pandemi Covid-19

Selain menaati aturan new normal untuk asupan nutrisi yang diberikan untuk karyawan di tengah situasi pandemi saat ini, perusahaan juga perlu meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi penularan di tempat kerja. Aplikasi absensi online Hadirr mampu mengakomodasi kebutuhan perusahaan agar monitoring kerja karyawan dapat dilakukan secara efisien.

Karyawan cukup melakukan absen selfie (swafoto) pada smartphone pribadi sehingga tidak perlu takut terkontaminasi oleh virus apabila menggunakan perangkat absensi yang dilakukan bersama-sama. Presensi akan tercatat berdasarkan validasi referensi wajah dan GPS location. Sistem absensi online memberikan data real-time, sehingga bisa langsung mengakses catatan kehadiran karyawan saat itu juga. Yuk, gunakan Hadirr sekarang!

Aplikasi Absensi Online Hadirr

Writer: Diyan Faranayli