Klaster Covid-19 perkantoran menghantui DKI Jakarta seiring Gubernur Anies Baswedan tak jadi menyetop seluruh aktivitasnya pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II. Pegawai boleh masuk kantor maksimal 25% dari kapasitas gedung. Lebih sedikit dari masa PSBB transisi yang 50%.

“Harapannya kita bisa menekan kasus yang bermunculan di klaster perkantoran. Ini berlaku selama dua pekan ke depan,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Minggu (13/9).

Baca Juga: 5 Aturan PSBB Jakarta Terbaru yang Wajib HR Ketahui

Berdasarkan data Jakarta Tanggap Corona hingga 2 September 2020, total kasus virus corona di klaster perkantoran tercatat 2.312 orang. Meningkat 4,3 kali lipat dari 28 Juli 2020 yang 436 orang. Kantor kementerian menjadi klaster terbanyak dengan 27 klaster dan total kasus 629 orang.

Posisi selanjutnya adalah perkantoran swasta dengan 102 klaster dan 499 kasus. Disusul kantor badan atau dinas Pemprov DKI Jakarta dengan 82 klaster dan total kasus 393 orang.

klaster covid-19 Jakarta terbanyak area perkantoran

kantor kementerian paling banyak dalam klaster penularan covid-19 dki jakarta

Kasus konfirmasi Covid-19 di klaster perkantoran menyumbang 5,4% dari total kasus DKI Jakarta per 2 September 2020 yang 42.303 orang. Pada Minggu (14/9) total kasus di ibu kota sudah bertambah mencapai 54.864 orang.

total kasus covid-19 dki jakarta tembus 50 ribu

Peningkatan klaster perkantoran sejalan dengan menggeliatnya pergerakan orang di tempat kerja. Pada masa PSBB jilid I (10 April-4 Juni 2020), rata-rata pergerakan masyarakat Jakarta ke tempat kerja sebesar -47% dibandingkan masa normal. Pada masa PSBB transisi (13 Juni-13 September 2020), meningkat menjadi -29% dbandingkan masa normal.

Puncak pergerakan masyarakat ke tempat kerja saat masa PSBB transisi atau masa New Normal terjadi pada 30 Agustus 2020, yakni -13% dibandingkan masa sebelum corona. Sedangkan, titik terendahnya pada 17 Agustus 2020 atau saat masa libur panjang dengan -70% dibandingkan sebelum pandemi. Sebagai gantinya, pergerakan masyarakat Jakarta di areal perumahan, taman bermain, serta retail dan rekreasi meningkat.

Grafik Mobilitas Masyarakat DKI Jakarta Selama COVID-19

Melihat kondisi tersebut, program bekerja dari rumah atau work from home (WFH) merupakan salah satu solusi yang bisa diambil ketika PSBB jilid II Jakarta. Survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Kementerian Ketenagakerjaan dan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) pada Mei 2020 menyatakan, 78% dari pekerja yang WFH bisa tetap produktif.

Hal serupa tampak dalam survei daring yang dilakukan Asture Solutions terhadap 210 responden pada 16-24 April 2020. Sebanyak 45,6% responden menyatakan pekerjaan mereka lebih produktif ketika WFH. Sebanyak 9,4% responden menyatakan sangat setuju bahwa pekerjaan mereka lebih produktif ketika WFH.

Grafik-Produktivitas-Karyawan-Saat-WFH-Masa-Pandemi-Corona

Grafik Pekerja Melakukan WFH Berdasar Lokasi Kerja

Infografik Karyawan WFH

Persoalannya memang tak semua pekerjaan bisa dilakukan dari rumah. Mengutip data Bank Dunia pada Juli 2020, proporsi pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah sangat berkorelasi dengan tingkat pendidikan. Hampir 80% pekerja yang mengenyam bangku pendidikan perguruan tinggi di Indonesia bisa menerapkan WFH. Sementara di tingkat pendidikan lebih rendah, proporsi pekerjaan yang bisa WFH semakin berkurang.

Di Jakarta, jumlah pekerja yang mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi hanya 742.572 orang. Merujuk data BPS per Februari 2020, jumlah tersebut hanya sebesar 22% dari total tenaga kerja di Jakarta yang 3.334.797 orang.

Sejalan dengan itu, Bank Dunia menyebut WFH lebih didominasi oleh pekerja berketerampilan tinggi di Indonesia. Sebaliknya, pekerja berketerampilan rendah lebih banyak melakukan pekerjaan yang membutuhkan kehadiran fisik.

Infografik Jumlah Tenaga KerjaInfografik Jenis Pekerjaan yang WFHDilihat secara sektoral, Bank Dunia menyebut 88% pekerjaan di bidang pemerintahan Indonesia memungkinkan untuk menerapkan WFH. Hanya sekitar 40% dari pekerjaan di sektor manufaktur yang bisa menerapkan WFH. Sedangkan, kurang dari 10% pekerjaan di hotel, restoran, konstruksi, retail, dan agrikultur yang bisa menerapkan WFH.

Tak mengherankan jika pembatasan operasional kantor selama PSBB jilid I berimbas kepada menurunnya pertumbuhan sejumlah sektor usaha di Jakarta pada kuartal II/2020. BPS mencatat sektor usaha yang pertumbuhannya paling anjlok adalah penyediaan akomodasi dan makan/minum sebesar -34,81%. Disusul sektor transportasi dan pergudangan serta industri pengolahan yang masing-masing sebesar -23,45% dan -20,51%.

sektor usaha yang terimbas psbb

Oleh karena itu, kebijakan Pemprov DKI Jakarta mengizinkan kantor beroperasi terbatas harus diikuti pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat. Agar klaster perkantoran Covid-19 tak bertambah dan sejumlah sektor usaha bisa tetap tumbuh.

Baca Juga: Aplikasi Absensi Hadirr Luncurkan Fitur Contact Tracing

Dalam mempermudah upaya pemerintah menekan penyebaran Covid-19 di wilayah perkantoran, Hadirr sebagai aplikasi absensi online meluncurkan fitur contact tracing. Fitur ini dilengkapi teknologi bluetooth yang dapat membantu HR atau perusahaan saat ada karyawan positif Covid-19, sehingga pengambilan keputusan penanganan menjadi lebih cepat.

Aplikasi Absensi Online Hadirr

 

Sumber: katadata.co.id